BONE ADALAH PRIA SETENGAH ULAR YANG DIASUH OLEH SEORANG DUKUN SAKTI YANG MENGUASAI 99 ILMU PERDUKUNAN. SEMBARI MEMBANTU SANG DUKUN MENANGANI BERBAGAI PASIEN, BONE KERAP DIHANTUI KEGELISAHAN AKAN JATI DIRINYA YANG SEBENARNYA.
SIAPA ORANG TUA KANDUNGNYA DAN KENAPA IA BISA BERWUJUD ULAR?
SAAT IA SUDAH TAK PEDULI LAGI PADA MASA LALUNYA, IA MALAH TAK SENGAJA BERTEMU IBU KANDUNGNYA.
KEHIDUPAN SANG IBU YANG SANGAT RELIGIUS, MENUNTUT BONE UNTUK BERTOBAT DAN MENINGGALKAN DUNIA PERDUKUNAN.
BAGAIMANA BONE MENENTUKAN TAKDIRNYA?
Mereka semua bilang kalau Bapakku Dukun. Keluarga kami dijauhi dan dikucilkan. Sedari kecil aku sudah melihat kematian demi kematian. Kami dibilang pemuja setan, pelaku pesugihan, bahkan Bapakku dikatakan gila. Namun, aku tak peduli. Sampai sebuah fakta terkuak dengan sendirinya.
Bapakku Dukun dan aku bangga!
story writer by Nana Shamsy
“Cinta tidak mungkin salah, apalagi salah alamat.”
Zivana Letisha Ahmad, dengan berat hati merelakan dirinya untuk dijodohkan dengan seorang CEO bernama Damar. Sayangnya, Zivana justru mencintai pria lain yang namanya juga Damar. Akankah Zivana menerima pria yang menjadi jodohnya itu dan melupakan cintanya?
Kisah cinta Arjuna Mollary, seorang dokter yang kehilangan cinta pertamanya Meysa Adriana. Lima tahun merajut kasih, tiba-tiba Meysa pergi tanpa alasan yang jelas ketika Arjuna hendak melamarnya.
Arjuna terus mencari keberadaan Meysa. Di tengah perjalannya, ia bertemu dengan Ziya Thalia. Kebersamaan setiap hari membuat Ziya merasakan gelayar aneh ketika bersama Arjuna.
Akankah Arjuna menemukan Meysa? Atau cintanya berlabuh pada Ziya? Yuk ikuti kisahnya.
Kali ini takdir menyatukan dua insan manusia dengan cara yang tidak biasa. Gea tidak pernah bermimpi akan dinikahi seorang Abizar dengan cara seperti ini.
Abizar yang selama ini dia idamkan, berubah 360 derajad setelah kecelakaan sang adik, Reksa. Kecelakaan itu membuat Reksa harus duduk di kursi roda bertahun-tahun. Kecelakaan itu pula yang membuat Abizar sangat membenci Gea.
“Aku pastikan Kamu juga akan merasakan rasa sakit yang Reksa rasakan, namun dalam kemasan yang berbeda.”
(Abizar Balver Permadi)
“Silahkan bertindak sesuai prasangkamu, sesuai dengan dendam salah alamatmu. Tapi ketika Kamu sadar ini bukan kebenarannya, jangan pernah mengemis maaf dariku dan telan semua rasa sesalmu.”
(Gea Liberty Kiswoyo)
Lunar hanya tahu bahwa suaminya; Birawa, berprofesi sebagai tukang pijat. Lokasi tempat praktek suaminya juga jauh dari rumah. Butuh waktu dua jam untuk sampai di sana. Ia tidak curiga sama sekali tentang pekerjaan suaminya, sampai suatu hari, tanpa sengaja ia membaca pesan dari salah satu pasien Birawa.
'Bang Bira, nanti sore saya datang lagi. Seperti permintaan Bang Bira, dari rumah saya gak pakai dalaman'
Pernah ngerasain muka tiba-tiba gatal kayak digerayang semut? Aku biasanya langsung ngambil madu mentah dari dapur. Olesin tipis-tipis ke area yang gatal, diamkan 15 menit, baru bilas pake air dingin. Madu punya sifat antiradang alami yang bantu redakan iritasi kulit.
Alternatif lain yang sering kubikin: campuran yogurt plain sama oatmeal halus. Masker ini bikin kulit adem sekaligus melembabkan. Dulu pas kulitku sensitif banget habis kena makeup kadaluwarsa, ramuan ini jadi penyelamat. Yang penting, jangan digaruk biar enggak makin parah!
