Share

Bab 2

Penulis: Goldhour
Menghadapi sikap pria itu yang terus memaksa, wanita itu pun kehabisan kata-kata. Detik berikutnya, matanya langsung berbinar begitu melihatku. Dia pun berlari menghampiriku.

“Sebenarnya aku ini lesbi, suka sesama wanita. Aku janjian denganmu hanya karena mengira kamu itu sedang membual. Lihat, pacarku sudah datang menjemput!”

Wanita itu berbisik pelan di telingaku, “Kak, tolong aku.”

Tanpa diduga, detik berikutnya dia langsung mengecup pipiku dengan keras, “Kamu sudah lihat sendiri, ‘kan? Cih!”

Setelah itu, dia menggandeng tanganku dan langsung lari, meninggalkan pria itu membeku di tempatnya.

Setelah berlari cukup jauh, wanita itu menceritakan kejadian sebenarnya.

Sudah setengah tahun dirinya tak melakukan hubungan intim. Lalu di aplikasi kencan, dia melihat seorang pria dengan nama ‘Dewa Dua Batang’.

Dia mengira pria itu hanya punya ukuran yang lebih besar dari orang biasa, jadi mereka janjian di area semak-semak untuk bercinta.

Tak disangka begitu bertemu, ternyata pria itu benar-benar siluman. Bukan hanya ukurannya yang luar biasa besar, tapi dia malah punya dua batang yang sebesar itu.

Mendengar hal itu, tenggorokanku langsung terasa kering. Wanita ini benar-benar tak tahu betapa beruntungnya dirinya. Alangkah baiknya kalau aku yang berada di posisinya.

Wanita itu mengucapkan terima kasih atas bantuanku dan menawarkan untuk mengantarku kembali ke asrama, tapi aku beralasan masih ada urusan lain.

Aku pun meninggalkannya dan buru-buru berlari kembali. Pria ini benar-benar pasangan yang sempurna untukku, tak boleh dilewatkan begitu saja!

Untungnya, pria itu belum pergi. Begitu mendekat, barulah aku mendengar dia sedang duduk di atas batu sambil memeluk lututnya dan menangis.

Aku menjelaskan padanya bahwa diriku hanya terpaksa berpura-pura membantu wanita tadi.

Pria itu pun memperkenalkan dirinya bernama Simon dan dia juga mahasiswa di kampus ini.

Tunggu, Simon? Aku mendekat dan memperhatikan wajahnya baik-baik. Bukankah ini pria idaman kampus?

Sebenarnya aku sudah lama memendam rasa padanya. Tapi sejak tahu kekurangan diriku sendiri, aku merasa minder dan tak berani berharap.

Tadi aku memang merasa pria ini sangat tampan, hanya saja tak mengenalinya karena kondisi yang gelap.

Simon pun memberitahuku rahasianya. Sejak kecil dia berbeda dari orang lain karena memiliki dua alat kelamin. Yang lebih parahnya adalah masing-masing alat kelaminnya mengidap kelainan ukuran raksasa.

Dulu dia pernah berpacaran, tapi setiap kali melepaskan celana, pacarnya pasti lari ketakutan. Setelah itu, dia menurunkan standarnya, tak punya pacar pun tak masalah, asalkan bisa bertemu melalui aplikasi kencan.

Tak disangka, percobaan pertamanya langsung ditolak mentah-mentah.

Dengan agak malu, dia berkata, “Sebenarnya aku termasuk setengah perjaka.”

Sambil berkata begitu, dia malah menyandarkan tubuhnya ke bahuku dan kembali menangis, seperti anjing berbulu yang besar.

Mencium aroma sabun mandi dari tubuhnya membuat hatiku berdebar hebat.

Dulu aku menganggapnya sebagai pria idaman yang mustahil untuk digapai.

Kini aku tahu bahwa dia memiliki rahasia yang sama memalukannya seperti diriku.

Dia punya dua dan ditolak orang lain, sedangkan diriku juga….

Bukankah ini artinya kami memang ditakdirkan bersama?

Bukan hanya parasnya yang tampan, tubuhnya juga sangat kekar. Dihajar oleh pria dengan wajah setampan ini pasti rasanya akan luar biasa nikmat.

Apalagi perpaduan antara ukuran raksasa dan saluran yang sempit ini, tentu saja adalah benturan yang sangat sempurna!

Aku terlalu asik memikirkannya, sampai tak sengaja menyenggol bagian bawah tubuhnya. Rasanya seperti tersengat listrik hingga seluruh tubuhku merinding.

