Malam yang panjang dan dipenuhi gairah itu akhirnya usai. Devano dan Sisil terlelap dalam pelukan satu sama lain, kelelahan setelah menumpahkan seluruh rasa cinta dan keputusasaan mereka.Keesokan paginya, cahaya matahari masuk melalui celah gorden kamar. Devano terbangun lebih dulu. Ia menunduk dan mendapati Sisil masih terlelap di sampingnya, berselimut hingga sebatas dada. Wajah gadis itu terlihat begitu tenang. Devano tersenyum kecil, lalu mengecup rambut dan keningnya dengan lembut.“Suatu hari nanti, aku ingin selalu bangun dan melihat wajahmu seperti ini. Setiap pagi, seumur hidupku, selamanya, Priscilla,” bisiknya.Ia perlahan mencoba melepaskan pelukannya untuk pergi ke kamar mandi. Namun, gerakannya rupanya membuat Sisil terbangun. Gadis itu menggeliat kecil, lalu membuka mata dengan malas.“Kamu mau ke mana, Dev?” tanyanya dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.Devano tersenyum sambil mengusap pipinya. “Mau mandi dulu, Sayang. Kamu tidur lagi aja.”Sisil meng
最終更新日 : 2026-10-31 続きを読む