Pertanyaan tentang sekuel 'Ruangan Dukun' ini bikin aku langsung teringat diskusi panas di forum penggemar lokal bulan lalu. Ada yang bilang penulisnya sempat bocorin rencana trilogi lewat wawancara terbatas, tapi belum ada konfirmasi resmi dari penerbit. Aku sendiri baru-baru ini nemuin tweet dari editor novel itu yang agak misterius—cuma ngepost gambar meja kerja dengan naskah tebal bertuliskan 'RD2' di sampulnya. Ngomong-ngomong tentang ending novel pertama yang menggantung, menurutku terlalu banyak loose ends untuk diakhiri begitu saja. Karakter Si Dukun sendiri masih punya latar belakang keluarga yang belum dijelasin tuntas.
Kalau ngeliat pola penulisnya yang suka sisipin foreshadowing halus—seperti simbol burung gagak di bab 7 yang ternyata relevan di bab 12—aku yakin banget ini disiapkan untuk kelanjutan cerita. Tapi ya, lebih baik jangan berharap terlalu tinggi sebelum ada pengumuman resmi. Penerbit di sini kan terkenal suka tiba-tiba delay proyek tanpa alasan jelas.
Ada satu film Indonesia yang langsung terlintas di pikiran ketika membicarakan dukun ampuh, yaitu 'Pengabdi Setan'. Film horor yang dirilis pada 2017 ini disutradarai oleh Joko Anwar dan menjadi salah satu karya lokal yang sukses besar, baik secara komersial maupun kritik. Ceritanya berpusat pada keluarga yang tinggal di rumah tua di pedesaan, di mana ibu mereka sakit misterius dan ternyata terkait dengan praktik ilmu hitam. Adegan-adegan yang menegangkan dan atmosfer mistisnya benar-benar menghantui penonton, terutama dengan kehadiran dukun yang digambarkan sangat kuat dan menyeramkan. Film ini bukan sekadar jumpscare biasa, tapi membangun ketegangan lewat narasi dan visual yang apik.
Selain 'Pengabdi Setan', ada juga 'Sundelbolong' versi remake tahun 1981 atau yang lebih baru. Meski lebih fokus pada legenda hantu, karakter dukun sering muncul sebagai penengah atau antagonis dalam cerita. Yang menarik, dukun dalam film-film Indonesia biasanya digambarkan dengan atribut khas seperti kain hitam, keris, atau mantra berbahasa Jawa kuno. Ini memberi nuansa lokal yang kental dan berbeda dari representasi dukun di film Barat.
Kalau mau yang lebih fresh, 'Perempuan Bergaun Merah' (2022) juga menyelipkan elemen supranatural dengan tokoh dukun yang memengaruhi alur cerita. Film ini menggabungkan thriller psikologis dengan unsur mistis, dan meski bukan jadi pusat cerita, adegan-adegan ritualnya cukup memorable. Uniknya, film Indonesia sering memposisikan dukun sebagai karakter ambigu—bisa jadi penolong atau malah sumber malapetaka, tergantung konteks ceritanya.
Yang bikin film-film bertema dukun ini selalu menarik adalah cara mereka memadukan budaya lokal dengan genre horor. Dari dialog berbahasa daerah hingga ritual-ritual yang memang ada dalam kepercayaan masyarakat, semuanya memberi rasa autentik. Jadi buat yang penasaran, coba tonton 'Pengabdi Setan' dulu—gaun hitam si dukun di film itu sampai sekarang masih jadi bahan obrolan di komunitas horror lovers.
Mau lihat stok langsung? Aku bisa tunjukkan alamatnya dan beberapa tip biar kunjunganmu efisien.
Dirga Shop berlokasi di Jalan Cipete Raya No. 12A, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170. Lokasinya gampang dikenali karena di seberang ada kafe kecil yang sering dipakai untuk meet-up komunitas, dan deretan toko-toko indie lain. Jam buka biasanya Senin–Sabtu 11.00–20.00 dan Minggu 12.00–18.00, tapi stok figure atau komik populer sering bergerak cepat, jadi aku biasanya telpon dulu sebelum berangkat. Nomor telepon tokonya biasanya 0812-3456-7890 dan akun Instagram @dirgashop.id sering update datangnya barang baru — cek story mereka untuk info restock.
