Share

Bab 111

"M-maaf, Pak! Mulai sekarang setiap pengeluaran uang perusahaan, harus persetujuan Ibu Shinta." Tedi tertunduk tak berani memandang wajah Raka yang memerah.

Raka panik. Jika dia tak segera mengiirm uang pada Aina, wanita itu pasti akan berbuat nekad lagi. Bisa-bisa lebih nekad dari pada tadi.

"Kamu kan tau Shinta sedang ada di luar kota?"

"Iyy-iyaa, Pak."

Kali ini terpaksa Raka sedikit keras pada Tedi. Padahal selama ini Raka terkenal sebagai atasan yang jarang sekali membentak, apalagi marah-marah.

"Selama Shinta tidak ada di kantor, Aku yang pegang kendali!' tegasnya lagi.

Namun Tedi bergeming. Dia masih berdiri mematung di hadapan Raka. Ucapan Shinta waktu itu masih segar diingatannya.

"Stop aliran dana perusahaan ke rekening suamiku. Katakan padanya, setiap pengeluaran uang harus melalui persetujuanku."

Pernyataan Shinta saat itu cukup tegas. Tedi tidak berani membantah. Dia tau kedudukan Shinta di perusahaan ini. Akan fatal akibatnya jika dia berani membantah pemilik tun
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status