Pipi Keiko seketika membara panas. Jantungnya berdegup liar, rasa panas mendadak menyengat hingga ke ulu hati hanya karena bisikan singkat itu. "Kak Kafka, tolong jangan bicara begitu," bisik Keiko pelan dengan napas tersendat, menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Kafka terkekeh tipis, menyunggingkan senyum rendah yang mengunci tatapannya. "Manis sekali jawabanmu, Keiko," sahut Kafka tenang, mengusap pelan dagu Keiko agar menatapnya kembali. "Baiklah, aku akan coba kurangi bicara begitu." Kafka berbalik dan membukakan pintu penumpang depan untuk Keiko. "Masuklah," ujar Kafka. ** Mobil melaju membelah jalanan antarkota menuju kawasan perbukitan. Sepanjang dua jam perjalanan, Keiko lebih banyak diam. Keiko bahkan lebih banyak menghindar , dan sebisa mungkin tidak ada kontak fisik. Kehadiran Kafka di sampingnya selalu berhasil mengirim gelombang cemas bercampur gairah yang sulit diatasi. Tiba di lokasi proyek resort perbukitan, beberapa p
آخر تحديث : 2026-10-09 اقرأ المزيد