Ruang rapat utama Perusahaan Nirwasita terasa begitu tegang.Reno duduk bersedekap di ujung meja dengan gaya angkuh, ditemani dua orang pengacara. Di seberangnya, Tuan Hardi Nirwasita duduk terkulai dengan wajah pucat. Satu tangannya menekan dada yang terasa sesak.“Pasal tujuh sudah sangat jelas, Paman,” ujar Reno dengan nada meremehkan. “Jika pernikahan dibatalkan dari pihak Nirwasita, perusahaan Anda wajib membayar denda lima puluh miliar rupiah.”Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi.“Jika dalam tiga hari tidak dibayar, gedung ini beserta aset yang tercantum dalam perjanjian akan menjadi hak saya.”Tuan Hardi menatapnya tidak percaya.“Kau... sengaja merencanakan semua ini sejak awal, Reno.”Reno terkekeh.“Bisnis adalah bisnis, Paman.”Ia mengangkat bahu.“Putih sendiri yang membatalkan pernikahan itu di depan ratusan tamu. Dia mempermalukan saya. Jadi wajar kalau saya menuntut hak saya.”“Dasar—”Brak!Pintu ruang rapat tiba-tiba terbuka.Semua kepala menoleh.Putih berdiri di amba
Huling Na-update : 2026-09-26 Magbasa pa