Berapa Biaya Rata-Rata Jasa Menyunting Buku Di Indonesia?

2026-01-03 20:22:33 51

3 Answers

Katie
Katie
2026-01-04 23:56:33
Tarif penyuntingan di Indonesia ibarat spectrum warna – beragam dan tergantung kebutuhan spesifik. Untuk buku-buku populer non-fiksi, standar industri sekitar Rp7-15 juta per naskah. Penyunting yang berbasis di kota besar cenderung lebih mahal 20-30% dibanding di daerah. Metode perhitungannya pun bervariasi: ada yang pakai sistem per karakter (Rp15-50 per karakter), per jam kerja, atau paket all-inclusive. Banyak penulis memilih freelance editor melalui rekomendasi komunitas ketimbang agensi, karena lebih personal dan harganya bisa dinegosiasikan.
Scarlett
Scarlett
2026-01-08 15:05:24
Menggali dunia penyuntingan buku di Indonesia selalu menarik karena variasi tarifnya cukup luas. Dari pengalaman diskusi dengan beberapa penulis lokal, tarif dasar untuk proofreading bisa dimulai dari Rp50 ribu per halaman, tergantung kompleksitas naskah. Namun, untuk penyuntingan substansif yang melibatkan restrukturisasi konten, harganya bisa melonjak hingga Rp300 ribu per halaman. Beberapa penyunting berpengalaman bahkan mengenakan tarif per jam sekitar Rp150-500 ribu, terutama untuk proyek buku akademik atau sastra berat.

Faktor seperti deadline ketat, panjang naskah, dan tingkat kesulitan bahasa juga memengaruhi biaya akhir. Sebagai contoh, naskah terjemahan biasanya lebih mahal karena membutuhkan pengecekan ekstra. Komunitas penulis indie sering berbagi rekomendasi penyunting terjangkau di forum-forum kreatif, dengan kisaran Rp5-15 juta per naskah utuh (300 halaman).
Carter
Carter
2026-01-09 05:19:21
Dari sudut pandang penulis pemula yang pernah mencari jasa penyunting, tarif di Indonesia sangat bergantung pada kredensial penyunting. Penyunting lepas fresh graduate mungkin menawarkan harga Rp20-75 ribu per halaman untuk koreksi dasar, sementara mantan editor penerbit besar bisa mematok Rp200 ribu ke atas. Platform freelancer seperti Sribulancer atau Projects.co.id sering menampilkan rentang harga mulai dari Rp3 juta hingga Rp20 juta per buku.

Hal unik yang saya temui adalah sistem paket bundling, di mana penyunting menawarkan harga lebih murah jika sekaligus mencakup layouting dan ISBN. Beberapa juga memberikan diskon untuk naskah fiksi remaja dibandingkan teks teknis. Untuk menghemat biaya, banyak penulis menggabungkan self-editing dengan satu putaran profesional saja.
Tingnan ang Lahat ng Sagot
I-scan ang code upang i-download ang App

Kaugnay na Mga Aklat

Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang
Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang
Erin, gadis remaja berusia 17 tahun yang mulai jenuh dengan kehidupannya yang begitu-begitu saja. Tuhan sepertinya mengabulkan keinginan gadis itu. Erin mulai merasa kehidupannya berubah. Berbagai gelombang mulai datang menghampirinya. "Astaga! Mengapa mereka melihat ke arah sini dan berjalan mendekatiku??" "...Barra!? Artis ini tinggal disini?! Menginap di rumahku? Satu rumah denganku?! Oh my God... Ya, Tuhan apalagi ini??" "Aku menyukaimu, Erin. Sejak awal aku mengenalmu, aku merasakan sisi hidupku yang hampa mulai terisi... " "Kamu yang namanya Erin, bukan!?" Apa yang akan terjadi pada Erin? Apa dia akan menyerah pada gelombang yang menghampirinya? Atau apa dia akan berusaha untuk mengarungi gelombang itu?
Hindi Sapat ang Ratings
84 Mga Kabanata
Buku telah di hapus
Buku telah di hapus
Buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus
10
11 Mga Kabanata
Wanita Lain Di Buku Nikah Suamiku
Wanita Lain Di Buku Nikah Suamiku
Duniaku seakan hancur ketika dengan tak sengaja menemukan sebuah buku nikah suamiku di dalam tas kerjanya ketika ia baru saja pulang dinas luar kota selama satu bulan. Terpampang jelas wajah suamiku dan wanita tanpa hijab dengan lesung pipi menghiasi wajahnya. Rambutnya lurus sebahu, tergerai dengan sebuah jepit kecil dirambut ujung kanan. Aku berusaha mengingat siapa wanita yang ada di dalam buku nikah ini, tapi aku sama sekali tak bisa mengingatnya. Teringat jelas satu bulan yang lalu ketika Mas Naufal meminta ijin padaku untuk dinas luar kota selama satu bulan. Akupun tak mempermasalahkannya karena ini merupakan suatu kegiatan rutinnya ketika bekerja pada suatu perusahaan di kota Y. Ia akan sering dinas luar kota untuk meninjau proyek yang ada di sana. Saat ini Mas Naufal menduduki posisi sebagai pengawas pada sebuah perusahaan konstruksi, membuatnya sering meninggalkanku sendiri di rumah ketika ia tugas di luar kota. Dengan jabatan itulah ia bisa menghidupiku secara layak dan sangat kecukupan, membuatku sangat beruntung memiliki suami sepertinya. Dalam buku nikah yang kutemukan tersebut tertulis sebuah nama Atha Hafidz Alfarezy dengan Kirani Cahya Dewi. Namun tunggu, bukankah nama suamiku adalah Ghibran Naufal Rizal. Tapi kenapa wajahnya sangat mirip? Dan kenapa pula buku nikah ini bisa ada di dalam tas kerja Mas Naufal?
10
29 Mga Kabanata
Buku Nikah di Ruang Kerja Suamiku
Buku Nikah di Ruang Kerja Suamiku
Hanum Khairani Prasetio. Anak keluarga ningrat yang ditinggal pergi oleh calon suaminya tujuh hari sebelum akad dilaksanakan. Ia sangat tersiksa dan drop sampai harus di rawat dengan dokter pribadi. Namun, ditengah penyakit yang melanda hadirlah sosok yang mampu menenangkannya, perlahan ia bisa bangkit dan menerima segala ketetapan takdir dengan ikhlas. Di malam itu, sehari akad akan dilaksanakan. Hadirlah Rey Pratama meminang Hanum. Namun bagaimana kah ia bisa menyimpan rahasia yang begitu besar dengan adanya wanita selain Hanum? Penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga Hanum dan Rey?
Hindi Sapat ang Ratings
5 Mga Kabanata
Nama Perempuan Lain di Buku Harian Suamiku
Nama Perempuan Lain di Buku Harian Suamiku
Arumi menemukan sebuah diary di gudang milik mertuanya. Awalnya, ia mengira jika itu adalah milik Hana, adik bungsunya. Namun siapa sangka, ketika ia membuka dan membacanya, ada sebuah puisi yang sepertinya ditulis oleh Haris, suaminya. Senyum yang ia sunggingkan sejak awal membaca, tiba-tiba hilang saat matanya menangkap sebuah nama di bagian paling bawah. Memang benar Arumi, namun nama panjang dari nama itu, bukanlah miliknya. Ada apa ini? Apakah Haris salah tulis namanya?
10
99 Mga Kabanata
BUKU TERLARANG
BUKU TERLARANG
nama: riven usia: 22-25 tahun (atau mau lebih muda/tua?) kepribadian: polos, agak pendiam, lebih suka menyendiri, tapi punya rasa ingin tahu yang besar latar belakang: mungkin dia tumbuh di panti asuhan, atau dia hidup sederhana di tempat terpencil sebelum semuanya berubah ciri fisik: rambut agak berantakan, mata yang selalu terlihat tenang tapi menyimpan sesuatu di dalamnya, tinggi rata-rata atau lebih tinggi dari kebanyakan orang? kelebihan: bisa membaca kode atau pola yang orang lain nggak bisa lihat, cepat belajar, dan punya daya ingat yang kuat kelemahan: terlalu mudah percaya sama orang, nggak terbiasa dengan dunia luar, sering merasa bingung dengan apa yang terjadi di sekitarnya
Hindi Sapat ang Ratings
24 Mga Kabanata

Kaugnay na Mga Tanong

Apa Tips Editor Menyunting Kata Kata Sastra Tanpa Merusak Gaya?

4 Answers2025-10-21 05:48:51
Ada momen di mana aku sengaja menutup mata dan membaca baris-baris itu seperti pendengar, bukan pembaca. Itu membantu aku memutuskan apa yang harus dipotong dan apa yang harus dijaga: nada penulis itu lebih penting daripada kerapian tata bahasa. Saat menyunting kata-kata sastra, aku selalu tanya pada diri sendiri apakah perubahan kecil ini masih membuat suara penulis terdengar seperti dirinya sendiri. Kalau tidak, aku cari alternatif yang mempertahankan ritme kalimat, pilihan kata unik, dan metafora yang membuat teks itu hidup. Praktik yang kubiasakan: pertama, lakukan suntingan makro — struktur bab, alur emosi, konsistensi sudut pandang. Kedua, sunting mikro dengan memeriksa pengulangan kata, kelancaran frasa, dan tanda baca. Ketiga, baca keras-keras untuk menjaga musikalitas kalimat. Kalau perlu, simpan dua versi (asli dan disunting) supaya penulis bisa memilih. Contoh kecil: mengganti frasa yang klise dengan detail spesifik seringkali menguatkan tanpa merusak gaya. Aku selalu berakhir dengan catatan hangat ke penulis, bukan koreksi dingin, karena tujuan kita sama: membuat kata-kata itu bernapas tanpa meredam nyalinya.

Bagaimana Penulis Menyunting Merindukanmu Lirik Sebelum Rilis?

4 Answers2025-09-14 00:28:50
Gara-gara melodi itu aku jadi kepo gimana lirik 'Merindukanmu' disusun sampai rilis. Awalnya aku bayangin penulisnya menulis baris kasar—kata-kata mentah yang penuh emosi—lalu mulai memangkas untuk menjaga ritme. Proses menyunting sering kali bukan soal mengubah makna besar, tapi memilih suku kata yang pas supaya penyanyi bisa melafalkan tanpa kejang; mengganti konsonan yang mengganggu legato, atau memotong satu kata supaya nada turun nggak tersendat. Di sisi lain, ada yang ditambah: hook yang lebih simpel, repetisi yang bikin lagu gampang nempel di kepala, atau metafora yang diganti supaya pendengar lebih mudah relate. Enggak sedikit masukan datang dari produser dan penyanyi sendiri—kadang mereka minta agar lirik lebih personal, atau sebaliknya dibuat lebih general supaya bisa diterima banyak orang. Ada pula sentuhan akhir seperti merapikan ejaan, menyesuaikan referensi budaya, dan memastikan tiap bait punya peta emosional sebelum masuk studio. Kalau aku denger versi demo dibanding final, biasanya terasa betapa detail-detail kecil itu ngangkat keseluruhan lagu; perubahan yang terkesan sepele ternyata bikin 'Merindukanmu' bekerja lebih jujur di telinga aku.

Bagaimana Murid Menyunting Contoh Karangan Fiksi Sebelum Dikumpulkan?