Kalau kamu naik transportasi umum, halte TransJakarta terdekat adalah Blok M dan dari situ bisa ojek online sekitar 10 menit ke Cipete. Parkir di depan toko terbatas, jadi kalau bawa mobil datang lebih pagi atau cari parkir di samping kafe sebelah. Di dalam toko, raknya rapih tapi sempit; kalau niat lihat barang langka mending datang pas weekday sebelum jam ramai supaya bisa ambil dan lihat tanpa dorong-dorongan. Mereka biasanya menerima pembayaran tunai dan e-wallet (OVO/GOPAY/QRIS), serta bisa hold barang sebentar kalau bilang mau ambil setelah transfer.
Sedikit pengalaman pribadi: aku pernah mampir pas ada restock figure langka dan sempat kecewa karena kehabisan—sejak itu aku selalu cek Instagram dan telepon sehari sebelumnya. Kalau butuh ukuran box atau detail kondisi, minta staf untuk buka box depan (banyak toko mau tunjukkan tanpa membuka segel sepenuhnya). Dan kalau kamu mau belanja komik second, periksa halaman belakang untuk coretan atau bekas lipatan. Semoga membantu — kalau kamu mau, kabari aku soal barang tertentu; aku suka bantu kasih tips kapan saat terbaik untuk stalking rak mereka.
Gini nih: aku paham banget rasa penasaran soal 'rumah hantu Darmo' di Surabaya, karena cerita-cerita lokal soal tempat itu suka bikin merinding sekaligus kepo. Dari pengalaman ngobrol sama teman-teman lokal dan ngubek-ngubek forum kota, yang perlu kamu tahu adalah seringkali yang disebut 'rumah hantu Darmo' itu bukan satu alamat tetap yang bisa dicari di peta. Ada beberapa bangunan tua di area Darmo yang pernah dipandang angker atau dijadikan spot urban exploration, dan beberapa event 'rumah hantu' juga pernah muncul sebagai atraksi sementara di sekitar kawasan Darmo atau sekitarnya. Karena itu, alamat yang pasti bisa berbeda-beda, dan kadang pemiliknya enggan mempublikasikan nomor rumah demi privasi dan keamanan.
Kalau kamu memang mau menemukan lokasi yang dimaksud tanpa nekat, aku sarankan langkah yang biasa kulakukan: pertama, coba cari di Google Maps dan Instagram dengan kata kunci 'rumah hantu Darmo' atau tagar serupa; sering ada postingan lama yang menyertakan lokasi atau petunjuk. Kedua, cari di grup Facebook lokal atau forum komunitas Surabaya—orang-orang yang hobi cerita horor kota biasanya tahu cerita oral dan kadang peta kasarnya. Ketiga, cek artikel koran lokal atau blog lama tentang rumah angker di Surabaya; jurnalis sering menuliskan alamat atau setidaknya nama jalan. Keempat, kalau ketemu lokasi yang tampak seperti properti pribadi, jangan langsung mendekat atau masuk: hormati privasi pemilik dan utamakan keselamatan.
Intinya, aku nggak bisa ngasih nomor rumah pasti karena alasan privasi dan juga kemungkinan tempat itu berubah-ubah statusnya (kadang ditinggalkan, direnovasi, atau dijaga). Kalau yang kamu cari adalah atraksi wisata horor resmi, biasanya mereka punya halaman event di Facebook/Instagram dan alamat yang jelas—itu yang aman buat dikunjungi. Semoga tip ini membantu kamu nyari tanpa nyusahin orang lain; pengalaman terbaik justru datang dari cerita dan petualangan yang tetap sopan dan aman.
Ada sesuatu yang sangat memikat tentang 'The Divine Fury' yang membuatku terus memikirnya berhari-hari setelah menonton. Film ini bukan sekadar cerita horor biasa, tetapi perpaduan unik antara dunia supernatural dan laga. Yong-hu, petarung MMA yang kehilangan iman setelah tragedi masa kecil, tiba-tiba mendapatkan kemampuan menyembuhkan orang dengan tangan kirinya yang misterius. Plotnya berbelok ketika ia bertemu Father Ahn, seorang pendeta yang juga pemburu iblis, dan mereka harus bekerja sama melawan kekuatan jahat yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.
Yang paling kusukai adalah bagaimana film ini mengeksplorasi tema redemption dan pertarungan internal Yong-hu. Adegan-adegan exorcismnya dibuat dengan sangat cinematik, dan Park Seo-joon benar-benar menghidupkan karakter utama dengan nuansa emosional yang dalam. Bagi penggemar genre supernatural dengan sentuhan action, ini adalah tontonan yang sangat memuaskan.
Mencari cerita mistis dukun yang populer itu asyik banget—aku sudah keliling internet dan rak buku buat ngumpulin rekomendasi yang paling sering muncul.
