7 Tahun Tanpa Cinta, Usai Cerai Dikejar Bos Besar

7 Tahun Tanpa Cinta, Usai Cerai Dikejar Bos Besar

작가:  Bintang Saku방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
50챕터
39조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Menikah selama tujuh tahun, Kevin Ardika tidak pernah sekali pun membawa Grace Samora menghadiri acara publik, tapi dia malah menggelar pernikahan dengan mahasiswinya sendiri. Ibu mertua dan anaknya tidak hanya menghadiri acara itu bersama-sama, juga mengusirnya tanpa ampun sedikit pun. Suaminya menyuruhnya meminta maaf, ibu mertuanya menganggap dirinya memalukan, anaknya bahkan tidak menginginkannya lagi sebagai seorang ibu. Grace yang kembali dicampakkan oleh keluarganya akhirnya berpikir jernih, memutuskan untuk mencintai dirinya sendiri dengan baik. Status Nyonya Ardika tidak akan dia jalani lagi, dia tidak menginginkan anaknya lagi juga. Kevin sangat yakin, Grace yang dulu tidak segan-segan naik ke ranjangnya demi bisa menikah dengannya, tidak akan bisa bertahan hidup kalau kehilangan status sebagai Nyonya Ardika. Namun, dia tidak tahu bahwa istri yang selalu dia remehkan itu bukan hanya seorang genius di dunia akademis yang sanggup menghancurkan seluruh keluarganya, juga memiliki deretan pengagum hebat di sekelilingnya. Saat kesalahpahaman terkuak dan kenyataan terungkap, Kevin pun panik setengah mati, tapi sisi Grace sudah dikuasai secara erat oleh pria kelas atas yang kata-katanya tidak pernah bisa dibantah. Seiring dengan terungkapnya identitas Grace satu per satu, hal itu kembali memancing rasa iri dan waspada dari putri kandung keluarga kaya raya itu. Namun, mereka tidak tahu bahwa Grace yang dikira putri palsu ini justru merupakan satu-satunya ahli waris tunggal dari keluarga kaya raya tersebut. Belakangan, sang mantan suami yang menyesal setengah mati menangis pilu, "Grace, aku menyesal, ayo kita rujuk lagi." Grace, "Mantan bajingan, menjauh sana." Anaknya, "Ibu, Ibu udah nggak mau sama aku lagi ya?" Grace, "Maaf ya, kamu beneran bukan anakku." Lukman, "Sayang, gimana kalau kita bikin anak sendiri aja?" Grace, "Hehe, kamu masih dalam masa percobaan."

더 보기

1화

Bab 1

"Halo, apa benar ini Nyonya Ardika? Saya Nathan dari wedding organizer, ada beberapa detail acara pernikahan yang mau saya konfirmasi dengan Nyonya."

Tangan Grace Pangestu yang sedang mengaduk sup terhenti. Hari ini perasaannya sedang bagus, dia pun menjawab sambil tersenyum, "Saya memang Nyonya Ardika, tapi saya udah nikah sama Tuan Kevin selama 7 tahun. Belakangan ini kami nggak ada rencana buat rayain pesta pernikahan."

Pihak lawan bicara tertegun sejenak, lalu memastikan lagi, "Masa saya salah sambung? Apa Anda istri dari Tuan Kevin Ardika, Nyonya Jessica Kusuma?"

Klak ....

Sendok di tangan Grace terjatuh ke lantai. Telinganya berdengung hebat mendengar ucapan pria itu.

"Halo? Masih mendengarkan? Apa benar Anda Nyonya Jessica?"

Wajah Grace pucat pasi. "Saya ... saya bukan ...."

"Maaf, kalau begitu sepertinya saya salah sambung." Setelah minta maaf, pria itu langsung mematikan telepon.

Namun, Grace sama sekali tidak bisa tenang, karena suaminya memang bernama Kevin.

Dia menikah dengan Kevin di usia 21 tahun, sudah resmi terikat pernikahan selama 7 tahun, bahkan memiliki seorang putra berusia 6 tahun.

Nama Jessica pun tidak asing baginya, wanita itu adalah mantan mahasiswa Kevin yang sekarang bekerja di laboratorium perusahaan milik suaminya.

Dia sudah berkali-kali mendengar nama Jessica dari mulut Kevin. Hanya pujian yang keluar setiap kali topik itu muncul.

Grace tidak percaya telepon ini masuk ke ponselnya tanpa alasan. Terlebih lagi, pria tadi dengan tepat menyebutkan nama Kevin dan Jessica.

Pukul 10 malam, di ruang tamu yang begitu luas, Grace duduk sendirian di atas sofa. Dia sedang menunggu Kevin. Selama menunggu, dia sudah menelepon suaminya beberapa kali, tapi tidak ada yang diangkat.

