Malam harinya, aku menerima telepon dari ibuku.Ibuku bertanya dengan lembut, apakah aku menyesuaikan diri dengan baik tinggal sendirian.Aku memberi tahunya dengan nada santai bahwa semuanya berjalan lancar.Ibuku hening sejenak di seberang sana, lalu merendahkan suaranya dan menghela napas. "Sayang, Ibu sebenarnya ingin memberitahumu dari dulu. Setiap kamu pulang dari perjalanan bersama Roman, binar di matamu benar-benar hilang.""Tapi kamu menyukainya, dan Ibu takut bilang begitu bakal membuatmu sedih."Mataku mendadak terasa hangat."Ibu, apa aku dulu benar-benar bodoh?"Ibuku tertawa pelan di ujung telepon."Sama sekali nggak bodoh.""Saat masih muda, orang-orang memang selalu keras kepala mengejar hal-hal yang mereka pikir memang ditakdirkan untuk mereka.""Asal kamu berhasil menemukan jalan keluar, semuanya terasa sepadan."Aku bergumam mengiyakan.Setelah mengakhiri panggilan, aku bersandar diam-diam di ambang jendela apartemenku, menatap pantai di kejauhan. Pemandangan malam k
Leer más