Pertanyaan balik Keisha yang dilontarkan dengan begitu ringan, dingin, dan sarat sindiran tajam itu langsung menghantam hati Omar.Bibir tipisnya terkatup rapat. Aura dingin di sekelilingnya seolah membeku, sementara dia terdiam untuk waktu yang lama.Tanpa bisa dikendalikan, ingatannya kembali melayang pada kejadian tiga hari sebelumnya.Saat itu, mata Keisha dipenuhi kepedihan dan keputusasaan. Suaranya serak dan bergetar ketika dia mempertanyakannya kata demi kata."Omar, apa kamu yang mencuri seluruh hasil penelitian dan pengembangan obat baruku, lalu menyerahkannya pada dia?"Menurut Omar, itu bukan masalah besar. Hanya sebuah proyek. Nanti, dia bisa memberi Keisha proyek lain yang lebih baik.Lagi pula, selama beberapa tahun terakhir, seluruh perhatian Keisha selalu tertuju pada tim penelitiannya, bahkan sampai membuatnya merasa cemburu.Karena itu, ketika Nadine memintanya, Omar langsung menyetujuinya.Namun, saat mengingat kembali mata Keisha yang merah dan hancur kala itu, ras
Leer más