"Pak Saga," kata Adeline pagi itu setelah selesai memasak sarapan, nasi goreng cabai hijau. "Hm?" tanya Saga sambil menyesap kopinya. Tentu saja dia bikin sendiri, dia tidak mau memperlakukan Adeline seperti pembantunya. Tapi untuk urusan memasak, Adeline sendiri yang menawarkan diri. Saga sendiri diam-diam merasa senang. Hitung-hitung irit, pikirnya. Lagipula dia senang juga ada gadis itu di dekatnya karena selama ini dia terbiasa hidup sendirian. "Boleh saya bertemu adik saya, Adam? Setidaknya ada anggota keluarga saya yang tahu kalau saya masih hidup," lanjut Adeline pelan. Saga segera mengangkat wajahnya. "Asal aman, tidak masalah. Tapi sebaiknya pertemuan kalian dilakukan secara rahasia," katanya."Cari tempat yang tidak mencolok, kenakan penyamaran kalau perlu. Kita nggak bisa lengah, siapa yang tahu Tian melakukan apa di luar sana demi menemukan Anda," lanjutnya. Adeline segera mengangguk. "Baik, Pak. Terima kasih sebelumnya," balasnya. ---"Kak—" Seseorang di depan Adel
Huling Na-update : 2026-09-09 Magbasa pa