Saat aku terbangun, Dalton sedang berjaga di sisi ranjangku.Menyadari aku telah sadar, dia terdiam sejenak sebelum bangkit, menuangkan segelas air, lalu menyodorkannya kepadaku.Saat tatapanku bertemu dengan sorot matanya yang penuh perhatian, aku hampir mengira dia telah kembali menjadi Dalton yang selalu berada di pihakku.Namun detik berikutnya, dia membalikkan telapak tangan dan memperlihatkan pil putih yang sangat kukenal.Suaraku tercekat, disertai nada memohon, “Bisakah ... kali ini aku tidak minum obat?”Dalton terdiam sesaat, lalu langsung menyodorkan pil itu ke bibirku.“Filly, jadilah anak baik.”Aku terdiam beberapa saat. Pada akhirnya, aku mendongakkan kepala dengan pasrah dan menelan pil itu.Air mata mengalir dari sudut mataku, sementara rasa pahit di mulut semakin memenuhi lidahku.Sejak aku berusaha mati-matian membongkar tipu daya Shea, semua orang menganggapku wanita gila yang dipenuhi rasa iri.Hanya Dalton yang berkata bahwa aku hanya kekurangan vitamin tertentu s
Baca selengkapnya