Short
Dianggap Putri Palsu, Ternyata Aku Lebih Terhormat

Dianggap Putri Palsu, Ternyata Aku Lebih Terhormat

By:  WanaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di reinkarnasiku yang ke-99, aku memutuskan berhenti memusuhi Shea, putri kandung Keluarga Galore. Aku dengan sukarela menerima semua fitnah yang ditujukan kepadaku dan memilih menjauh dari kedua sahabat masa kecilku. Aku terus meyakinkan diri bahwa semua ini tidak masalah. Setidaknya masih ada Dalton Dallas yang berdiri di pihakku. Namun, pada pesta ulang tahun Shea, gaun yang dikenakannya tiba-tiba melorot hingga hampir membuatnya terekspos. Dalton segera menariknya ke dalam pelukan dan untuk pertama kalinya meluapkan amarah kepadaku, “Kamu tidak sadar bahwa dirimu hanyalah putri palsu yang diadopsi? Dengan statusmu itu, apa hakmu bersaing dengan Shea?!” Namun, yang tidak pernah dia ketahui adalah ... setiap kali aku mencoba membongkar kebohongan Shea, semua orang yang paling berharga bagiku akan menemui ajal dengan cara yang sangat mengenaskan. Pada kehidupan pertama, sahabat masa kecilku, Edo, tewas tergilas truk hingga kepalanya hancur. Di kehidupan kedua, kakakku, Brian, jatuh dari gedung tinggi dan tubuhnya remuk berkeping-keping. Dan di kehidupan ketiga, tunanganku, Dalton, terjebak di tengah kobaran api dan terbakar hidup-hidup .... .... Sahabat masa kecil dan kakakku melemparkanku ke danau. Aku tidak bisa berenang dan tersedak air hingga wajahku dipenuhi air mata. Namun, sekeras apa pun aku memohon pertolongan, mereka tetap tidak bergeming. Ketika kesadaranku benar-benar menghilang, mereka baru mengangkatku dari danau. Dalam keadaan setengah sadar, aku mendengar percakapan mereka, “Sepertinya dia sudah benar-benar menurut. Dengan begitu, Dalton tidak perlu lagi menghipnotisnya. Aku bahkan sempat khawatir obat-obatan itu akan merusak otaknya.” “Otaknya pasti memang mengalami sedikit kerusakan ... tetapi tidak ada pilihan lain. Dia hanyalah putri palsu. Jika tidak mengalah kepada Shea, cepat atau lambat dia pasti akan diusir dari Keluarga Galore.” Akhirnya aku mengerti. Tidak pernah ada yang namanya terlahir kembali. Selama ini ... aku hanya dihipnotis. Namun, aku juga tidak harus terus menjadi putri palsu Keluarga Galore. Karena ... aku juga memiliki keluargaku sendiri.

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat aku terbangun, Dalton sedang berjaga di sisi ranjangku.

Menyadari aku telah sadar, dia terdiam sejenak sebelum bangkit, menuangkan segelas air, lalu menyodorkannya kepadaku.

Saat tatapanku bertemu dengan sorot matanya yang penuh perhatian, aku hampir mengira dia telah kembali menjadi Dalton yang selalu berada di pihakku.

Namun detik berikutnya, dia membalikkan telapak tangan dan memperlihatkan pil putih yang sangat kukenal.

Suaraku tercekat, disertai nada memohon, “Bisakah ... kali ini aku tidak minum obat?”

Dalton terdiam sesaat, lalu langsung menyodorkan pil itu ke bibirku.

“Filly, jadilah anak baik.”

Aku terdiam beberapa saat. Pada akhirnya, aku mendongakkan kepala dengan pasrah dan menelan pil itu.

Air mata mengalir dari sudut mataku, sementara rasa pahit di mulut semakin memenuhi lidahku.

Sejak aku berusaha mati-matian membongkar tipu daya Shea, semua orang menganggapku wanita gila yang dipenuhi rasa iri.

Hanya Dalton yang berkata bahwa aku hanya kekurangan vitamin tertentu sehingga emosiku menjadi tidak stabil.

