Sebelum pensiun, Michelle adalah wakil rektor di salah satu akademi seni ternama dalam negeri, sekaligus seorang musisi terkenal. Bertahun-tahun berkecimpung di dunia seni, cara bicara, tindakan, dan perilakunya selalu mengedepankan keanggunan. Demi menjaga citra di hadapan publik, dia jarang sekali berbicara keras apalagi sampai emosi meledak-ledak.Perkecualian hanya terjadi saat dia berhadapan dengan putri kandungnya sendiri, Tania.Tania ciut melihat raut wajah ibunya, dia langsung mundur satu langkah ketakutan. "Bu, pelankan suaranya sedikit, nanti Ezra kaget."Michelle baru teringat kalau Ezra masih membaca buku di dekat sana. Dia buru-buru menoleh. Saat melihat bocah itu cuma memiringkan kepala menatap ke arah mereka tanpa menunjukkan rasa takut, barulah dia bernapas lega. "Ezra, nggak apa-apa kok. Nenek cuma lagi ngobrol sama Tante, kamu lanjut baca bukumu ya.""Nenek sama Tante ngobrolnya pelan-pelan sedikit dong," gerutu Ezra sambil mengerutkan alis kecilnya, lalu lanjut memb
Baca selengkapnya