Malachi POV"Anda terlihat marah, Tuan Malachi. Tadi adik Anda, ya?"Suara Rosa yang dibuat seksi menarik perhatianku begitu aku baru melangkah masuk ke ruangan."Benar," jawabku singkat, menutup pintu di belakangku."Anda tidak mengunci pintunya kembali? Bagaimana kalau adik Anda datang lagi?" komentar Rosa, seolah dia berhak ikut campur dalam urusanku."Tutup mulutmu," balasku kesal. "Karena aku menjawab satu pertanyaanmu, kau kira sudah cukup dekat denganku?"Wanita itu otomatis menundukkan kepala. Tubuhku lelah, dan aku hanya ingin sedikit bersenang-senang. Tapi kenapa selalu begini, setiap wanita yang kubayar mahal justru bersikap tidak tahu aturan, dan senang ikut campur melebihi batas."Maafkan saya, Tuan. Silakan duduk, biar saya yang melayani Anda dengan baik."Rosa melangkah mendekat, jari-jari jari lentiknya menempel di dadaku, bergerak turun perlahan seakan ingin meredakan ketegangan di tubuhku."Sekarang aku mengerti kenapa kamu jadi pelacur kelas atas di tempatmu bekerja
Last Updated : 2026-09-04 Read more