Short
Sebelum Hari Raya, Keluargaku Menjahiliku Habis-habisan

Sebelum Hari Raya, Keluargaku Menjahiliku Habis-habisan

By:  JunyeCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
158views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sebelum jam pulang kerja di Hari Raya, adikku mengirimkan pemberitahuan pindah rumah di grup keluarga. Setelah aku mengikuti alamat itu dan berganti bus lima kali, yang ada di depanku hanya pegunungan dan hutan belantara. Di telepon, adikku berbicara dengan nada yang sangat puas. "Berhasil! Ngerjain dia, sukses! Bus terakhir sudah jalan, lihat saja kamu mau gimana!" Aku membatu di tempat, sementara orang tuaku tertawa terbahak-bahak. "Kata-kata begitu saja, dia percaya. Nurun dari siapa sifat bodohnya itu?" "Kami mau makan malam keluarga. Kamu pulang sendiri, jalan kaki saja." Setelah itu, ayah ibuku malah berdebat sifatku lebih mirip siapa di telepon. Saat merasa putus asa, aku menggunakan sisa baterai terakhir ponselku untuk menelepon pacarku. Saat telepon terhubung, suara latar yang familier terdengar lagi. Tawa pacarku terdengar santai, diiringi nada ejekan dia berkata, "Vinka, tadi Tante sama Paman sudah bilang, kamu pulang sendiri saja." "Ini ‘kan bukan pertama kalinya kamu dikerjain, jangan baper!" Telepon pun dimatikan dengan kejam. Kalau dulu, aku pasti akan menangis sambil menelepon balik, memohon agar mereka menjemputku. Tapi kali ini, melihat ribuan lampu rumah di kejauhan, aku mendadak merasa lelah. Adikku suka permainan prank saat Hari Raya, dan keluargaku ikut bermain dengannya. Dua tahun lalu, dia memasukkan bulu buah rambutan ke dalam gelasku hingga asmaku kumat. Tahun lalu, dia mengganti sampoku dengan krim pembersih bulu, hingga aku gagal wawancara kerja. Tahun ini ... keluargaku jelas-jelas tahu kalau aku takut gelap. Tapi mereka malah bekerja sama membohongiku, hingga aku sampai ke pinggiran kota. Sementara mereka di meja makan, bertaruh berapa menit lagi aku akan memohon mereka. Aku tidak menangis atau mengamuk. Di dalam kegelapan, aku melangkah menuju arah yang berlawanan dari rumah. Permainan ini, aku nyatakan selesai secara sepihak.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sekelilingku sangat gelap, saking gelapnya hingga telapak tanganku pun tidak kelihatan.

Melalui CCTV di ponselku, keluargaku terlihat berkumpul di meja makan. Mereka meletakkan empat ponsel di tengah-tengah.

Mereka bertaruh berapa menit lagi aku akan menelepon mereka untuk memohon.

Adikku, Milla Tanim, berkata dengan sangat yakin.

"Satu menit lagi."

Hari Raya saat aku berumur sepuluh tahun, Milla meracuni anak kucing peliharaanku.

Aku menangis histeris mengaku kalah. Aku menerobos masuk ke kamar orang tuaku, dan memohon agar mereka membawa kucingku ke rumah sakit.

Melihatku menangis sesenggukan, orang tuaku justru terlihat santai saja.

"Milla cuma main sama kamu. Kucingnya sudah mati, ya tinggal beli lagi."

Kucing kecil itu ada di pelukanku, bergerak kejang-kejang hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Pas satu menit.

Setelah kejadian itu, janji mereka untuk membelikan kucing baru untukku tidak pernah dibahas lagi.

Giliran orang tuaku, mereka menjawab serempak, "Lima menit lagi."

Satu-satunya saat aku makan malam bersama mereka, Milla mengganti minumanku dengan racun hama.

Perutku mulas luar biasa. Tubuhku sampai melilit dan aku berguling-guling di lantai selama lima menit, sebelum akhirnya aku mau menyerah dan memohon ampun.

Hari itu, saat aku sedang cuci darah di rumah sakit, mereka malah pergi ke utara kota untuk menikmati pemandangan.

Sejak saat itu, karena takut jadi korban prank Milla, aku tidak pernah merayakan Hari Raya bersama keluargaku lagi.

Yudis Riski, kekasihku, kasihan padaku. Karena pekerjaannya yang khusus, setiap tahun dia selalu mengambil jatah libur untuk menemaniku.

Namun saat ini ....

Yudis yang sepanjang acara diam saja, mendadak teringat sesuatu.

Di tengah gelak tawa keluargaku, dia berdiri dari duduknya, mengambil jaket, lalu berjalan ke arah pintu.

Aku refleks menggenggam ponselku lebih erat.

Saat hendak mengirimkan lokasiku ke Yudis, aku melihat langkah kakinya terhenti di pintu.

Yudis menengadah melihat jam dinding, lalu berkata dengan penuh percaya diri.

"Aku taruhan, Vinka malam ini nggak bakal telepon buat mohon-mohon."

"Karena ... menara pemancar di area pinggiran itu ada dikendalikan perusahaanku. Tadi aku minta asistenku buat kirim pemberitahuan perbaikan. Lewat jam 12 malam nanti, daerah tempat Vinka berada bakal jadi area tanpa sinyal."

Hatiku seketika mencelos.

Milla merasa kaget sekaligus senang. Dia langsung berlari dan memeluk Yudis.

"Pantas saja kamu keukeuh ubah alamatnya ke pinggiran kota!"

"Yudis, Kamu benar-benar rajanya prank!"

Dulu, Yudis tidak pernah membiarkanku mendekati daerah ini.

Dia bilang area ini belum dikembangkan, banyak gelandangan, dan ada anjing liar yang suka menggigit orang.

Dia khawatir aku akan berada dalam bahaya.

Tapi sekarang demi menuruti prank Milla, dia tega membiarkanku di sini sendirian semalaman.

Keluargaku bersorak karena bertambahnya anggota baru yang bisa diandalkan dalam prank ini, lalu berpelukan bersama.

Harapan terakhir di dalam hatiku padam sepenuhnya.

Mumpung sinyal ponselku masih tersisa satu menit terakhir, aku membalas surat permohonan mutasi kerja ke Kota Gilan di luar negeri, tiga hari lagi.

Sebelumnya, aku ragu karena jaraknya terlalu jauh dan tidak akan bisa berkumpul dengan keluarga.

Tapi aku tidak mau berkumpul dengan keluarga yang seperti itu.

Termasuk rumah itu, aku sudah tidak menginginkannya lagi.

Waktu menunjukkan pukul 12 malam, dan ponselku berubah menjadi benda kotak tanpa sinyal.

Aku memungut sebatang kayu, lalu memberanikan diri berjalan ke depan.

Makin jauh berjalan, rasa takutku perlahan menghilang.

Ternyata, saat tidak memiliki tempat bersandar lagi, seseorang benar-benar bisa menjadi berani mendadak.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status