Belati giok itu menekan urat nadi leher Han Jue. Bilahnya sangat tajam, bahkan jika pemuda itu bernafas lebih keras, lehernya pasti tergores. "Y-yang Mulia, aku...""Kembalikan energiku..." desis Shen, suaranya parau namun sarat akan penekanan."Kembalikan fondasi dewa milikku, atau kucincang tubuhmu menjadi umpan binatang buas!"Han Jue merapat erat ke tiang ranjang kayu cendana, jemarinya yang penuh kapalan mencengkeram lantai batu dingin. Wajahnya pucat pasi, matanya membelalak menatap kilatan mata pisau dan raut membunuh sang permaisuri."Y-Yang Mulia, ampun! Hamba sungguh tidak tahu caranya!" raung Han Jue, dadanya kempas-kempis oleh kepanikan yang dahsyat."Pusaran itu... pusaran itu bergerak sendiri! Hamba tidak berniat mencuri apa pun!""Kau masih berani mengelak!"Dikuasai amarah dan kehilangan akal sehat akibat terkurasnya kekuatan, Shen menekan bilah belati itu dengan keras. "Aku ingat semuanya, semalam kau sengaja menahan pinggangku! Kau sengaja menghisap darah emas Pho
Terakhir Diperbarui : 2026-10-07 Baca selengkapnya