Short
Pengantin yang pergi Sebelum Cinta Terucap

Pengantin yang pergi Sebelum Cinta Terucap

Por:  MichelleCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Capítulos
3vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Saat aku memutuskan untuk meninggalkan Vincent, aku melakukan tiga hal. Pertama, aku membatalkan laporan kehamilan yang semula hendak aku kirim kepadanya, lalu menggantinya dengan pesan putus yang sudah dijadwalkan untuk terkirim. Kedua, aku menelepon butik pengantin dan membatalkan pesanan gaun pengantin yang dibuat khusus untukku. Aku sudah tiga kali datang untuk mengukur lingkar tubuh. Aku sudah menunggunya selama lima bulan. Tapi aku tidak pernah mengenakannya dan aku tidak akan pernah mengenakannya. Ketiga, aku menelepon Profesor Helena dan menerima tawaran yang seminggu lalu aku tolak. Program penelitian medis selama delapan tahun. Semuanya benar-benar dirahasiakan. Tanpa kontak apa pun dengan dunia luar. Sebelum dia sempat melamarku seperti yang telah direncanakannya, aku sudah menghilang sepenuhnya dari hidup dia. Dia tidak pernah menyadari bahwa ketika dia membiarkan Caroline menggantikanku dalam gladi bersih pernikahan dan menghabiskan sepanjang malam di luar, aku diam-diam sedang menghapus setiap jejak keberadaanku, selangkah demi selangkah. Aku menjadi istri yang selama ini selalu dia inginkan: masuk akal, murah hati, dan tidak pernah ambil pusing. Namun setelah aku benar-benar pergi, dia kehilangan kendali dan bertanya kepadaku, “Kenapa kamu nggak marah? Apa kamu sudah nggak mencintaiku lagi?” Aku tidak menjawab. Aku hanya teringat pesan-pesan suara bernada genit yang pernah dikirim Caroline kepadanya, pesan-pesan yang aku dengar dari ponselnya. Lalu dengan tenang, aku menekan nomor yang akan membawaku pergi.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

“Kaira, kamu yakin dengan keputusan ini?” Suara Profesor Helena Shaw terdengar serius. “Program ini berlangsung selama delapan tahun. Begitu kamu masuk ke fasilitas penelitian, kamu nggak akan bisa keluar. Kamu juga nggak diperbolehkan untuk menghubungi siapa pun di luar sana.”

Aku berdiri di luar butik pengantin pribadi milik Keluarga Graves. Melalui kaca etalase, aku melihat Caroline Hayes mengenakan gaun yang aku pesan, berpose untuk difoto bersama Vincent Graves. Kemudian Vincent melepaskan kalung milik nyonya Keluarga Graves dan memasangkannya di leher Caroline.

Kalung itu adalah pusaka keluarga. Sebuah rantai emas dengan batu permata biru tua, yang diwariskan dari ibu Vincent. Vincent pernah berjanji akan memasangkannya di leherku pada hari pernikahan kami.

Ada sesuatu yang terasa sesak di dadaku sesaat, lalu semuanya kembali tenang.

“Prof, aku sudah mengambil keputusan.” Suaraku terdengar tenang. “Bergabung dengan tim penelitian terbaik selalu menjadi impianku. Laboratorium dan data penelitian adalah bidang yang paling aku pahami.”

Profesor Helena pertama kali memberitahuku tentang program ini seminggu yang lalu.

Saat itu, aku baru saja menerima lamaran Vincent jadi aku belum siap melepaskan semuanya.

Sekarang, sudah tidak ada lagi yang perlu aku pertahankan.

Profesor Helena terdiam sejenak, lalu mengembuskan napas lega. “Aku akan mengurus semuanya. Waktunya cukup mepet. Sekitar seminggu lagi, pihak pusat penelitian akan mengirim seseorang untuk menjemputmu. Gunakan waktu ini untuk menyelesaikan semua urusan yang masih tersisa. Jangan tinggalkan penyesalan apa pun.”

Begitu aku menutup telepon, suara Caroline terdengar dari balik kaca.

“Vincent, gaun ini benar-benar cocok denganku? Nggak terlalu berlebihan kah?”

Gaun itu dibuat khusus oleh seorang desainer dari Mirela.

Aku sudah menunggunya selama lima bulan. Bahkan sekali pun aku belum pernah mencobanya.

“Cocok untukmu.” Suara Vincent tersirat sedikit nada geli. “Tapi apa Kaira akan keberatan? Ini kan gaun dia.”

Vincent kemudian berbalik dan melihatku. Ekspresinya sempat berubah sesaat, lalu kembali tenang. Dia melepaskan tangannya dari lengan Caroline dan mundur selangkah. “Pergi ganti. Biar Kaira yang coba.”

Caroline menunduk melihat gaun yang dikenakannya, jelas terlihat enggan melepaskannya.

“Aku boleh memakainya sedikit lebih lama? Kaira bisa memakainya kapan saja. Mungkin ini satu-satunya kesempatan yang akan pernah aku dapat.”

“Jangan konyol.” Vincent mencubit pipinya. “Kalau nanti kamu menemukan orang yang tepat, kamu juga akan punya gaunmu sendiri.”

“Tapi nggak ada yang bisa dibandingkan denganmu.”

Mereka sama sekali tidak berusaha mengecilkan suara. Vincent pasti menyadari keberadaanku, karena dia berbalik dan menjelaskan, “Aku hanya mengambil beberapa foto dengannya. Jangan dibesar-besarkan.”

Kalau ini terjadi seminggu yang lalu, aku mungkin akan langsung masuk dan menarik Caroline keluar dari gaun itu dengan tanganku sendiri. Aku bahkan mungkin akan melepaskan kalung itu dari lehernya.

Namun aku akan pergi dalam waktu seminggu, tidak ada gunanya lagi bertengkar untuk hal seperti ini.

Aku tersenyum dan berkata ringan, “Hanya sebuah gaun. Kalau dia suka, kasih dia saja. Kalung itu juga, kalau dia mau. Aku masih punya pekerjaan di laboratorium. Aku pergi dulu.”

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
11 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status