BAB 41Memilih Menikmatinya####Hari berikutnya, Elena datang ke rumah Naya seperti biasa. Sejak pertama kali mengajar gadis itu, dia memang sudah terbiasa dengan suasana rumah yang terlalu besar untuk hanya diisi dua orang. Ruang tamunya luas, perabotannya mahal, tetapi hampir selalu terasa sepi. Bahkan suara langkah kaki pun terdengar jelas karena tidak banyak aktivitas di dalam rumah itu. Naya sudah menunggu di ruang belajarnya. Buku matematika terbuka di atas meja, tetapi gadis itu justru sibuk memainkan ponselnya. Elena meletakkan tas di kursi lalu menatap buku yang sama sekali belum disentuh. “Udah belajar?” Naya mengangkat wajah. “Belum.” “Kenapa?” “Belum mood.” Elena menarik kursi di sebelahnya. “Kamu tahu nggak, kalau tiap hari nunggu mood datang, ujian kamu bisa keburu selesai duluan.” Naya mendengus sambil meletakkan ponselnya. “Aku benci matematika.” “Matematika juga nggak pernah bilang dia suka kamu.” Naya terdiam beberapa detik, lalu tertawa. “Bu Elena sekaran
Última actualización : 2026-10-01 Leer más