Akhirnya, saat mendekati pukul 11, dia menerima telepon balasan dari Kevin.

Sebelum Grace sempat bersuara, suara Kevin yang dingin, berat, dan sarat akan ketidaksabaran sudah terdengar dari gagang telepon. "Aku lagi sibuk banget, kamu bisa sedikit dewasa nggak, sih!"

Dada Grace terasa sangat sesak. Dia tidak tahu sejak kapan dirinya berubah menjadi istri yang "tidak dewasa" di mata suaminya.

"Kamu malam ini pulang nggak?" tanyanya pelan.

"Nggak pulang, akhir pekan ini aku harus dinas luar kota, malam ini tidur di kantor aja."

"Kamu butuh aku ...."

Grace baru saja hendak menanyakan apakah Kevin membutuhkannya untuk menyiapkan beberapa pakaian lalu mengantarkannya ke sana, tapi saat itulah, samar-samar terdengar suara wanita dari balik telepon.

"Pak, cepatan, pihak wedding organizer-nya ...."

"Udah ya, aku nggak bisa ngobrol dulu. Beberapa hari ini aku sibuk banget, jangan ganggu aku sama urusan rumah."

Sebelum Grace sempat mendengar seluruh ucapan wanita itu, Kevin sudah mematikan telepon.

Meski begitu, dia tetap mendengar kata wedding organizer dengan sangat jelas.

Rasa dingin yang menusuk perlahan menjalar dari dasar hatinya hingga ke seluruh ujung jemarinya.

Saat fajar menyingsing, Grace sudah duduk dalam mobil menuju kota sebelah.

Dia tidak tidur semalaman. Matanya merah dan sembap, wajahnya lesu, serta tatapannya terpaku cemas ke luar jendela.

Setelah semalaman kalut dalam pikirannya sendiri, dia tetap memutuskan untuk menyaksikan sendiri kebenaran dari pernikahan ini.

Alamat ini dia dapatkan dari nomor lain yang dia gunakan untuk menelepon balik pihak wedding organizer dengan dalih berkonsultasi. Tanpa curiga, mereka langsung memberitahukan lokasinya.

Di tengah lamunannya, sebuah panggilan dari nomor yang sudah lama tidak mengontaknya masuk.

Grace menatap nama yang tertera di layar. Setelah terdiam beberapa detik, dia baru mengangkatnya.

"Kak." Suaranya terdengar agak serak, tenggorokannya terasa kering dan sakit.

"Grace, baguslah kamu mau angkat teleponku." Nada suara di seberang sana terdengar sangat gembira. "Kamu pasti tahu tujuanku hubungi kamu, jadi aku nggak usah berbelit-belit lagi. Lembaga penelitian benar-benar butuh kamu sekarang. Asal kamu mau kembali, posisi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan bakal aku kasih ke kamu, gimana?"

Suasana hati Grace sedang jelek, suaranya pun terdengar datar. "Kak, di lembaga penelitian udah ada kamu dan profesor yang mimpin, ada atau nggak adanya aku balik ke sana, nggak akan berpengaruh banyak."

Orang di seberang telepon mulai panik. "Mana bisa nggak berpengaruh! Laboratorium Kristal Kuantum itu kamu yang dirikan dari nol, kamu tahu sendiri seberapa pentingnya penelitian ini di bidang kita. Lagian, posisi Kepala Pusat itu dari awal memang punya kamu, kalau aja 7 tahun lalu kamu nggak .... Yah, aku cuma gantikan kamu sementara, masa kamu tega biarin aku gantikan kamu selamanya?"

Pikiran Grace saat ini sedang sangat kacau. Kondisi tubuhnya yang tidak tidur semalaman membuatnya tidak sanggup berpikir maupun menjawab pertanyaan apa pun.

"Kak, aku pikir-pikir dulu baru kasih jawaban, ya."

Kota kecil itu tidak luas, Grace dengan cepat menemukan hotel tempat pernikahan berlangsung, yang juga merupakan satu-satunya hotel mewah di kota tersebut.

Di lobi hotel, terpampang sebuah foto pernikahan sepasang pengantin.

Di foto itu, pengantin wanita berparas manis dengan senyum yang merekah cerah. Siapa pun bisa melihat betapa bahagianya wanita itu dan betapa dia mencintai pengantin prianya.

Tatapannya kemudian bergulir dari pengantin wanita ke pengantin pria. Wajah tampan yang persis sama dengan suaminya, Kevin, seketika menusuk matanya hingga terasa sangat perih.

