Mag-log inHidup Sugiono berubah sejak menemukan cincin akik misterius. Janda-janda desa mulai berdatangan meminta pertolongan. Saat namanya semakin terkenal, uang dan wanita terus mengelilinginya. Namun di balik keberuntungannya, para pemilik kekuatan gelap mulai memburu pusaka yang ada di jarinya.
view moreMatahari pagi telah sepenuhnya naik, memancarkan sinarnya yang terik ke seluruh penjuru halaman rumah mewah keluarga besar Bu Rita. Di pos penjagaan depan, Asep tampak sibuk merapikan beberapa berkas dan laporan logistik keamanan yang berserakan di atas meja. Di tengah kesibukannya, matanya tak sengaja menangkap sebuah map biru tebal yang terselip di balik kursi kayu tempat Tuan Bayu duduk semalam.Asep memunguti map yang tertinggal jatuh itu dengan tergesa-gesa, lalu membuka lembaran pertamanya untuk memastikan isinya. Wajah satpam paruh baya itu langsung berubah pias."Wah, gawat..." gumam Asep panik sambil menepuk jidatnya. "Ini waduh, ada berkas penting Pak Bayu yang tertinggal! Kalau sampai dokumen kontrak ini tidak sampai ke kantornya pagi ini, bisa-bisa saya kena amuk lagi."Asep yang tengah dilanda cemas langsung menoleh ke arah Sugiono yang baru saja keluar dari area paviliun membawa gunting tanaman. Tanpa pikir panjang, Asep langsung menghampiri sang tukang kebun dengan waja
Napas Rita semakin memburu, suaranya tercekat di tenggorokan seiring ritme gerakan tangannya yang semakin cepat dan tak beraturan. Sentuhan fisik yang melampaui batas kewajaran itu membuat dinding kamar seolah berputar, menghapus sisa-sisa batasan status sosial di antara mereka berdua.Di bawah kungkungan gejolak hasrat yang teramat pekat, Sugiono tak lagi mampu mempertahankan perisai pertunangannya. Cincin gaib yang melingkar di jarinya berpendar hangat, mengirimkan gelombang energi yang menyatukan aliran darah mereka dalam pusaran nikmat yang tak terelakkan."Bu... ahh... pelan-pelan, Bu..." erang Sugiono tertahan, kedua tangannya mencengkeram erat tepi seprai kasur untuk menahan diri agar tidak sepenuhnya hilang kendali.Rita mendongakkan kepala, membiarkan rambut panjangnya tergerai berantakan di atas bantal. Tatapan matanya sayu penuh kepuasan, sementara debar di dadanya bergemuruh hebat setiap kali ia merasakan denyut nadi dari pusaka sang tukang kebun di dalam genggamannya. Kes
"Sebaiknya piyama sama pengait bra-ku dilepas saja ya, Yono... aku merasa gerah sekali malam ini. Kamu tidak masalah, kan?" bisik Rita dengan suara yang terdengar begitu lirih, menyembunyikan getar gugup di balik helaan napasnya yang berat.Sugiono mengerjap pelan, mengusap lembut sisa minyak zaitun di telapak tangannya. "Aku tidak masalah, Bu. Yang penting Ibu merasa nyaman, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," balas Sugiono berusaha menjaga suaranya tetap tenang di tengah debar jantung yang kian bergemuruh.Mendengar jawaban itu, Rita perlahan memejamkan matanya. Ia menuruti instruksi Sugiono untuk berbaring memiringkan tubuhnya, membelakangi sang tukang kebun agar posisinya lebih leluasa."Coba membelakangi saya dulu, Bu. Biar saya cek bagian pinggulnya secara menyeluruh, takutnya ada bagian otot atau saraf yang terkilir," ujar Sugiono sambil mulai mendekatkan kedua lututnya ke sisi ranjang.Rita mengangguk pasrah. Sugiono mulai memajukan siku tangannya, menekan permukaan kulit di
Malam semakin larut merayap, membawa keheningan pekat ke dalam kamar pribadi Bu Rita di lantai dua. Wanita paruh baya itu duduk bersila di atas selembar tikar bambu halus yang beralaskan karpet lembut. Ia hanya mengenakan sehelai piyama tipis berbahan katun lembut berbalut renda transparan di bagian tepinya.Kain tipis itu menjiplak jelas bentuk tubuhnya, membuat dua bukit kembar di dadanya tampak menonjol naik ke depan dengan bentuk yang masih padat berisi. Meskipun usianya sudah tidak lagi muda, keindahan aset tubuhnya terbukti masih mampu bersaing dengan gadis-gadis usia belia.Rita memegang sebuah cermin rias berukuran kecil di tangan kanannya. Ia memandangi pantulan wajahnya yang sengaja dipoles makeup tipis agar terlihat segar. Pikirannya melayang jauh, merenungkan gejolak aneh yang baru saja ia rasakan."Akan aku buktikan malam ini... apakah sentuhan tangan kasar Yono memang benar-benar sihir yang membuatku bergairah, ataukah itu sekadar keinginan sesaat akibat kesepian?" batin
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu