Suara derit konstan dari monitor detak jantung berdengung lemah di dalam ruangan VVIP Rumah Sakit Grand Medika. Bau antiseptik yang tajam menyeruak, menusuk indra penciuman seorang pria tua yang terbaring kaku di atas ranjang bermotor paling canggih. Seprai sutra yang menyelimutinya terasa begitu dingin, dingin yang sama seperti jiwanya selama puluhan tahun terakhir.Di usianya yang ke delapan puluh, Arkan Renata,pria yang dikenal dunia sebagai 'Ren', orang terkaya nomor satu di kota itu, pemilik konglomerasi raksasa Renata Group meratapi kesendirian di hari tuanya.Di luar pintu kaca yang kedap suara, belasan pengacara berjas tebal, manajer aset, dan jajaran direksi berkumpul seperti burung pemakan bangkai. Mereka menantikan napas terakhirnya demi memperebutkan kekayaan yang nilainya sanggup membeli beberapa negara kecil. Namun, di dalam ruangan ini, tidak ada satu orang pun yang menangisinya dengan tulus.Ren memejamkan mata. Otaknya yang menyusut tidak lagi memikirkan saham
Huling Na-update : 2026-08-03 Magbasa pa