Elia sedang menuju toilet di ujung koridor dekat tangga.Saat melintasi ruang finance, Lukas berlari menghampirinya.“Elia, nanti aku tunggu di lobi, ya!”Elia berhenti. Ia terpaksa menanggapinya agar pria itu tidakjadi mengancamnya. “Memangnya kamu mau traktir aku makan apa, Lukas?” Sambilbicara, Elia sengaja melirik ke arah ruang finance. Amel tampakmengacungkan tinju dari balik kaca, cemburu melihat Elia menanggapi Lukas, priapujaannya.“Steak saja, El.” Lukas tersenyum. “Mau, ya?”“Siang-siang makan steak? Hebat, sudah mirip orangbule,” canda Elia, berharap Lukas sedikit segan.“Sekali-kali, El.” Lukas menurunkan suaranya. “Sahamku naik.Dapat sedikit uang.”“Oh, selamat ya,” ucap Elia. “Tapi jangan steak deh,Luk. Simpan uangmu. Nasi padang saja, aku lagi ingin makan itu.”“Kenapa menu sederhana, El?” Lukas mengeluh. “Atau, ramensaja. Mau, ya?”“Ya sudah, ramen saja. Tapi Jon boleh ikut, ya?” Eliasengaja mengajak Jon agar Lukas tidak menganggap makan siang ini sebagaikenc
Terakhir Diperbarui : 2026-09-07 Baca selengkapnya