Membayangkan dua benda berukuran raksasa yang tersimpan di balik celananya, rasanya aku ingin segera diseret olehnya ke dalam semak-semak untuk dieksekusi langsung.

Tiba-tiba, bel tanda lampu asrama padam berbunyi.

Aku langsung panik. Pengawas asrama kami sangat galak. Begitu bel berbunyi, tidak ada yang boleh masuk lagi atau mereka akan langsung menelepon wali dosen.

Jika di hari biasa, aku pasti sudah berlari secepat kilat untuk kembali.

Namun hari ini, aku tidak melakukan itu.

Sebaliknya, aku mengumpulkan keberanian dan menatap Simon, lalu berkata dengan malu-malu, “Kak, bel asramaku sudah berdering, aku nggak bisa masuk lagi. Boleh nggak aku menginap di asramamu semalam?”

Usai bicara, aku pun langsung menyesal. Mungkinkah dia menganggap aku wanita murahan?

Tak disangka, dia hanya terkejut sebentar, lalu mengangguk setuju.

Pada akhirnya, dia menemukan satu cara bagus. Siang harinya dia sempat menjemur gulungan kasur tipis dan selimut.

Jadi, dia menggulungku di dalam selimut itu, lalu mengapitku berjalan kembali menuju asramanya.

Siapa sangka, cara itu benar-benar berhasil mengelabui penjaga asrama.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Penderitaan Tersembunyi Gadis Berkelainan   Bab 7

    Steve dan Stevan adalah sepasang saudara kembar. Ibu mereka meninggal karena bunuh diri.Siapa sangka, ternyata alasan di balik bunuh diri itu adalah ibuku.Bertahun-tahun lalu, ayah Steve dan Stevan yang bernama Haris menggoda ibuku yang saat itu masih polos, bahkan menghamilinya.Karena hamil di luar nikah, ibuku menuntut Haris untuk menikahinya. Namun, Haris malah menghilang seperti ditelan bumi. Ibuku pun mengerahkan segala cara, hingga akhirnya berhasil menemukan rumahnya.Saat ibuku datang menuntut tanggung jawab, barulah ibu Steve dan Stevan tahu bahwa suaminya telah berselingkuh hingga menghamili wanita lain. Wanita itu bahkan datang menuntut pertanggungjawaban.Awalnya, ibuku mengira Haris hanya seorang pria bajingan yang tak bertanggung jawab. Setelah itu baru menyadari bahwa alasannya karena pria itu sudah menikah dan punya anak.Ibuku pun pergi dengan perasaan yang hancur.Sementara itu, ibu Steve dan Stevan sangat terpukul dan tak sanggup menerimanya. Hingga akhirnya neka

  • Penderitaan Tersembunyi Gadis Berkelainan   Bab 6

    Namun, rasa ketagihannya benar-benar terlalu besar. Setiap hari, tanpa kenal tempat, tanpa peduli situasi maupun kondisi.Kemudian, karena sudah tak tahan lagi, dia memilih mengundurkan diri dari kampus dan memintaku untuk ikut juga.Awalnya aku menolak. Aku tak mau merusak masa depan hanya demi berpacaran.Di zaman sekarang, tidak lulus kuliah itu sungguh memalukan. Sampai akhirnya dia menyodorkan sebuah kartu hitam berisi saldo 4 miliar padaku.Siapa sangka, selain tampan dan bertubuh kekar, ternyata dia juga kaya raya.Ya sudah, mengundurkan diri saja kalau begitu.Tak lama setelah mengundurkan diri dari kampus, kami pun menggelar pesta pernikahan.Hanya saja di malam pernikahan, setelah sesi bercinta yang hebat, aku baru saja tertidur dan malah terbangunkan oleh suara aneh di belakangku.Aku membalikkan badan, lalu memeluk lengan di sampingku dengan mata mengantuk dan bertanya, “Sayang, kamu lagi apain? Berisik sekali.”“Sayang, nggak apa-apa.” Dia merangkulku, lalu mengelus punggu

  • Penderitaan Tersembunyi Gadis Berkelainan   Bab 5

    Dia sangat mengerti wanita. Bisikan nakalnya terus mengalun di telinga, berpadu dengan gerakannya yang kasar dan bertenaga. Kenikmatan di tengah rasa malu itu terasa berkali-kali lipat lebih dahsyat.Dia pun terlihat sangat menikmati. Tak butuh waktu lama, suara decitan ranjang mulai bergema di asrama.Aku yang takut langsung mengingatkannya untuk agak pelankan suaranya. Namun, pria yang sudah dikuasai hasrat tak ada bedanya dengan seekor binatang buas. Bukannya memelankan gerakan, dia malah semakin liar tanpa kendali.Suaranya begitu nyaring, seolah-olah dunia hanya milik kami berdua.Alhasil, teman-teman sekamarnya terbangun dan langsung menyibak tirai ranjang kami dengan kasar.Aku menjerit ketakutan, lalu buru-buru menarik selimut untuk menutupi bagian intimku.Akhirnya, Simon panik juga. Dia menatapku dengan raut wajah bersalah.Teman-teman sekamarnya mulai bersorak, “Astaga! Simon, kamu hebat sekali! Kukira kamu itu pria dingin yang nggak mau pacaran sama siapa pun, ternyata mal

  • Penderitaan Tersembunyi Gadis Berkelainan   Bab 4

    Ah! Kok dia bisa bangun?Jantungku rasanya mau melompat keluar dari tenggorokan, tubuhku langsung membeku.Tolong! Aku siap mati, tapi tidak siap menanggung malu seperti ini.Tertangkap basah sedang berusaha mencicipinya, aku benar-benar tak bisa mencari alasan lagi.Kakak idaman ini pasti akan menganggapku wanita nakal yang liar.Meski kelainannya membuat orang tak ada yang mau bersamanya, dia tetap terlihat sangat dingin dan tenang, apalagi dia merupakan ketua himpunan mahasiswa. Dia pasti seorang pria sejati yang tak suka wanita murahan.Melihat aku melakukan hal tak tahu malu saat dirinya tertidur, dia pasti merasa sangat jijik denganku.Aku sangat menyesal, bisa-bisanya seburu-buru ini. Kok tak bisa pelan-pelan saja mengikuti alurnya?Padahal kalau pelan-pelan, mungkin saja aku bisa menjadi pacarnya. Pria yang begitu serasi denganku seperti ini tidak akan pernah bisa kutemukan lagi.Membayangkan kesempatan emas yang sangat langka ini hancur begitu saja, rasanya aku ingin membentu

  • Penderitaan Tersembunyi Gadis Berkelainan   Bab 3

    Setibanya di kamar asrama, dia meletakkan aku di atas ranjang, lalu menutup tirai ranjang dan pergi mandi.Aku memeluk bantalnya sambil menggeliat kegirangan, merasa sangat bahagia, hingga rasanya ingin meledak.Dari balik tirai yang kubuka sedikit, aku memperhatikan punggungnya yang tinggi dan tegap. Aroma maskulin yang kental seolah menusuk masuk ke dalam hidungku.Hasrat di bagian bawah tubuhku semakin menjadi-jadi. Tanpa sadar aku mencengkeram jari kaki, berusaha menahan rasa geli yang hampir membuatku gila.Karena sudah tak tahan lagi, aku menyentuhnya, hanya sekali saja, tapi diriku langsung kehilangan kendali dan membasahi ranjang dalam sekejap.Tolong! Bagaimana ini, aku malah membasahi sprei Simon. Mungkinkah dia menghukumku dengan keras karena hal ini? Lalu menyuruhku menungging dan menjambak rambutku, lalu….Semakin dipikirkan, pikiranku semakin liar. Meski sudah mengapit kedua kaki erat-erat, seluruh tubuhku tetap saja gemetaran.Dari dalam kamar mandi terdengar suara geme

  • Penderitaan Tersembunyi Gadis Berkelainan   Bab 2

    Menghadapi sikap pria itu yang terus memaksa, wanita itu pun kehabisan kata-kata. Detik berikutnya, matanya langsung berbinar begitu melihatku. Dia pun berlari menghampiriku.“Sebenarnya aku ini lesbi, suka sesama wanita. Aku janjian denganmu hanya karena mengira kamu itu sedang membual. Lihat, pacarku sudah datang menjemput!”Wanita itu berbisik pelan di telingaku, “Kak, tolong aku.”Tanpa diduga, detik berikutnya dia langsung mengecup pipiku dengan keras, “Kamu sudah lihat sendiri, ‘kan? Cih!”Setelah itu, dia menggandeng tanganku dan langsung lari, meninggalkan pria itu membeku di tempatnya. Setelah berlari cukup jauh, wanita itu menceritakan kejadian sebenarnya.Sudah setengah tahun dirinya tak melakukan hubungan intim. Lalu di aplikasi kencan, dia melihat seorang pria dengan nama ‘Dewa Dua Batang’.Dia mengira pria itu hanya punya ukuran yang lebih besar dari orang biasa, jadi mereka janjian di area semak-semak untuk bercinta.Tak disangka begitu bertemu, ternyata pria itu benar-

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status