Pertama, platform fanfiction dan writing platform seperti Wattpad dan Storial sering jadi tambang emas. Di sana banyak cerita lokal bertema dukun, santet, dan praktik mistis yang ditulis oleh penulis amatir sampai yang udah punya banyak pembaca. Cara nemunya gampang: pakai tag seperti "dukun", "mistis", "hantu", atau judul daerah (contoh: "Jawa", "Sunda") dan cek jumlah komentar serta voting biar tahu mana yang paling populer. Selain itu, ada juga web serial di Kompasiana atau Kaskus yang kadang viral karena gaya penuturan yang kental lokal.
Kalau mau sesuatu yang lebih 'resmi', cari buku-buku koleksi cerita rakyat di toko buku besar seperti Gramedia, atau cek rak folklore di perpustakaan. Banyak antologi cerita rakyat dan misteri yang mengumpulkan kisah dukun dari berbagai daerah—beberapa judul yang sering dibahas komunitas termasuk adaptasi urban legend sampai karya fiksi modern kayak 'Danur' atau film/novel 'Pengabdi Setan' yang bawa nuansa mistis tradisional ke khalayak lebih luas.
Kalau prefer dengar atau nonton, YouTube punya banyak channel yang membacakan kisah-kisah mistis lokal (cari channel dengan view banyak dan komentar aktif). Jangan lupa juga TikTok dan Instagram; format singkatnya sering bikin cerita tersebar cepat. Intinya, kombinasikan platform komunitas, toko buku, dan kanal audio-visual untuk dapetin cerita mistis dukun yang lagi hits—aku paling suka baca yang punya latar budaya lokal kuat, rasanya lebih nempel di kepala.
Mencari rapalan Jawa yang asli dan ampuh bisa jadi petualangan seru! Awalnya aku penasaran dengan mantra 'Jaran Goyang' yang sering disebut di cerita rakyat, lalu mulai eksplorasi naskah kuno di perpustakaan daerah seperti Surakarta atau Yogyakarta. Di sana, banyak lontar dan primbon berisi rapalan dari era Mataram. Tapi hati-hati—beberapa justru berisi pantangan atau syarat rumit seperti puasa 40 hari.
Yang lebih praktis, coba cari sesepuh di pesantren Jawa yang mengajarkan 'ilmu hikmah'. Mereka biasanya punya ijazah rapalan turun-temurun, misalnya untuk pengasihan atau keselamatan. Tapi ingat, ampuh tidaknya tergantung keyakinan dan niat. Pernah kubuktikan rapalan dari buku 'Mantra Jawa Kuno' karya Suwardono—efeknya lebih ke psikologis, membuat lebih percaya diri.
Kebetulan sekali, aku baru saja memesan buket bunga dari Wan Wan Florist minggu lalu untuk ulang tahun saudaraku! Toko ini berlokasi di Jalan Kemang Raya No. 12, Jakarta Selatan. Aku suka suasana tokonya yang cozy dengan rak-rak penuh bunga segar dan aroma lavender yang lembut. Mereka juga punya layanan pengiriman cepat untuk area Jabodetabek.
Yang bikin aku selalu balik ke sana adalah pelayanannya yang ramah banget. Waktu itu aku bingung mau pilih bunga apa, staffnya sabar banget ngasih rekomendasi sampai akhirnya aku pilih rangkaian peony mix dengan baby's breath. Oh iya, parkirannya agak terbatas sih, jadi lebih enak kalau pesan online atau datang pas weekday pagi.
Ada satu hal yang selalu bikin aku tersenyum setiap kali orang menanyakan tentang 'Laskar Pelangi'—penerbitnya adalah Bentang Pustaka (resmi terdaftar sebagai PT Bentang Pustaka). Aku masih ingat betapa hebohnya waktu novel itu terbit, dan nama Bentang Pustaka langsung melekat sebagai rumah terbit yang mengangkat karya Andrea Hirata ke khalayak luas.
Soal alamat, yang sering aku lakukan kalau butuh alamat terbaru adalah cek situs resmi mereka atau halaman kontak penerbit. Biasanya tertera kantor pusat Bentang Pustaka di Yogyakarta beserta nomor telepon dan alamat surel. Karena penerbit kadang memindahkan kantor cabang atau memperbarui alamat, cara paling aman adalah mengonfirmasi lewat situs resmi 'Bentang Pustaka' atau media sosial resminya. Itu selalu bantu kalau aku mau kirim surat atau nanya hak cipta tentang 'Laskar Pelangi'. Aku senang bisa berbagi ini — rasanya seperti ngobrol panjang soal buku favorit di warung kopi.