LOGINElia tak pernah menyangka cinta pertamanya, Dave, kembali setelah bertahun-tahun menghilang, dan kali ini sebagai atasannya sekaligus kekasih Anita, bosnya yang posesif. Meski masih saling mencintai, Dave dan Elia hanya bisa diam-diam mencari kesempatan untuk bertemu, sementara Anita mengawasi Dave dengan ketat dan mengancam pekerjaan Elia ketika kedekatan mereka terbongkar. Demi menyelamatkan Elia, Dave menyetujui syarat Anita termasuk memindahkannya ke perusahaan lain milik wanita itu, namun di sana Elia justru menjadi incaran Alex, sepupu Anita yang bahkan ingin menceraikan istrinya demi menikahinya. Ketika Anita memaksa Dave memilih antara membayar hutang besar keluarganya atau membiarkan kakaknya dipenjara, Dave harus menentukan apakah akan kembali mengorbankan cinta pertamanya atau berani melawan Anita dan Alex demi mendapatkan Elia.
View MoreElia menaiki tangga dengan memegang setumpuk kertas PO. Untuk sementara ini, dia berhasil kabur dari Jon yang sepertinya sudah mengendus sebuah fakta tentang dirinya dan Dave. Dari itu, Elia mulai menimbang akan memberitahunya dalam waktu dekat. Saat akhirnya melintasi ruangan Dave menuju ruangan sebelahnya, Elia menoleh dan mencoba melihat ke dalam. Untunglah vertical blind tidak menutupi bagian pintu, Elia jadi bisa melihat jelas sosok Dave di balik meja, sedang menulis. Dan bagai saling memiliki telepati, Dave terlihat mengangkat wajah, dan lalu melambai pada Elia, disertai senyuman hangat. Elia sangat peka dengan situasi, tidak berani membalas senyuman dan lambaian Dave. Hanya sedikit mengangguk tanpa berhenti. Dan, semoga saja CCTV yang menyoroti koridor ini tidak termasuk pantauan bos Anita, harapnya.Tiba di ruangan Pak Robert, Elia melangkah masuk setelah mengetuk pintunya. Seperti biasa, wajah pria paruh baya itu berbinar saat melihat sosok Elia. “Akhirnya, saya bisa
Elia sedang menuju toilet di ujung koridor dekat tangga.Saat melintasi ruang finance, Lukas berlari menghampirinya.“Elia, nanti aku tunggu di lobi, ya!”Elia berhenti. Ia terpaksa menanggapinya agar pria itu tidakjadi mengancamnya. “Memangnya kamu mau traktir aku makan apa, Lukas?” Sambilbicara, Elia sengaja melirik ke arah ruang finance. Amel tampakmengacungkan tinju dari balik kaca, cemburu melihat Elia menanggapi Lukas, priapujaannya.“Steak saja, El.” Lukas tersenyum. “Mau, ya?”“Siang-siang makan steak? Hebat, sudah mirip orangbule,” canda Elia, berharap Lukas sedikit segan.“Sekali-kali, El.” Lukas menurunkan suaranya. “Sahamku naik.Dapat sedikit uang.”“Oh, selamat ya,” ucap Elia. “Tapi jangan steak deh,Luk. Simpan uangmu. Nasi padang saja, aku lagi ingin makan itu.”“Kenapa menu sederhana, El?” Lukas mengeluh. “Atau, ramensaja. Mau, ya?”“Ya sudah, ramen saja. Tapi Jon boleh ikut, ya?” Eliasengaja mengajak Jon agar Lukas tidak menganggap makan siang ini sebagaikenc
Elia tahu Dave yang bertanggung jawab dan disiplin pastitiba di kantor lebih awal. Maka, mulai hari ini, ia akan datang beberapa menitmenjelang pukul delapan agar tidak berpapasan dengan pria itu. Artinya, saat Elia melangkah di koridor, Dave sudah beradadi ruangannya, tepat di atas ruang Elia.Elia baru beberapa langkah lagi menuju ruangannya ketikaseseorang menabrak pundaknya dengan keras.“Aduh,” Elia mengaduh.“Biarin, siapa suruh jalannya seperti keong,” cetus sipelaku sinis, terus melangkah ke ruangan di ujung tanpa menoleh.Perempuan bertubuh montok itu, Amel, memang selalu mencaricelah untuk menjatuhkan Elia.“Elia, kamu tidak apa-apa?” Lukas yang wangi berjalanmendekat. Ia juga baru datang, masih menenteng tas. “Aku lihat dari jauh siAmel sengaja menubruk kamu.”“Biasalah, pagi-pagi cari perkara,” jawab Elia sambilmendorong pintu ruangannya.“Siang ini makan bersamaku, ya, El. Aku traktir,” ajakLukas. Pria itu lumayan tampan dan trendy, namun wajahnya berkesanlici
Elia duduk di sofa kulit bermodel kotak yang sudah tua,mungkin seumuran dengannya. Ia melamun.“Elia.”Itu suara Dave memanggilnya tadi, sebelum Bu Anita datangdan mengacaukan segalanya dengan pidato serta ultimatumnya.“Iya, Dave,” sahut Elia, menyingkirkan kunciran rambutnya kebelakang.“Kamu tahu kasus Pak Indra?”Elia sedikit kecewa karena Dave malah membahas soal itu,bukan tentang mereka. Tangannya berhenti memasukkan barang-barang milik PakIndra ke dalam kardus, lalu ia beranjak mendekati meja. Dave duduk di sana,membolak-balik halaman sebuah buku.“Kurang jelas juga,” jawab Elia. “Aku cuma mendengar rumorbahwa dia sering mendapat bonus dari supplier yang dia pesan sendiri.”“Oh, bagaimana dia memesannya? Bukannya harus menggunakan POdari kamu?”“Dia bisa membuat PO sendiri.” Elia tersenyum. “Lagi pula,segala hasil akhir ada di tangannya, Dave. Jadi, bisa saja dia bermain curang.Kamu jangan lakukan hal seperti itu, ya. Bisa fatal kalau ketahuan bos. Dikantor pusat, ka
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews