Catalog
60 chapters
Bab 1 : Pertemuan yang Tidak di Sengaja.
Di sebuah rumah megah, di Kota Bandung.Ada seorang laki-laki tampan sedang asik memainkan mainan baru yang baru dibeli oleh sang Kakak. Ia sangat bahagia, saat bisa bermain bersama kakaknya. Namun, saat tengah asik bermain tiba-tiba sang Kakak menerima telepon penting dari klien. Segera mungkin sang Kakak langsung meninggalkan adiknya di rumah seorang diri, karena asisten rumah tangga sedang pergi ke pasar membeli keperluan rumah mereka.Dia itu dari kecil sudah memiliki sindrom peter pan. Ia sudah berumur 23 tahun, namun sikapnya masih seperti anak yang baru berusia 5 tahun.Kedua orang tuanya bahkan kakaknya sudah mencari seseorang untuk merawat pria tampan ini. Namun, setiap sudah menemukan orang yang akan merawatnya, mereka tidak bisa bertahan selama sebulan. Ada saja yang dilakukan pria tersebut agar orang-orang yang merawatnya menjadi takut dan membuat mereka tidak betah untuk merawat pria tampan tersebut.***Malam hari pun tiba semua orang suda
Read more
Bab 2 : Pelindung.
Bandung, pukul 07:00 WIB.Riski bangun dari tidurnya dan terkejut ketika melihat ia sudah ada di kamar miliknya. Padahal semalam dia kabur dari rumah dan kenapa dia bisa ada di kamar miliknya lagi? Pertanyaan memenuhi pikiran Riski. Adam masuk dan menutup kembali pintu kamar adiknya. Ia menghampiri sang Adik yang tengah duduk di atas kasur sambil mengigit kukunya."Riski, jika Ibu marah padamu jangan dimasukkan ke dalam hati ya," ucap Adam mengusap rambut adiknya.Riski hanya diam dan masih tetap menggigit kukunya, tiba-tiba ayahnya masuk dan menarik pria itu keluar kamar. "Ayah jangan kasar pada adikku!" teriak Adam sambil mengejar Riski yang ditarik ayahnya.Ayahnya langsung mendorong Riski hingga terjatuh, lutut pria itu terluka. Riski memegang lututnya dan menunduk karena takut pada ayahnya, Ibu dari 2 pria tampan itu datang dan menampar wajah Riski hingga menimbulkan memar."Beraninya kabur dari rumah! Kalau ada orang yang melihatmu bag
Read more
Bab 3 : Perawat Berhati Malaikat.
Happy Reading~"Baiklah kau boleh bekerja hari ini," ucap Tuan Bima.Cinta mengangguk dan membantu Riski untuk berdiri. Tuan Bima mendekati Riski, namun pria itu malah bersembunyi di belakang punggung Cinta. Gadis itu menggenggam tangan Riski agar tidak takut dan akhirnya pria itu keluar dari persembunyian sambil menatap sang Ayah."Awas sampai kau membuat perawatmu tidak betah! Ku siksa kau sampai mati!" bentak Tuan Bima.Riski menunduk karena takut dan menggenggam tangan Cinta dengan kuat. Kedua orang tua Riski keluar dari rumah menuju kantor, sedangkan Adam dan Indah menghampiri adiknya."Aku percaya padamu untuk menjaga adikku," ucap Adam pada Cinta."Jaga dia dengan baik," sambung Indah mengusap rambut Riski."Saya akan menjaganya dengan baik Tuan, Nyonya," balas Cinta.Mereka tersenyum manis ke arah Cinta, lalu keluar dari rumah menuju mobil yang terparkir di depan. Saskia menatap tajam ke arah Cinta yang sedang membalas tatapann
Read more
Bab 4 : Kenyamanan.
