BAB 17: Hadir Tanpa BersuaraSejak mengambil alih posisi Direktur Utama Investasi di Vance Group, hari-hari Shena dipenuhi rapat marathon, pemeriksaan berkas, dan penyelesaian akuisisi aset Pratama Group. Gedung kantor lantai lima puluh itu seolah menjadi rumah keduanya.Siang itu, jam sudah menunjukkan pukul dua. Shena masih berkutat di depan layar laptopnya. Berkas analisis risiko menumpuk tinggi di sisi kiri meja. Perutnya sebenarnya sudah lapar sejak sejam lalu, tetapi tumpukan dokumen menahannya untuk sekadar beranjak dari kursi.Pintu ruang kerjanya terketuk dua kali dengan ketukan khas. Adrian melangkah masuk.Pria itu tidak membawa berkas atau laporan kerja. Di tangannya, ada sebuah nampan berisi semangkuk sup ayam hangat, nasi putih, dan secangkir teh chamomile panas."Makan dulu," ujar Adrian santai seraya meletakkan nampan itu di sudut meja Shena yang agak lengang.Shena menengadah, mengusap pelipisnya yang agak pening. "Aku belum pesan makanan, Adrian.""Saya yang pesankan
최신 업데이트 : 2026-09-03 더 보기