LOGINMelarikan diri dari perjodohan mengerikan dengan seorang sosiopat, putri miliarder Ruby Sinclair nekat menyusup ke markas klan mafia Castellano sebagai pelayan rendahan. Ia mengira tempat itu adalah persembunyian paling aman, sampai suatu malam ia terjebak di bawah kungkungan Tuan Muda mafia yang mematikan, Nikolai Castellano. Dalam keadaan mabuk berat, Nikolai mengira Ruby adalah Bianca—mantan kekasih yang telah mengkhianatinya. Alih-alih mengusir Ruby saat identitas aslinya terungkap, Nikolai justru menjerat wanita itu dalam sebuah kesepakatan. Sang mafia bersedia memberikan perlindungan dari kejaran ayah Ruby dan keluarga Ivanov, dengan satu syarat: Ruby harus menyerahkan tubuhnya, menghabiskan malam demi malam di ranjang pria itu sebagai boneka pengganti untuk memuaskan obsesi dan dendam masa lalunya.
View MoreDalam satu sentakan kuat yang tak terduga, Nikolai menarik pergelangan tangan Ruby. Udara seakan terhempas dari paru-paru Ruby saat tubuh mungilnya dipaksa jatuh ke atas pangkuan pria itu.Ia menabrak dada bidang Nikolai yang sekeras karang. Aroma whiskey yang tajam dan cologne maskulin yang pekat langsung menginvasi indera penciumannya.Tangan besar pria itu merayap naik, merengkuh rahang Ruby dengan cengkeraman posesif yang nyaris menyakitkan. Ibu jarinya mengelus pipi Ruby yang sedingin es."Bagus," bisik Nikolai. "Ternyata kau cukup pintar untuk tahu di mana tempatmu."Belum sempat Ruby menarik napas untuk menjawab, Nikolai menekan tengkuknya dan memagut bibirnya tanpa ampun.Ciuman itu begitu liar, kasar, dan menuntut. Ruby membelalakkan matanya saat napasnya dirampas paksa. Dadanya bergemuruh hebat, berbenturan dengan dada Nikolai yang naik turun seiring ritme napas pria itu yang memburu.Dengan jemari yang gemetar hebat, Ruby meremas kemeja gelap di dada Nikolai. Buku-buku jari
Kata-kata itu bergema di dalam kepala Ruby berulang kali, menggaung dengan nada yang begitu kejam hingga terasa seperti pisau yang menyayat langsung ke ulu hatinya.Pengganti.Dunia Ruby seakan berhenti berputar. Udara dingin di dalam kamar itu tiba-tiba terasa membekukan aliran darahnya. Pria ini… apakah dia bahkan melihat Ruby sebagai manusia?Dorongan adrenalin yang didasari oleh sisa-sisa harga diri keluarga Sinclair tiba-tiba meledak di dalam dada Ruby. Entah dari mana datangnya tenaga itu, kedua tangan Ruby yang sedari tadi gemetar kini mendorong dada bidang Nikolai dengan sekuat tenaga."Tidak!" seru Ruby, suaranya pecah, setengah berteriak.Dorongan itu tidak cukup kuat untuk menyingkirkan tubuh besar sang pewaris klan mafia itu, namun cukup mengejutkan Nikolai hingga cengkeraman pria itu sedikit mengendur. Memanfaatkan celah itu, Ruby meronta keras, menarik pergelangan tangannya yang terkurung dan menggulingkan tubuhnya ke sisi ranjang.Ia bangkit dengan napas tersengal, be
Udara di dalam kamar tidur utama itu seakan tersedot habis. Ruby merasa dadanya sesak, paru-parunya meronta menuntut pasokan oksigen saat kata-kata tajam Nikolai menghantamnya telak.Putri keluarga Sinclair. Pria ini tahu. Pria ini telah menguliti identitasnya hingga tak bersisa."T-tidak, Tuan! Anda salah paham!" Ruby meronta pelan, berusaha melepaskan cengkraman tangan Nikolai di rahangnya, namun tenaga pria itu terlalu kuat. "Demi Tuhan, keluarga saya tidak tahu menahu soal ini! Tidak ada yang mengirim saya ke mari!"Mata Ruby menatap lurus ke dalam manik legam Nikolai. Ia menggigil melihat kilat kemarahan dan kecurigaan yang menyala di sana. Urat-urat di leher pria itu menonjol, seolah ia sudah muak dengan kebohongan yang ia yakini sedang Ruby mainkan."Jangan membual," desis Nikolai dengan nada rendah yang mematikan. "Lalu bagaimana kau bisa menjelaskan ini, hm? Kau, seorang putri miliarder yang hidup bergelimang harta, lari dari rumah lalu tiba-tiba menyusup ke markas klan Cast
Siang harinya, di ruang kerja utama Castellano, atmosfer terasa jauh lebih dingin dari biasanya.Nikolai berdiri menghadap jendela kaca antipeluru, menatap lanskap kota dengan tatapan kosong sekaligus tajam. Ibu jarinya sesekali mengusap luka kecil di bibir bawahnya—bekas gigitan wanita semalam.Suara pintu terbuka menyela pikirannya. Viktor, asisten sekaligus tangan kanannya yang paling terpercaya, masuk membawa sebuah map tebal berwarna hitam."Ini informasi yang Anda minta, Bos. Latar belakang pelayan baru bernama Ruby," ucap Viktor seraya meletakkan map itu di atas meja kerja.Nikolai berbalik, berjalan menghampiri mejanya. Ia membuka map itu dengan raut wajah keras. Matanya menyusuri deretan tulisan di sana, dan seketika dahinya berkerut tajam."Dia putri seorang miliarder?" gumam Nikolai, menatap Viktor dengan sorot menginterogasi."Benar, Bos," angguk Viktor. "Dia putri bungsu keluarga konglomerat di kota ini yang baru saja akan dijodohkan dengan putra sulung keluarga Ivanov. A












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.