Waktu menjelang keberangkatan Devano ke London terasa berlalu begitu cepat bagi Sisil. Semakin dekat hari perpisahan itu, semakin berat pula perasaannya. Pagi-pagi sekali, Devano sudah menelepon dan mengajaknya pergi ke Dufan. Ia ingin menghabiskan satu hari penuh bersama Sisil, menciptakan kenangan indah sebelum mereka harus menjalani hubungan jarak jauh.Sepanjang hari, keduanya berusaha menikmati waktu bersama tanpa terlalu memikirkan perpisahan yang sudah di depan mata. Mereka mencoba berbagai wahana, saling menggoda, tertawa, dan berjalan bergandengan tangan di bawah terik matahari Jakarta. Sesekali, Devano mengabadikan momen mereka dengan ponselnya. Namun, di balik senyum dan tawa itu, ada kesedihan yang tak bisa sepenuhnya mereka sembunyikan.Menjelang senja, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Di tengah perjalanan ponsel Sisil tiba-tiba berdering. Nama Papa tertera di layar."Halo, Pa?" jawab Sisil setelah mengangkat telepon."Sisil, Papa ada urusan mendadak. Sore ini Pap
Última actualización : 2026-10-31 Leer más