Dua tahun berlalu lagi. Aku kembali melihat Vincent di sebuah restoran di Romila.Restoran itu berada di ujung sebuah jalan sempit. Pencahayaannya temaram, dan jarak antar meja dibuat cukup jauh.Aku sebenarnya tidak berencana datang ke sana.Daniel yang memilih tempat itu. Saat itu, dia sudah menjadi suamiku.Katanya, makanan di sana enak. Cocok untuk mengakhiri hari yang panjang.Ketika aku masuk, Vincent sudah duduk di dekat jendela. Dia melihatku lebih dulu sebelum aku menyadarinya.Tangannya terhenti di udara. Kini dia sudah terlihat jauh lebih tua.Sebagian besar rambutnya telah memutih. Lengan kemejanya digulung hingga siku, memperlihatkan sebuah bekas luka panjang di pergelangan tangannya.Luka lama yang sudah sembuh, tetapi cukup dalam untuk meninggalkan bekas yang jelas.Dia tampak seperti seseorang yang berkali-kali dihantam kehidupan, lalu dengan susah payah bangkit kembali.Vincent berdiri dan berjalan menghampiriku. Namun, dia berhenti beberapa langkah dariku.Aku memperk
Leer más