Yudis tidak mengucapkan sepatah kata pun.Akhirnya dia sadar bahwa aku bukannya sedang melampiaskan emosi, melainkan sudah benar-benar melepaskannya dari lubuk hati yang paling dalam.Jadi, sebanyak apa pun hal yang dia lakukan, sebanyak apa pun pengorbanannya, dan serendah apa pun dia menurunkan gengsinya, aku tidak akan pernah berbalik lagi.Keesokan paginya, kamar apartemen di seberang sudah kosong.Sebelum pulang, Yudis meninggalkan sebuah memo kertas untukku.Di atasnya hanya tertulis, [Aku menunggumu.]Tanpa melihatnya lagi, aku langsung melempar memo itu ke tempat sampah.Namun, baik aku maupun dia, tidak menyangka bahwa setelah dia pulang, masalah yang sebenarnya baru saja dimulai.Milla, yang sudah tidak mengontrol emosinya lagi, melampiaskan seluruh obsesinya kepada Yudis.Dia memang menyukai Yudis dari dulu. Sekarang, para kerabat bilang dia iri padaku sampai sengaja merusak acara pertunanganku.Oleh karena itu, Milla yakin bahwa asal bisa menikah dengan Yudis, kehidupannya
Read more