Dalton adalah seorang psikiater. Dia sendiri yang meracik pil-pil itu untukku, lalu dengan lembut membujukku agar meminumnya setiap hari, tanpa pernah terlewat.

Aku sampai berkali-kali meragukan diriku sendiri.

Apakah semua yang kulihat selama ini hanyalah khayalan yang lahir dari rasa iri terhadap Shea?

Namun kini aku tahu ... itu sama sekali bukan vitamin. Melainkan obat yang dia berikan kepada pasien-pasiennya.

Demi mencegahku menjadi “putri palsu yang kejam”, dia rela menghancurkan kewarasanku sedikit demi sedikit, membuat pikiranku kacau dan kesadaranku kabur.

Mungkin karena kesedihanku terlihat jelas, secercah rasa tidak tega melintas di wajah Dalton. Dia mengusap lembut puncak kepalaku untuk menenangkanku.

“Aku berjanji. Selama mengalah pada Shea, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi minum obat, bagaimana?”

Tiba-tiba semuanya terasa sangat lucu.

Aku menatapnya dan mengingatkan dengan suara pelan, “Itu bukan obat, kan? Hanya vitamin untuk menstabilkan emosi?”

Tangan Dalton langsung membeku. Seolah dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

Sebelum sempat memikirkan lebih jauh, terdengar suara dari arah pintu.

Begitu melihat Edo dan kakakku masuk sambil membawa Shea, kehangatan di atas kepalaku segera menghilang.

Dengan mata memerah, Shea berjalan menghampiriku. Air matanya menggantung di pelupuk mata, seolah bisa jatuh kapan saja.

“Maaf, Kak. Semuanya sudah jelas. Ternyata penata busananya yang salah saat memperbaiki gaunku. Ini sama sekali bukan salah Kakak.”

“Edo, Kakak ... saat itu mereka terlalu panik sehingga melemparkanmu ke danau. Cepat minta maaf kepada Kak Filly.”

Keduanya benar-benar meminta maaf sesuai permintaannya.

Namun mereka tetap tidak bisa menahan diri untuk berkata, “Maaf ... tetapi semua karena selama ini kamu sudah terlalu banyak berbuat jahat. Kami hanya refleks!”

“Walaupun bukan ulahmu, semua yang pernah kamu lakukan terhadap Shea sudah cukup membuatmu pantas dilempar ke danau 100 kali!”

“Hei! Ada apa dengan kalian berdua? Bukankah sudah kubilang minta maaf yang benar?!”

Ketiganya kembali bercanda dan saling menyalahkan.

Namun pikiranku justru teringat pada sebuah candaan yang pernah beredar di kalangan kami.

Mereka berkata ... Dalton adalah seorang ksatria, Brian adalah kakak yang sangat memanjakan adiknya.

Sedangkan Edo adalah seekor anjing gila milik Filly. Siapa pun yang kutunjuk akan digigitnya dan dia hanya mendengarkan perkataanku.

Namun sekarang ... tatapan mereka kepadaku dipenuhi kebencian yang begitu nyata.

Aku bahkan tidak lagi bisa membedakan apakah mereka hanya sedang berpura-pura ... atau setelah bersama Shea setahun terakhir, hati mereka benar-benar telah berpihak kepadanya.

Kalau begitu ... apa arti persahabatan dan kasih sayang yang telah kami bangun sejak kecil?

Aku menundukkan kepala, menyembunyikan gejolak dalam hatiku.

Shea tiba-tiba menggenggam erat tanganku dengan wajah penuh harap, “Malam ini kami masih ada acara kumpul bersama. Kakak juga ikut, ya?”

“Kak Dalton, bantu aku membujuk Kak Filly. Aku benar-benar ingin Kakak ikut.”

Sebelum sempat menolak, Dalton sudah lebih dulu mengangguk sambil tersenyum menyetujui permintaannya. Kemudian dia menoleh padaku dan melemparkan tatapan penuh peringatan.

Aku pun menelan kembali kata-kata penolakanku.

Sudahlah. Anggap saja ini sebagai jamuan perpisahan.

Mereka masih belum tahu ... keluargaku yang sebenarnya telah menemukanku.

Mulai sekarang, aku tidak perlu lagi hidup sebagai putri palsu yang mereka benci.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status