Istri 7 Raja Iblis

Istri 7 Raja Iblis

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-25
โดย:  VAD_27อัปเดตเมื่อครู่นี้
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
24บท
12views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Evelyn adalah pegawai dengan gaji rendah, setiap harinya dia harus menghadapi kekerasan dari dua saudaranya. Namun, hidupnya berubah setelah sosok itu datang dan mengatakan bahwa Evelyn adalah Istri dari Tujuh Raja Iblis. Bagaimana Evelyn akan menghadapi dunia supranatural yang benar-benar tidak pernah dia bayangkan dengan ketujuh suaminya?

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

“Kan sudah aku bilang kemarin, aku akan pergi hari ini. Kenapa uangnya masih belum ditransfer juga?!”

Evelyn tersungkur ke lantai setelah Kania, kakak sepupunya, mendorongnya dengan kasar.

“Uangku pas-pasan, Kak. Kau tahu sendiri gajiku kecil,” jawab Evelyn pasrah.

Kania mencengkeram kedua pipinya hingga Evelyn meringis.

“Kau pikir aku tidak tahu tabunganmu banyak?” tukasnya, lalu mendorong kepala Evelyn.

“Aku sudah bayar sewa dan uang makan kepada Tante Gladis. Tidak ada yang tersisa dari gajian kemarin!” jawab Evelyn sebisa mungkin.

“Itu sudah seharusnya!” bentak Kania. “Kau tidak ingat siapa yang memungutmu setelah orang tuamu meninggal? Harusnya kau tahu diri!”

PLAK!

Tamparan keras membuat kepala Evelyn tertoleh. Pipi putihnya memerah, rasa perih menjalar hingga telinganya.

Evelyn terdiam sesaat dengan air mata yang mulai memenuhi pelupuk matanya.

Selama bertahun-tahun gadis itu menerima semua perlakuan itu karena merasa berhutang kepada keluarga Kania. Ia selalu berusaha membantu semua pekerjaan rumah sebagai balas budi. Bahkan sekarang, ketika ia sudah bekerja, ia juga tetap menyisihkan uang untuk diberikan kepada sang tante.

Namun, semua itu ternyata masih kurang. Uang tabungan Evelyn berkali-kali tetap diambil, seolah ia sama sekali tak boleh menyisakan uang untuk masa depannya sendiri.

Awalnya, gadis itu masih merasa tak masalah karena semua yang dia berikan nyatanya memang tak sebanding dengan semua biaya yang dikeluarkan keluarga tantenya untuk pendidikan dan kehidupannya.

Akan tetapi, sampai kapan ia harus terus membayar hanya karena pernah ditolong?

Bahkan bukan hanya membayar, tapi juga disiksa seperti ini.

Evelyn perlahan mengangkat wajahnya. Air mata masih menggenang di pelupuk mata, tetapi rasa takut di sana telah menghilang.

“Cukup, Kak … Memangnya aku ladang uang kalian?” ujar Evelyn lirih, tapi cukup menusuk. “Kalau kau suka berfoya-foya di klub, kenapa tidak kau sendiri yang bekerja untuk membayarnya? Selama ini aku sudah memberikan semua uangku untuk kalian, tapi kalian tidak pernah merasa cukup!”

Wajah Kania memerah karena marah.

“Kau sudah berani melawanku, ya?” Tangan Kania langsung mencengkeram rambut Evelyn dan menariknya kasar.

“Argh! Kak, sakit! Lepasin, Kak!”

Evelyn berusaha melepaskan diri, tetapi Kania terus menyeretnya hingga tubuhnya membentur sisi ranjang.

“Mentang-mentang sudah punya gaji sendiri, sekarang kau berani melawanku?”

Kania mengambil ponsel Evelyn dari atas nakas dan melemparkannya ke hadapan gadis itu.

“Cepat transfer uangnya!” ancam Kania. “Jangan banyak alasan, atau aku akan menyiksamu lebih dari ini!”

Dengan tangan sedikit gemetar, Evelyn meraih ponselnya. Ia sedikit mendongak, lalu berkata dengan nada tegas, “Tidak, ini uang tabunganku!”

“Ck, banyak omong! Cepat lakukan!” Kania berdecak kesal. Ujung kaki Kania mendorong tangan Evelyn.

Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Evelyn meraih ponselnya. Ia mengangkat wajah dan menatap Kania dengan berani.

“Tidak. Ini uang tabunganku.”

“Ck, banyak omong! Cepat transfer sekarang!”

Kania mendorong tangan Evelyn dengan ujung kakinya. Evelyn tetap bergeming.

Namun, ketika Kania menginjak tangannya, Evelyn meringis menahan sakit. 

“Argh … iya .. iya, aku transfer,” ucap Evelyn akhirnya dengan berat hati.

Kania baru mengangkat kakinya setelah Evelyn membuka aplikasi bank. Dengan jemari yang masih gemetar, Evelyn mengetik nominal, lalu menekan tombol transfer.

