Di apartemen itu, tak ada lagi sosok Davina yang sibuk beraktivitas. Bahkan aroma samar tubuhnya pun kian memudar, kini hanya tersisa dalam ingatan Marcel.Sesekali, saat terbangun dari mimpi di tengah malam, dia secara refleks berbalik dan merangkul pinggang Davina. Namun, tangannya selalu mendapati kehampaan. Marcel pun mendadak terjaga dan termenung menatap sisi tempat tidur yang kosong.Saat menangani berkas di ruang kerja, dia terbiasa menekan tombol telepon internal dan memerintah, "Davina, masuklah."Barulah ketika mendengar keheningan canggung dari sekretaris baru di seberang telepon, dia tersadar bahwa Davina sudah mengundurkan diri.Sekretaris baru itu cukup cakap dalam bekerja, tetapi kopi yang dituangkannya selalu diletakkan di tempat yang tidak mudah dijangkau Marcel.Seperti saat ini, dia tidak sengaja mengonsumsi sesuatu yang mengandung jus mangga hingga mengalami reaksi alergi. Kulitnya mulai terasa gatal dan dipenuhi ruam.Sekretaris baru itu bahkan hampir menangis ket
Leer más