2 Answers2025-10-25 10:58:29
Sebelum menekan tombol kirim, aku selalu melakukan beberapa pemeriksaan besar yang bikin tulisan terasa lebih matang. Pertama, aku membaca dari sudut pandang pembaca — bukan penulis. Baca keseluruhan cerita dan tanyakan: apa konflik utama masih terasa? Adegan mana yang tampak mengulur waktu atau berulang? Jika sebuah scene cuma berfungsi sebagai 'menghubungkan' tanpa emosi atau informasi baru, pertimbangkan untuk memadatkannya atau menggabungkannya dengan adegan lain. Perhatikan juga irama: apakah bab-bab pendek membuat langkah cepat sementara paragraf panjang membuatnya tersendat? Pindahkan, potong, atau gabungkan supaya alurnya lebih seimbang. Lalu masuk ke pemeriksaan karakter dan POV. Pastikan nada hati dan suara setiap tokoh konsisten. Kalau POV berganti-ganti, tandai dengan jelas dan cek apakah pergantian itu benar-benar menambah perspektif. Hati-hati dengan 'head-hopping' yang tiba-tiba: satu sudut pandang per adegan biasanya lebih aman. Untuk dialog, bacakan keras-keras untuk mengecek apakah tiap tokoh punya ritme bicara yang berbeda; dialog yang kaku biasanya butuh diselipkan gerak tubuh, reaksi, atau subteks untuk terasa hidup. Setelah struktur dan karakter, aku turun ke level kalimat. Cari kalimat berbelit, pengulangan kata, atau kata-kata pengisi seperti 'sangat', 'agak', 'lumayan' yang sering bisa dihilangkan demi ketegasan. Perbaiki tanda baca penting—koma yang salah tempat bisa merusak makna—dan hindari kalimat pasif berlebih. Jangan lupa cek tata bahasa dasar, ejaan, dan kata-kata yang sering tertukar (seperti 'peluk' vs 'peluk'—maaf, contoh lokal; yang penting cek homofon). Preferensi format juga penting: margin, spasi, judul bab, dan catatan kaki bila ada harus sesuai instruksi guru atau format pengumpulan. Trik terakhir yang selalu kulakukan: baca keras-keras sekali lagi dan minta satu teman untuk membaca cepat (beta reader singkat). Kadang otak kita otomatis melompati kesalahan yang terlihat jelas di layar. Simpan versi final dengan nama file yang jelas dan buat backup. Kalau sempat, istirahat sebentar sebelum final check—otak yang segar lebih jujur menilai. Setelah itu aku biasanya merasa lebih tenang mengumpulkannya, karena tahu aku sudah mengasah cerita dari urat nadinya sampai kata terakhir.

Bagaimana Cara Menyunting Novel Agar Lebih Menarik Untuk Dibaca?

3 Answers2026-01-03 14:59:04
Menyunting novel itu seperti mengukir patung dari balok kayu—kita perlu membuang yang tidak perlu dan mengasah detailnya. Pertama, aku selalu baca naskah dengan suara keras untuk menangkap ritme dan dialog yang canggung. Kalau ada kalimat yang membuatku tersandung saat dibacakan, itu pertanda perlu diubah. Selanjutnya, aku mencari adegan yang 'jalan di tempat' atau terlalu banyak deskripsi. Misalnya, di draft pertamaku dulu, ada tiga paragraf menjelaskan ruang tamu karakter padahal tidak relevan dengan plot. Potong saja! Lebih baik fokus pada tindakan atau emosi yang menggerakkan cerita. Terakhir, aku memastikan setiap bab memiliki 'hook'—entah cliffhanger, pertanyaan, atau kejutan kecil—agar pembaca ingin terus membalik halaman.

Bagaimana Proses Menyunting Naskah Di Penerbit Besar Seperti Gramedia?

3 Answers2026-01-03 18:26:59
Naskah yang masuk ke penerbit besar seperti Gramedia biasanya melalui proses penyuntingan multi-lapis yang cukup ketat. Awalnya, naskah akan melewati tim seleksi untuk dilihat potensi komersial dan kesesuaian dengan visi penerbit. Jika lolos, editor akan memeriksa struktur cerita, konsistensi karakter, dan alur secara mendalam. Mereka sering memberikan catatan revisionis yang detail kepada penulis. Setelah revisi dari penulis selesai, naskah masuk ke tahap penyuntingan teknis seperti proofreading, pemeriksaan fakta, dan penyesuaian gaya bahasa. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan dengan beberapa putaran revisi. Gramedia dikenal sangat menjaga kualitas, jadi mereka tidak segan menolak naskah yang dianggap belum memenuhi standar meski sudah melalui banyak penyempurnaan.

Penyunting Bagaimana Memilih Bahasa Untuk Dongeng Bergambar Bilingual?