"Kamu siapa, ya?" Sepasang suami istri paruh baya berjalan mendekat. Pria paruh baya di antaranya menatap Grace dengan penuh kewaspadaan. "Sudah berdiri lama sekali di depan foto pernikahan putri dan menantuku, kamu mau menghadiri acara pernikahan ini?"

Putri dan menantu?

Rupanya mereka adalah orang tua Jessica, Lukas dan Maria.

"Aku mau cari Kevin, aku ini ...."

"Oh, kamu kerabat dari pihak Kevin, ya!"

Ucapan Grace dipotong oleh ayah Jessica. Pria itu mengira Grace adalah kerabat dari pihak pengantin pria.

Namun, ucapan itu tidak sepenuhnya salah. Dia memang kerabatnya, hanya saja bukan kerabat jauh yang tidak jelas asal-usulnya, melainkan istri sah Kevin.

"Iya." Grace mengangguk.

Mendengar jawaban itu, senyum langsung terukir di wajah Lukas dan Maria. Maria bahkan dengan ramah merangkul lengan Grace. "Kok datangnya telat banget, ayo cepat masuk, acaranya udah mau mulai."

Setelah bicara begitu, Grace hanya bisa pasrah membiarkan Lukas dan Maria menuntunnya berjalan menuju ruang jamuan.

Di sepanjang jalan, Maria tidak berhenti berceloteh, "Aku kasih tahu ya, kami suka banget sama Kevin jadi menantu kami. Selain ganteng dan berpendidikan tinggi, latar belakang keluarganya juga bagus. Benar-benar nggak ada celanya sama sekali. Puas banget Jessica bisa nikah sama dia."

Grace menatap hampa wajah berkerut Maria yang dipenuhi kebahagiaan. Dia bisa melihat bahwa wanita ini benar-benar gembira. "Kevin perlakukan Jessica dengan baik, ya?"

"Baik banget! Nggak cuma sama Jessica, sama keluarga kami juga nggak ada duanya." Kali ini Lukas yang bersuara dengan nada bangga yang tidak bisa disembunyikan, "Belum lama ini dia baru aja bantu adiknya Jessica dapat pekerjaan. Terus rumah kami juga dibantu bangun sama Kevin. Perabotan di dalamnya juga Kevin yang beliin, semuanya barang impor."

"Bulan lalu perutku sakit, Jessica nggak tenang kalau berobat di rumah sakit kota kecil, jadi Kevin juga yang bantu hubungi rumah sakit besar di ibu kota provinsi. Dia nemenin Jessica bolak-balik ngurus semuanya, dapat kamar VIP, terus nyariin dokter spesialis utama buat meriksa aku." Maria melanjutkan ceritanya.

"Kamu masih ngomongin itu, padahal cuma gara-gara salah makan aja, tapi hebohnya kayak mau mati." Lukas mengomel kesal pada istrinya, tapi ekspresi di wajahnya tetap menyiratkan kebanggaan.

Lengan Grace yang dirangkul oleh Maria mendadak kaku.

Dia teringat bulan lalu, saat dia harus menjalani operasi pengangkatan tumor tiroid yang membutuhkan tanda tangan serta pendampingan dari keluarga inti. Dia jelas-jelas sudah memberi tahu Kevin jauh-jauh hari, suaminya pun berjanji akan mengatur waktu untuk menemaninya.

Namun, pada hari operasi, pria itu tidak kunjung muncul. Telepon darinya kalau tidak ditolak, ya tidak diangkat.

Pada akhirnya Grace menandatangani surat persetujuan itu sendiri. Selama tiga hari masa pemulihan pasca operasi, dia hanya bisa mengandalkan perawat sewaan yang dicarikan secara mendadak oleh pihak rumah sakit.

Setelahnya, saat dia mempertanyakan alasan Kevin tidak datang ke rumah sakit, Kevin hanya menjawab bahwa hari itu dia sedang mendampingi seorang senior yang sangat penting untuk berobat.

Saat ditanya lebih lanjut, pria itu mulai menunjukkan ketidaksabarannya. "Grace, kamu bisa dewasa dikit nggak, sih! Cuma operasi tiroid doang, nggak bakal bikin mati juga! Kamu tahu nggak seberapa sibuknya pekerjaanku? Lagian aku 'kan udah kasih kamu uang buat bayar perawat!"

Melihat Lukas dan Maria yang tampak begitu berseri-seri, hati Grace dihinggapi rasa sakit yang menusuk secara bertubi-tubi.

Rupanya, sosok senior penting yang dimaksud Kevin hari itu adalah ibunya Jessica ....

Lukas dan Maria masih ingin melanjutkan obrolan mereka, tapi staf wedding organizer datang menghampiri dan mendesak mereka untuk segera masuk karena prosesi pernikahan akan segera dimulai.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
50 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status