Ting!

Ponsel Kania berbunyi. Ia segera memeriksa saldo yang masuk. Namun, bukannya puas, wajahnya justru berubah kesal.

“Cuma 6 juta?” Kania menatap tajam. “Aku minta 10 juta, Evelyn!”

Evelyn kembali diamuk, dia melindungi kepalanya saat Kania menendang tubuhnya dengan brutal.

“Dasar jalang tidak tahu diri! Cepat transfer 4 juta lagi!” cecar Kania sambil terus melayangkan kakinya ke tubuh Evelyn.

"Argh! Kak! Itu sisa gajiku! Aku tidak punya lagi!" tukas Evelyn di sela injakan kaki Kania.

Kania akhirnya berhenti. Ia mendecakkan lidah, lalu memandangi Evelyn yang sudah meringkuk di lantai dengan wajah memar dan tubuh penuh luka.

“Ck. Baiklah, sekarang aku ampuni.” Kania merapikan pakaiannya seolah tidak terjadi apa-apa. “Tapi, besok aku akan datang lagi. Siapkan empat juta sisanya.”

Tanpa menunggu jawaban, Kania berbalik dan meninggalkan kamar, membanting pintu di belakangnya.

“Andai Ayah dan Ibu masih hidup...” gumam Evelyn lirih sambil mengusap air mata di pipinya.

Mungkin hidupnya tidak akan sesengsara ini.

Evelyn telah menjadi yatim piatu sejak tiga tahun lalu. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia terpaksa tinggal bersama Gladis, adik ibunya. Saat itu, ia baru lulus sekolah dan harus mengubur impian untuk kuliah.

Evelyn akhirnya bekerja sebagai buruh pabrik dengan upah minim. Sebagian gajinya diserahkan kepada Gladis untuk biaya tempat tinggal dan makan, ditambah uang bulanan untuk kebutuhan Gladis dan Kania. Semua itu menjadi syarat agar Evelyn tetap boleh tinggal di rumah tersebut.

Sahabatnya sudah berkali-kali menyarankan Evelyn untuk pindah. Dengan penghasilannya, ia sebenarnya masih mampu menyewa kamar kos sederhana dan hidup mandiri.

Sayangnya, setiap kali tabungannya hampir cukup untuk pergi, uang itu selalu diambil Kania atau Gladis dengan berbagai alasan. Seolah mereka tahu Evelyn sedang berusaha melepaskan diri.

Bibirnya yang kering dan pecah-pecah terasa perih saat ia bergerak. Dengan menahan sakit, Evelyn bangkit dan mengunci pintu kamar.

Dengan menahan sakit, Evelyn bangkit dan mengunci pintu kamar. Biasanya ia akan mengobati lukanya terlebih dahulu, tetapi malam ini tubuh dan pikirannya sudah terlalu lelah.

Saat hendak berbaring, ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari sahabatnya masuk.

Ting!

Evelyn membuka ponsel dan menemukan sahabatnya mengirim foto liburannya di Bali. Dia juga mengirim foto berbagai masakan di meja makan rumahnya.

[Itu foto liburanku kemarin yang kau minta. Bagus, kan? Kapan kita akan liburan kesana juga, hehe?]

[Lihat, Evelyn. Aku sudah pandai memasak sepertimu. Terimakasih sudah mengajariku, suamiku menyukai masakanku.]

Evelyn jadi menipiskan bibir dengan hatinya berdenyut iri.

"Jika saja aku punya suami, aku pasti punya rumah sendiri dan bebas dari Tante Gladis dan Kak Kania, kan?" gumam Evelyn lirih.

Pikiran sederhana itu membuat dadanya terasa hangat untuk sesaat. Evelyn lalu meletakkan ponselnya, menarik selimut hingga ke leher, dan memejamkan mata.

Tak butuh waktu lama sampai Evelyn terlelap. Namun, beberapa saat kemudian, suara benda jatuh membangunkannya.

Kening Evelyn mengernyit. Dalam keadaan setengah sadar, ia membuka mata dan melirik jam dinding.

Pukul dua belas malam.

Evelyn baru saja hendak bangkit ketika pandangannya jatuh ke sudut kamar.

Tujuh pria asing berdiri di sana.

Jantung gadis itu mencelos. Ia refleks mundur hingga punggungnya membentur kepala ranjang.

“Si-siapa kalian?!” tanya Evelyn dengan pundak bergetar ketakutan.

Salah satu pria melangkah maju dengan tenang.

“Kami datang untuk menjemputmu, istriku.” Pria itu berhenti sejenak, lalu mengoreksi ucapannya. “Ah, tidak. Maksudku, aku datang untuk menjemputmu, Evelyn Regina Ophelia... istri dari tujuh Raja Iblis.”

Evelyn terbelalak.

Istri tujuh raja iblis?!

Apa mereka ini gila?!

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
24
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status