LOGINPada malam terakhirnya bersama Marcel Gunawan, pria itu benar-benar kehilangan kendali. Davina Pradipta tanpa sengaja menyentuh cincin di jari pria itu. Dia teringat desas-desus yang dibacanya beberapa hari lalu bahwa Marcel akan menikah dengan putri Grup Wijaya. Menyadari pikirannya melayang, pria itu menunduk dan menciumnya dengan penuh dominasi dalam sebuah ciuman panjang. Saat Davina sedang larut dalam buaian asmara, pria itu menyelipkan sebuah kartu bank ke dalam pakaian dalamnya. "Sayang, bulan depan aku bakal menikah. Kita akhiri saja hubungan ini." Davina mengangguk patuh. "Ya." Melihatnya tidak menangis ataupun mengamuk, Marcel justru mengernyit. "Kamu nggak masalah?" Davina tersenyum tipis sambil menggeleng. "Nggak." Dia sudah lama melewati tahap ketika hal itu masih bisa menyakitinya. Semua orang yang mengenal mereka tahu bahwa Davina mencintai Marcel sampai seperti orang gila. Sejak berusia 18 tahun, dia terus mengejar Marcel. Begitu lulus, dia langsung bekerja di Grup Gunawan dan menjadi sekretarisnya. Siang hari dia mendampinginya dalam pekerjaan, sedangkan malam hari dia menemaninya di ranjang. Saat bahaya datang, Davina selalu maju untuk melindungi Marcel. Saat ada jamuan minum, dia pun berdiri di depannya dan minum menggantikannya. Dia selalu membawa tiga buku catatan di dalam tasnya yang berisi berbagai hal yang disukai pria itu. Cukup dengan satu tatapan dari Marcel, Davina sudah bisa langsung tahu apa yang diinginkannya. Setelah bertahan selama tujuh tahun di sisinya tanpa status yang jelas, akhirnya Davina berhasil melewati masa ketika orang-orang mencibirnya karena dianggap berkhayal terlalu tinggi, hingga mereka mulai tersenyum dan bertanya kapan kabar bahagia akan datang. Tak seorang pun percaya bahwa dia sanggup menyaksikan Marcel menikahi wanita lain dengan mata kepala sendiri. Bahkan Marcel pun tidak percaya. Hanya saja, mereka tidak tahu bahwa seminggu sebelumnya, Davina sudah menyetujui permintaan orang tuanya untuk pulang ke kampung halaman dan mengikuti perjodohan.
View More"Aku mendapat kabar kalau Elena diam-diam pergi ke kota tetangga. Kebetulan kamu juga lagi berada di sini buat urusan pekerjaan, jadi aku khawatir sesuatu yang buruk bakal terjadi.""Untungnya, aku berhasil tiba tepat waktu."Saat berbicara, kelopak matanya terasa makin berat. Pandangannya mendadak gelap, lalu seluruh tubuhnya ambruk.Davina secara refleks memeluknya agar dia tidak terjatuh ke lantai.Saat itulah Davina melihat punggungnya.Seluruh cairan asam sulfat yang disiramkan Elena mengenai punggungnya. Meskipun terhalang pakaian, punggungnya kini sudah berlumuran darah.Air mata Davina makin deras. Dia buru-buru membantu para pengawal Marcel membawanya ke rumah sakit.Setelah bersusah payah membawa Marcel ke ruang operasi untuk mendapatkan pertolongan darurat, Ryan pun tiba dengan tergesa-gesa.Begitu melihat Davina di depan ruang operasi, Ryan langsung menghampirinya dan segera memeriksa apakah dia terluka.Sambil menangis, Davina berkata, "Aku nggak apa-apa. Semuanya mengenai
Davina tidak menyangka Elena ternyata mengejarnya sampai ke kota tetangga hanya untuk mencelakainya.Davina menggertakkan gigi. "Elena, apa kamu sudah gila?"Menurutnya, meskipun dia tidak bisa dibilang bersikap ramah kepada Elena, dia tidak pernah sengaja mencari masalah dengannya.Sebaliknya, Elena-lah yang selalu saja mengincarnya.Dari luar pintu, suara Elena terdengar arogan. "Kamu merebut priaku. Kamu pikir aku bakal membiarkanmu begitu saja? Di Kota Juomar, Marcel dan Ryan melindungimu. Tapi sekarang kamu di sini. Aku mau lihat siapa lagi yang bisa melindungimu!"Karena Marcel telah memperingatkan Keluarga Gunawan, selama beberapa waktu terakhir, Elena terus dikurung oleh orang tuanya di rumah dan tidak diizinkan keluar.Mana mungkin Elena bisa menerima perlakuan seperti itu?Dia memang tidak berani mencari masalah dengan Keluarga Gunawan, tetapi masa dia juga tidak berani menghadapi Davina?Kalau bukan karena Davina, mana mungkin Keluarga Gunawan menargetkannya?Dia sudah lama
Begitu tiba di kota tetangga, Davina langsung merasakan firasat bahaya yang entah dari mana muncul, seolah-olah ada seseorang yang sedang mengawasinya.Tanpa sadar, dia mengamati sekeliling, tetapi setiap orang yang berlalu lalang tampak seperti pejalan kaki biasa.Dia mencurigai semua orang, tetapi pada saat yang sama, merasa seolah-olah dirinya hanya terlalu banyak berpikir.Davina berjalan dengan tergesa-gesa dan segera keluar dari bandara untuk bertemu dengan rekan kerjanya dari kota tetangga.Setelah bertemu dengan rekannya, perasaan seolah-olah sedang diawasi itu sedikit mereda.Davina tidak memikirkannya lebih jauh. Dia tidak beristirahat di hotel, melainkan langsung pergi ke kantor cabang bersama rekannya, lalu menemui mitra kerja sama bersama para pegawai kantor cabang.Setelah sibuk sepanjang hari, barulah dia kembali ke hotel.Baru saja selesai membereskan barang-barangnya, ponsel Davina pun berdering.Melihat panggilan dari Ryan, Davina tanpa sadar tersenyum, lalu mengangka
Davina tidak pernah menyangka bahwa Marcel juga memiliki sisi menyebalkan seperti ini.Keesokan paginya, saat hendak berangkat kerja, Marcel sudah menunggunya di depan pintu rumah sambil membawa sarapan yang dulu sering dipesannya saat masih bekerja di Grup Gunawan.Marcel menyodorkan sarapan itu kepadanya. "Ini makanan kesukaanmu dulu."Davina meliriknya sekilas tanpa ekspresi. "Dulu, aku sering memesannya bukan karena aku suka, melainkan karena kamu yang menyukainya. Aku sangat nggak suka kudapan dari tempat itu."Ekspresi Marcel seketika membeku.Kebetulan, Ryan yang tinggal di seberang juga membuka pintu dan keluar sambil membawa dua bungkus sarapan.Davina menerima satu bungkus, lalu berjalan bersama Ryan.Marcel tertegun selama beberapa detik, tetapi segera menyusul mereka."Lalu, apa yang kamu suka? Besok aku bakal membawakannya buatmu."Davina menoleh kepadanya. "Pak Marcel, aku lebih suka dirimu yang arogan dan nggak mau tunduk pada siapa pun."Marcel terdiam mendengarnya.Rya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.