4 Answers2025-10-14 11:38:11
Aku sempat pusing memilih bahasa untuk sebuah buku bergambar bilingual yang kuberi keponakan, karena faktor paling penting ternyata bukan cuma bahasa yang keren—tetapi siapa yang paling sering akan membacakannya. Pertama, tanyakan siapa pembaca primer: orang tua, guru, atau anak bilingual? Kalau mayoritas pembaca dewasa adalah penutur bahasa lokal, letakkan bahasa yang mereka pahami sebagai bahasa dominan (teks lebih panjang atau di halaman kiri) supaya cerita mengalir saat dibacakan. Untuk anak usia pra-baca, gunakan kalimat singkat dan ulangan ritmis; itu membuat terjemahan terasa alami waktu dibaca nyaring. Selain itu, perhatikan urutan: di budaya kanan-ke-kiri letakkan bahasa sesuai kebiasaan baca untuk menghindari kebingungan. Kedua, pikirkan tujuan pendidikan dan budaya. Kalau targetnya memperkenalkan kosakata baru, letakkan kata kunci yang diwarnai atau diberi fonetik di samping terjemahan. Kalau tujuanmu mempertahankan bahasa minoritas, beri porsi yang lebih besar pada bahasa itu dan gunakan catatan kecil yang menjelaskan budaya di akhir buku. Lalu selalu uji dengan keluarga nyata—membaca bersama adalah laboratorium terbaik. Aku selalu pulang dengan ide baru setelah melihat anak-anak bereaksi terhadap paruh kalimat yang lucu, jadi jangan takut mengubah posisi bahasa setelah uji coba.

Di Mana Bisa Mendapatkan Hikayat Sri Rama Edisi Suntingan Naskah?

4 Answers2025-11-24 00:47:14
Kalau mencari Hikayat Sri Rama dalam versi suntingan naskah, biasanya aku langsung mengecek katalog perpustakaan universitas atau lembaga kebudayaan. Beberapa tahun lalu, aku menemukan edisi yang cukup lengkap di Perpustakaan Nasional RI, tepatnya di bagian naskah kuno. Mereka punya koleksi digitalisasi juga, jadi bisa diakses online kalau nggak sempat datang langsung. Selain itu, penerbit seperti Yayasan Obor Indonesia atau Balai Pustaka kadang menerbitkan ulang teks-teks klasik dengan penyuntingan akademis. Coba cek situs resmi mereka atau toko buku besar seperti Gramedia. Jangan lupa cari di platform akademik seperti ResearchGate atau academia.edu—beberapa peneliti suka membagikan suntingan naskah mereka secara gratis!

Bagaimana Editor Menyunting Bahasa Agar Flow Teks Fantasi Tetap Kuat?

5 Answers2025-10-20 20:40:19
Mimpi tentang kastil terapung membuatku berpikir tentang bagaimana editor menjaga alur teks fantasi tetap mengalir. Dalam banyak naskah yang kubaca, masalah utama bukan ide—melainkan bagaimana ide itu disajikan: terlalu banyak penjelasan sekaligus, kalimat panjang tanpa napas, dan info dump yang tiba-tiba memaksa pembaca berhenti scroll. Seorang editor yang hebat sering memulai dari gambaran besar: apakah setiap adegan punya tujuan naratif dan emosi yang jelas? Jika jawabannya tidak, mereka akan menyarankan pemangkasan atau pemindahan. Di level kalimat, mereka memburu kata kerja lemah dan adverb yang bikin ritme tersendat, mengganti dengan verba kuat atau metafora ringkas. Pembagian paragraf juga penting—editor menata ulang supaya aksi, deskripsi, dan pikiran tokoh saling bergantian dengan mulus sehingga mata pembaca tidak lelah. Ada teknik praktis yang sering kuberitakan ke teman pembaca: baca keras-keras atau pakai text-to-speech untuk merasakan ritme; tandai bagian yang membuatmu melambat; potong dua kalimat yang panjang menjadi beberapa pukulan. Editor juga menjaga konsistensi istilah dunia dan nada suara sehingga imajinasi pembaca tetap terkoneksi tanpa kebingungan. Intinya, editing bahasa di fantasi itu soal menjaga aliran emosional dan kognitif—membiarkan dunia tetap ajaib tanpa menjebak pembaca dalam labirin kata-kata.
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status