Happy Reading~Saat sampai di dalam kamar, Cinta langsung membuka baju Riski dan mengobati memar yang ada di dada majikannya. Riski menggigit bahu Cinta, karena merasa perih saat diobati oleh perawatnya. Cinta sontak terkejut dan memilih tetap diam saat bahunya digigit oleh Riski. Ia tetap fokus mengobati memar di dada Riski, sambil menahan sakit di bahu karena gigitan sang Majikan.Riski tiba-tiba melepas gigitan tersebut dan mengelus bahu Cinta sambil menangis. Ia merasa bersalah telah melukai perawat yang melindunginya dari segala siksaan tadi."Sakit ya? Maaf," ucap Riski memeluk Cinta dengan erat."Tidak apa, jangan menangis," balas Cinta yang membalas pelukkan majikannya dan menenangkan Riski yang tengah menangis.Pria tersebut melepas pelukkan dan menghapus air matanya, lalu ia membuka sedikit baju gadis itu untuk melihat keadaan bahu perawatnya. Terlihat bekas gigitan yang cukup dalam dan memerah di bahu Cinta. Ia mencoba untuk mengobati bekas g
Read more
Bab 5 : Kekejaman manusia.
Happy Reading~Setelah keluar dari rumah sakit, mereka pun langsung pulang ke rumah. Setelah menempuh 20 menit perjalanan, Adam memarkirkan mobil-nya di depan halaman rumah. Mereka masuk ke dalam rumah yang begitu mewah milik kedua orang tua 2 pria tampan itu."Cinta," panggil Adam."Iya Tuan? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Cinta membalikkan badannya dan menatap Adam yang ada di belakangnya. Riski ikut membalikkan badan dan tetap setia memeluk tangan Perawat-nya."Riski, bisakah Kakak pinjam perawatmu sebentar saja? Nanti Kakak kembalikan lagi padamu, hanya sebentar," ucap Adam menatap adiknya.Riski menatap Cinta dan saat melihat perawatnya mengangguk, ia langsung berjalan masuk ke dalam kamar. Adam membawa Cinta untuk ke teras rumah agar lebih nyaman berbicara di sana."Ada apa Tuan?" tanya Cinta berdiri di belakang Adam."Apa kau tulus merawat Riski?" tanya Adam menatap serius ke arah Cinta."Aku tulus merawat Tuan Riski, kare
Read more
Bab 6 : Kesedihan dan Pelindung.
Happy ReadingCinta masih setia menemani Riski di belakang gedung acara tersebut. Pria itu mainkan kukunya, karena masih takut untuk masuk ke dalam gedung dengan keadaan wajah yang dipenuhi memar."Kak, coba tatap aku," ucap Cinta jongkok di depan Riski.Ia pun langsung menatap perawatnya dengan ekspresi sendu. Cinta mengambil tas makeup-nya dan mengeluarkan foundation miliknya. Ia melihat mainan yang sering ia mainkan saat masih berumur 5 tahun. Cinta memberikan mainan tersebut pada Riski dan menggenggam tangan majikannya."Simpan mainan ini, semoga Kakak suka dengan mainanku," sambung Cinta menatap Riski."Ini cuma bunga mainan sih, tapi aku yakin mainan ini bisa membuat Kakak tenang," sambungnya."Wah, mainan ini bagus sekali," jawab Riski yang melihat mainan tersebut."Kakak suka dengan mainan itu?" tanya Cinta.Riski merespon dengan senyuman dan mengusap mainan bunga tersebut. Cinta ikut tersenyum dan merapikan rambut Riski yang b
Read more
Bab 7 : Sedikit Perubahan.
Happy ReadingKamar Riski, pukul 21:00 WIB.Riski sudah tertidur pulas di atas kasur, setelah wajahnya diobati oleh perawatnya. Cinta menyelimuti Riski dan berjongkok di bawah kasur. Ia terus memperhatikan wajah pria lugu yang ada di hadapannya, terkadang ia tersenyum karena wajah lucu Riski ketika tidur."Padahal dia anak yang baik, lucu dan pintar. Tapi kenapa keluarganya selalu menyiksa pria baik ini ya." ungkap Cinta mengusap rambut Riski."Cepat pulih, dan tunjukkan pada semua orang kau adalah pria normal yang juga membutuhkan kebahagian," sambungnya sambil tersenyum. Cinta tiba-tiba perih di punggungnya, ia langsung berdiri dan keluar dari kamar Riski. Cinta mematikan lampu kamar dan menutup pintu kamar Riski, setelah itu ia masuk ke dalam kamarnya sambil membawa kotak P3K, untuk mengobati luka yang ada di punggungnya. Gadis itu membuka baju kemeja-nya dan berdiri di depan cermin, untuk memastikan apakah luka yang ada di punggungnya banyak.<
Read more
Bab 8 : Teman yang Tulus.
