Bagian 48

"Ayah, bolehkah aku tidur sama Ayah?" tanya Aira berdiri di samping ranjang tempat Iyan berbaring.

Iyan yang masih bermain benda pipih di tangannya menoleh dan menarik bibir sehingga membentuk lengkungan. "Boleh, dong," ujarnya seraya memindahkan tubuh, menepi pada sisi ranjang untuk memberikan tempat bagi putrinya.

Setelahnya, secepat kilat, Aira berbaring di samping Iyan. Tubuhnya terlentang, menatap langit-langit kamar yang warna catnya sudah usang.

"Kamu mikir apa?" tanya Agam diikuti dengan gerakan memiringkan tubuh menghadap anak semata wayangnya. Tangannya terulur merapikan anak rambut Aira yang berserakan.

"Aku sudah dengar, Ayah bicara apa sama Mbah. Ayah mau mengirim aku ke pondok, 'kan?" tanya Aira dengan tanpa ada nada sedih.

Iyan tidak menjawab pertanyaan sangat putri. Ada yang mencekat di tenggorokan.

"Ayah tidak bermaksud apa-apa, Aira. Ayah hanya ingin, Aira bisa mengaji. Aira dididik jadi anak baik dan sholehah yang bisa mendoakan Ibu. Ayah tidak bisa mengajari
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (6)
goodnovel comment avatar
ardy75
aira,gadis kecil korban dr kepicikan pr ortu.dlm usianya yg msh dini hrs menanggung beban kesalahan dr klrg nya,sebuah kepahitan hdp hrs di jlni krn kepicikan iyan. semoga ada keajaiban dr allah utk kebahagiaan aira,gadis kecil yg menderita lahir & bathin.
goodnovel comment avatar
Mom L_Dza
kasian Aira berpisah dari keluarga.. tapi emang sesih dan sakit.. tapi kalau mondok adalah proses untuk menjadikan diri bakal lebih baik lagi kenapa tidak
goodnovel comment avatar
Arifrahman Muhamma
sungguh karma yang pedih ....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status