Wu Qinglan menatap bangunan kayu kecil di hadapannya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Ia sudah mempersiapkan diri melihat rumah sederhana setelah melewati gang sempit yang semakin lama semakin kumuh.Namun, ia tetap tidak menyangka tempat tinggalnya sekarang hanya terdiri dari tiga ruangan kecil dengan halaman yang bahkan tidak lebih luas dari kamar apartemennya dahulu di dunia modern."Kenapa diam saja?" tanya gadis muda yang sejak tadi memapahnya seraya mendorong pintu kayu. "Masuklah, Yuehua."Nama itu lagi. Qinglan melangkah masuk mengikuti sahabat raga ini. Matanya bergerak cepat mengamati isi rumah: sebuah meja kayu tua, dua kursi rapuh, lemari kecil, tungku tanah liat, dan rak berisi beberapa mangkuk retak. Tak ada satu pun benda berharga.Namun, pandangannya mendadak mengunci sebuah ruangan di sebelah kanan. Kuas berbagai ukuran, batu tinta, gulungan kertas, dan pigmen warna berserakan rapi di atas meja.Beberapa lukisan bersandar pada dinding tanah. Langkah Qinglan
Terakhir Diperbarui : 2026-09-15 Baca selengkapnya