Happy Reading~Gang sempit,"Aish kalian berdua lagi, hadeh.." ucap pria yang menendang Bayu dan Zaki.Bayu dan Zaki berjalan mundur untuk menjauhi pria yang menendang punggung mereka. Namun, sudah terlambat, 2 pria tampan dan seorang gadis menghadang jalan mereka sambil membawa kayu di tangan."Nah, hari ini kalian bakal mati dengan kami berempat," sambung pria yang menendang punggung Bayu dan Zaki.Riski memeluk lututnya karena ketakutan, tubuhnya mulai gemetar. Ia menggigit kuku tangannya dan keringat dingin, wajah sedikit pucat."Cinta, biar mereka kami yang urus," ucap pria yang ada di samping Cinta.Gadis itu mengangguk dan menatap tajam pada 2 pria yang telah memukul majikan-nya. Ia langsung berlari menghampiri Riski dan memeluknya. Riski membalas pelukkan Cinta sambil menenggelamkan wajahnya di dada milik Cinta. Tubuhnya benar-benar gemetar, Cinta menggengam tangan Riski agar pria itu tenang."Kakak, tatap aku. Janga
Read more
Bab 9 : Saling Melindungi.
Happy ReadingRiski dan Cinta sudah berada di dalam kamar. Pria itu mengambil kotak P3K dan duduk di depan perawatnya, sambil menuangkan obat merah ke atas kapas yang ia pegang. Cinta hanya diam sambil menatap ke arah Riski, yang sedang menuangkan obat merah.Riski mulai mengobati bibir Cinta yang berdarah akibat tamparan tadi dengan perlahan, agar gadis itu tidak merasa perih saat diobati."Sakit ya?" tanya Riski.Cinta hanya mengangguk dan memegang tangan majikannya, sambil menatap manik mata Tuan mudanya. Riski membalas tatapan tersebut dan tersenyum manis pada Cinta."Kenapa?" tanya Riski."Tidak kenapa-napa Kak," balas Cinta dengan senyum tipisnya.Riski mengusap rambut Cinta dengan lembut membuat gadis itu menjadi gugup. Cinta mengambil kapas dan menuangkan obat merah, lalu mengobati kepala Riski, untuk mencoba menghilangkan rasa gugupnya."Kita saling mengobati ya," ujar Cinta sambil tersenyum."Cinta mau jadi k
Read more
Bab 10 : Perjuangan Cinta.
Happy Reading,Riski dan Cinta sudah berada di belakang gedung pernikahan. Riski mengobati bibir Cinta yang robek karena tamparan ayahnya. Gadis itu memegang tangan Riski dan memuntahkan darah dari mulutnya. "Cinta baik-baik saja'kan?" tanya Riski yang panik saat kekasihnya memuntahkan darah."Aku baik-baik saja, itu hanya darah bekas bibirku yang masih di dalam mulut," balas Cinta tersenyum.Riski menghela napas lega dan melanjutkan mengobati bibir Cinta. Ia hanya bisa diam dan menatap Riski dengan tatapan sendu, ia menganggam erat tangan kekasihnya sambil tersenyum kecil."Ada apa Cinta?" tanya Riski yang menatap Cinta dengan tatapan bingung."Tidak kenapa-napa, memangnya gak boleh pegang tangan kekasihku sendiri?" tanya Cinta sambil tersenyum tipis."Boleh," balas Riski yang ikut tersenyum.Yogi yang sedari tadi melihat kedekatan mereka berdua sedikit kesal. Ia memilih untuk masuk menghadiri acara pernikahan Adam da
Read more
DMCA.com Protection Status