Yasmine tak lebih dari seseorang yang sedang menyesal dan terluka, yang ingin mencari tempat untuk meluapkan perasaannya.Namun, kenapa aku harus menjadi tempatnya meluapkan perasaan?Ibuku masih sesekali meneleponku.Dia menua dengan sangat cepat, dan bicaranya pun tak selancar dulu.Terkadang, begitu panggilan tersambung, dia langsung menangis dan berkata bahwa dulu dirinya telah kehilangan akal sehat.Katanya, dia seharusnya tidak ikut menyembunyikan kebenaran dan tidak seharusnya berulang kali menghalangiku untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Terkadang, dia bercerita bahwa kehidupan mereka sekarang tidak berjalan baik, seolah ingin memberitahuku bahwa mereka semua telah menerima balasan atas perbuatan mereka.Namun, makin lama mendengarkannya, makin terasa bahwa semua itu sudah begitu jauh dariku."Bu." Suatu kali, aku memotong ucapannya. "Jangan bicarakan mereka lagi kepadaku."Di seberang telepon, dia terdiam lama.Dengan suara pelan, dia bertanya, "Apa kamu bahkan su
Read more