Callista berjalan gontai untuk kembali ke kamar, fakta baru itu benar-benar mengejutkannya dan membuat dia hilang semangat. “ Penghargaan ku, ketenaran ku... “ lirih Callista.“ Sakit... Kakak... “ Sebelum Callista tiba di tangga, dia melihat Briell yang sedang menangis disana. Anak kecil itu sendirian terduduk di bawah tangga, wajahnya sudah basah dengan air mata.Segera Callista menghampiri, tidak biasanya anak kecil itu sendirian. “ Briell, kenapa? Mana yang sakit? “ tanyanya, dia juga tampak khawatir.Akan tetapi, saat Callista mendekat secara naluriah Briell langsung mundur. Dia menggeleng cepat, tapi rasa sakitnya tidak bisa ditutupi.Briell masih sesegukan kesakitan, tapi dia menolak pertolongan Callista. “ Ayo mama bantu. “ ucap Callista berusaha meyakinkan.“ Mama tidak akan marah pada Briell? “ tanyanya begitu polos.“ Tidak, mama akan bantu Briell mengobati luka. “ Dia akhirnya mau berbicara lagi. Callista tersenyum, dia mengangguk pelan sebelum menggendong Briell dan mem
Terakhir Diperbarui : 2026-09-08 Baca selengkapnya