Gelombang klimaks itu semakin tinggi, mengejar Ruby semakin cepat.“Tidak… aku… sudah tidak kuat…!” teriak Ruby, suaranya pecah. Tubuhnya menegang, jari-jarinya mencengkram seprai hingga berkerut. “Nikolai… berhenti… ahh… aku tidak kuat lagi…!”Nikolai hanya menggeram rendah di dekat telinga wanita itu. Ia tidak memperlambat gerakannya sama sekali. Justru sebaliknya, dorongan-dorongan pria itu semakin dalam,, menghantam titik yang membuat Ruby hampir menangis.“Kalau begitu berhenti mencoba menahannya,” bisik Nikolai rendah.Ia menghantam lebih keras. Satu, dua, tiga hentakan dalam yang membuat ranjang bergoyang kencang. Ruby merasa sesuatu di dalam dirinya pecah. Gelombang panas yang sejak tadi menumpuk akhirnya meledak tanpa bisa dicegah.“Aahhhn—!”Desahan panjang dan keras pecah dari bibir Ruby. Tubuhnya melengkung, paha dalamnya menekan sisi tubuh Nikolai, kewanitaannya menyempit kuat-kuat di sekeliling batang pria itu, memerasnya berulang kali. Getaran hebat menjalar dari perut
Última actualización : 2026-09-19 Leer más