Keesokan sorenya, Glenn pergi ke kantor.Irina membawa buah ceri. Begitu masuk, dia langsung melihat tabel penurunan berat badan yang ditempel di kulkas."Pelaksanaannya bagus juga."Dia mencuci sendiri sebutir buah ceri, lalu memasukkannya ke mulut."Sebenarnya, jangan salahkan Glenn juga. Sejak kuliah, dia memang sangat menjaga gengsi."Melihatku diam saja, dia merendahkan suaranya."Kamu tahu kenapa tiga tahun lalu, pada malam kamu mengalami keguguran pertama, Glenn terus nggak mengangkat telepon?"Jari-jariku langsung mengepal erat.Irina menatapku."Hari itu, kami menghadiri pernikahan teman sekelas. Kami menginap di hotel yang sama dengan tempatmu.""Waktu kamu meneleponnya dari kamar 1806 karena kesakitan, dia bersamaku di kamar 1808."Semua suara di telingaku seolah menghilang. Kepalaku berdenging hebat."Apa katamu?"Namun, senyum Irina justru makin lebar."Waktu anak pertamamu keguguran, suamimu lagi tidur di ranjangku.""Kemudian, setelah tahu kamu masuk rumah sakit, dia ket
Read more