Siasat Menaklukkan Hati Jenderal Lu

Siasat Menaklukkan Hati Jenderal Lu

last updateLast Updated : 2026-09-17
By:  La MianUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Wu Qinglan bisa melukis wajah jodoh siapa pun—kecuali jodohnya sendiri. Terbangun dalam tubuh putri seorang pelukis istana yang dihukum mati, Qinglan bersumpah membersihkan nama ayahnya. Namun, pencarian kebenaran justru mengikat takdirnya dengan Lu Mingyu, mantan jenderal dingin yang seharusnya ia curigai, tetapi perlahan menjadi pria yang tak sanggup ia kehilangan. Ketika kuasnya akhirnya melukiskan Lu Mingyu sebagai jodohnya, Qinglan dihadapkan pada pilihan kejam: membebaskan nama ayahnya dengan mengkhianati Lu Mingyu, atau mempertahankan pria yang ditakdirkan untuknya, dengan mengorbankan kebenaran yang selama ini ia perjuangkan.

View More

Chapter 1

Bab 1

​"Yuehua! Yuehua, bertahanlah!"

​Di tengah paru-parunya yang terasa terbakar, sayup-sayup Wu Qinglan bisa mendengar suara teriakan seorang wanita. Pandangannya buram, dan tubuhnya terasa melayang di dalam air.

Ia langsung terbelalak, namun sebelum sempat menyelamatkan dirinya sendiri, sebuah tangan kokoh sudah menariknya ke tepian daratan.

​Sesampainya di pinggiran berbatu yang licin, Qinglan dibaringkan lemas. Ia terengah-engah dengan dada naik turun tak beraturan.

Dari balik pandangannya yang samar, ia melihat seorang perempuan muda seusianya merambat keluar dari air dengan susah payah.

​"Kau gila?!" bentakan keras mendadak memecahkan keheningan pikiran Qinglan.

​Perempuan berwajah pucat itu berdiri bertolak pinggang di depannya dengan napas tersengal-sengal.

"Apa kau memang sengaja mau bunuh diri?! Jangan hanya gara-gara si 'Batang Kayu' itu menolak membuka kembali kasus ayahmu, kau jadi kacau dan melompat seperti ini!"

​Bunuh diri? Si Batang Kayu? Kasus ayahku?

​Qinglan membelalak. Pikirannya makin berkecamuk hebat. Siapa perempuan berpakaian aneh yang kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca ini?

​"Yuehua!! Kau dengar tidak apa yang kukatakan?!" teriak perempuan itu lagi, suaranya melengking frustrasi. "Dan baju apa yang kau pakai ini? Pakaian aneh macam apa ini, untuk menyambut kematianmu?!"

​"Y-Yuehua?" ucap Qinglan pelan. "Siapa ... siapa Yuehua? Dan kau ... siapa?"

​Perempuan itu melotot mendengarnya, lalu berlutut meremas kedua bahu Qinglan. "Jangan berpura-pura hilang ingatan! Aku Xiaotao! Kau mau membuatku mati ketakutan, hah?"

​Qinglan memaksa kakinya yang gemetar untuk bangkit berdiri dari tanah basah. Ia menunduk, meneliti penampilannya sendiri dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Ia mengenakan t-shirt dan celana jeans yang robek di bagian lutut. Sepatu kets yang ia kenakan entah melayang ke mana.

​Namun, saat ia mengangkat kepala dan memutar pandangannya ke sekeliling, rasa panik mendadak mencekik lehernya.

​"Di mana ini ...?" gumam Qinglan dengan bibir gemetar. "Ini bukan jembatan Sungai Huang Tze ... Ini bukan kota!"

​"Sungai Huang Tze apa?" Xiao Ling menarik lengan baju Qinglan, matanya dipenuhi kebingungan sekaligus emosi. "Ini Sungai Qingxi di pinggiran Ibu Kota Chu! Yuehua, jawab aku! Kenapa kau memakai pakaian aneh seperti ini? Mana Hanfu-mu?"

" Hanfu?" tanya Qinglan setengah bingung.

​"Luar biasa ...." Xiao Ling memotong ucapan Qinglan dengan tawa getir, menggelengkan kepala tak percaya. "Benturan di batu sungai tadi rupanya benar-benar merusak otakmu! Wu Yuehua, berhenti mengoceh hal asing yang tidak masuk akal!"

​"Tunggu, jangan sentuh aku!" teriak Qinglan saat Xiao Ling mencoba menarik lengannya lagi.

"Dengar, aku serius. Hari ini aku baru saja menyelesaikan pameran lukisanku di Balai Seni Tianhua! Ini pasti mimpi buruk, kan? Coba pukul aku!"

​Plak!

​Sebuah tamparan pelan tapi cukup menyengat mendarat di pipi Qinglan.

​"Akh! Kenapa kau benar-benar menamparku?!" Qinglan meringis sambil memegang pipinya yang panas.

​"Kau sendiri yang menyuruhku memukulmu agar sadar!" seru Xiao Ling gemas. "Sekarang kau rasa sakitnya? Ini nyata! Kau Wu Yuehua, putri mendiang pelukis istana Wu Jian! Dan aku Xiaotao, teman baikmu yang sialnya harus ikut basah kuyup gara-gara aksi konyolmu ini!"

​Qinglan mematung. Rasa sakit di pipinya menjadi bukti tak terbantahkan. Pikirannya berputar liar.

​"Tapi pakaianku ...." Qinglan menunjuk celana jeans-nya sendiri dengan tangan gemetar.

​"Pakaian aneh itu entah dari mana kau dapatkan sebelum melompat ke sungai!" potong Xiao Ling cepat. Ia melepaskan jubah luarnya yang sedikit lebih kering lalu melemparnya ke bahu Qinglan.

"Pakai ini untuk menutupi bagian celana anehmu itu. Kalau Jenderal Lu melihatmu seperti ini, dia makin punya alasan untuk menertawakanmu!"

​"Jenderal Lu?" tanya Qinglan bingung.

​"Si Batang Kayu yang kau tangisi itu!" Xiao Ling mendengus kesal. "Jenderal Lu Mingyu! Pria dingin tak berperasaan yang selalu menolak membuka kembali kasus ayahmu!"

​Qinglan melongo. Nama-nama itu terasa asing sekaligus menyeramkan di telinganya. Ia kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan napas memburu.

​Tidak ada gedung pencakar langit, tidak ada jembatan beton berlapis baja, tidak ada deru mesin mobil yang lalu lalang, tidak ada kereta listrik, dan tidak ada satu pun pertanda peradaban modern abad ke-21.

​Di hadapannya kini terbentang pemandangan deretan rumah kayu beratap melengkung dengan struktur arsitektur kerajaan kuno.

Orang-orang mengenakan pakaian tradisional hanfu dari berbagai tingkatan sosial, berbisik-bisik riuh memperhatikan mereka. Terlebih perempuan di depannya ini yang mengaku sebagai teman baiknya.

​Sensasi dingin merambat dari telapak kakinya yang basah menuju seluruh persendian tubuhnya.

​Qinglan membeku seketika. Sebuah kesadaran mengerikan mendadak menyengat otaknya, membuat napasnya tertahan di tenggorokan.

​Jangan-jangan ... aku terlempar masuk ke dalam salah satu lukisan karyaku sendiri?!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status