Namun, rasa ketagihannya benar-benar terlalu besar. Setiap hari, tanpa kenal tempat, tanpa peduli situasi maupun kondisi.Kemudian, karena sudah tak tahan lagi, dia memilih mengundurkan diri dari kampus dan memintaku untuk ikut juga.Awalnya aku menolak. Aku tak mau merusak masa depan hanya demi berpacaran.Di zaman sekarang, tidak lulus kuliah itu sungguh memalukan. Sampai akhirnya dia menyodorkan sebuah kartu hitam berisi saldo 4 miliar padaku.Siapa sangka, selain tampan dan bertubuh kekar, ternyata dia juga kaya raya.Ya sudah, mengundurkan diri saja kalau begitu.Tak lama setelah mengundurkan diri dari kampus, kami pun menggelar pesta pernikahan.Hanya saja di malam pernikahan, setelah sesi bercinta yang hebat, aku baru saja tertidur dan malah terbangunkan oleh suara aneh di belakangku.Aku membalikkan badan, lalu memeluk lengan di sampingku dengan mata mengantuk dan bertanya, “Sayang, kamu lagi apain? Berisik sekali.”“Sayang, nggak apa-apa.” Dia merangkulku, lalu mengelus punggu
Magbasa pa