Dukun Pijat Penarik Janda Desa

Dukun Pijat Penarik Janda Desa

last updateLast Updated : 2026-06-10
By:  NamNamjoo Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
31views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Hidup Sugiono berubah sejak menemukan cincin akik misterius. Janda-janda desa mulai berdatangan meminta pertolongan. Saat namanya semakin terkenal, uang dan wanita terus mengelilinginya. Namun di balik keberuntungannya, para pemilik kekuatan gelap mulai memburu pusaka yang ada di jarinya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sugiono mengusap peluh di dahinya. Pria paruh baya berusia awal empat puluhan hanya bisa menghela napas panjang menatap jalanan desa yang sepi. Pekerjaannya sebagai tukang pijat keliling sedang surut. Alih-alih dipanggil mengobati, dia lebih sering menjadi bahan tertawaan warga.

Sugiono kerap dianggap tukang pijat gadungan yang ilmunya tidak becus. Padahal, dia sudah belajar sungguh-sungguh soal titik saraf. Hanya saja, tenaganya memang dirasa kurang maksimal.

Karena tidak ada pemasukan sepeser pun, Sugiono terpaksa pergi ke ladang pinggir hutan siang harinya. Ia mengayunkan cangkul di bawah terik matahari, berniat menanam singkong sekadar menyambung hidup.

Trang...!

Mata cangkul Sugiono membentur benda keras di dalam tanah. Dia berhenti, berjongkok, lalu menyingkirkan gumpalan tanah basah dengan tangan kosong. Sebuah kotak kayu kecil seukuran kepalan tangan terlihat menyembul.

Sugiono perlahan membuka penutup kayunya. Sebuah cincin akik hitam tergeletak rapi di dalam, memancarkan kilau.

"Luar biasa... dengan tenaga murni sedahsyat ini, tidak akan ada lagi orang berani meremehkanku. Mulai sekarang, aku akan buktikan siapa ahli pengobatan sejati!" batin Sugiono bersorak kegirangan.

Seketika, rasa panas menyengat menjalar dari jari telunjuknya. Sugiono tersentak mundur sambil memegangi dadanya. Aliran energi tak kasatmata melesat masuk menembus pori-pori, mengalir deras ke seluruh pembuluh darahnya. Tulang-tulangnya bergemeretak pelan. Rasa pegal dan linu akibat mencangkul seketika lenyap tak berbekas.

Sugiono menatap kedua tangannya dengan tatapan takjub. Ada hawa hangat berpusat di telapak tangannya. Otot-otot lengannya yang tadinya kendur kini terasa jauh lebih kencang dan bertenaga. Pandangannya menjadi sangat tajam. Dia merasa seperti terlahir kembali menjadi pria bugar.

Baru saja Sugiono meresapi kekuatan barunya, terdengar suara langkah kaki terburu-buru. Ranto, adik kandungnya, datang dengan wajah panik meminta tolong agar Sugiono memijat Gendis, istrinya, yang sudah berbulan-bulan sakit urat pinggul. Inilah saat yang tepat bagi Sugiono menguji kemampuan barunya.

Suara rintihan terdengar dari dalam gubuk bambu pinggir desa. Gendis berbaring tengkurap di atas tikar. Badannya kaku. Ia tak lagi bisa melayani suaminya di ranjang.

 Setiap kali pusaka suaminya mencoba mendekat, ia selalu menjerit kesakitan. Jalan satu-satunya hanya mendatangi Sugiono, kakak iparnya sendiri.

"Sabar, Nduk. Tahan sebentar," ucap Sugiono. Tangan kekarnya menggosokkan minyak zaitun ke pinggul Gendis. "Aliran darahmu kurang lancar, Nduk. Pasti terasa sakit."

"Nduk, apa bisa kamu lepaskan rokmu? Pakde jadi susah memijat jalur urat ke bawah," pinta Sugiono.

Gendis terkejut. "Tapi, Pakde... apa tidak bisa begini saja?"

"Akan sulit diurut kalau terhalang kain tebal," jelas Sugiono. "Tenang saja, Pakde tidak akan macam-macam. Kamu kan adik iparku sendiri. Kasihan Masmu kalau harus berpuasa berbulan-bulan."

Mendengar nama suaminya disebut, pertahanan Gendis runtuh. Perlahan, ia mengangkat pinggulnya sedikit lalu menurunkan roknya. Kini hanya tersisa dalaman berwarna merah terang.

Sugiono mulai memusatkan tenaga dalam ke ujung jarinya. Hawa hangat menjalar dari telapak tangannya langsung menembus pori-pori kulit Gendis. Jempol tangannya tak sengaja menyentuh bagian tengah sensitif milik Gendis.

"Ughhh..." Tubuh Gendis tersentak. Sensasi ngilu seketika bercampur dengan rasa nikmat asing. Napasnya mulai memburu kencang.

"Maaf, Nduk. Jalur urat utamanya memang berpusat di sekitar sini," kata Sugiono meyakinkan. Tiba-tiba, cincin akik hitam di jari Sugiono mendadak memanas. 

Matanya mulai bersinar terang. Hawa panas mengalir deras dari telapak tangannya, menghancurkan gumpalan darah kotor penyumbat urat pinggul Gendis.

"Ahh, Pakde! Uhh, Pakdehh..." Tubuh Gendis menggeliat hebat di atas tikar.

Tangannya meremas lengan Sugiono sangat kuat. Kukunya sampai memutih menahan desiran panas.

"Tahan, Nduk! Tinggal buang sisa kotorannya!" Sugiono menekan satu titik saraf terakhir tepat di bawah pusar.

"Akhhhh!" Gendis memekik keras. Tubuhnya melengkung ke atas selama beberapa detik sebelum akhirnya ambruk lemas tak bertenaga. Napasnya terengah-engah memburu pasokan udara. Keringat membasahi seluruh leher dan dadanya.

Sugiono buru-buru menarik tangannya menjauh. "Sudah tuntas, Nduk," ucapnya sambil mengelap keringat di dahi.

Gendis tersipu malu, perlahan mengubah posisinya menjadi duduk. "Pakde, aku merasa agak ringan. Cuma nanti aku tidak tahu kalau Mas Ranto mengetes, apa kembali sakit atau tidak..."

Sugiono tertawa pelan. Matanya melirik bagian depan tubuh Gendis sekilas. "Oh iya, Nduk... bagaimana dengan dadamu? Apa bermasalah juga? Pakde hanya tak mau kalau Masmu berpindah ke lain hati kalau asetmu kurang kencang."

Wajah Gendis seketika memerah matang. Ia menunduk menatap dadanya sendiri. "Pakde bisa menyembuhkannya juga?"

Gendis sebenarnya masih agak ragu. Namun setelah merasakan pinggulnya benar-benar sembuh, rasa jijik di hatinya perlahan terkikis. Apalagi teringat testimoni sahabatnya—semenjak berobat ke Sugiono, suaminya jadi lebih ganas dan ia lebih kuat melayani di ranjang sampai pagi.

"Tapi...." Gendis makin tersipu malu, suaranya mengecil. "Bagian tengah dadaku biasanya memang suka nyeri Kalau sedang datang bulan, Pakde."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status