DIOFANO
Bintang yang ada disekitar Dio pun jengah dengan apa yang dilihatnya, kemudian ia menyentak “lo kenapa dah?”
“Nggak apa – apa.”
“Ck, klasik banget kek cewek.”
“Emang kok.”
“Tapi gestur lo seolah berkata kalau lo nggak apa – apa.”
Merasa terusik dengan perkataan Bintang, Dio pun tak tinggal diam ia melempar kaleng pocari bekas minumnya tadi pada Bintang “jangan sok jadi mbah dukun”
“Tapi benarkan kata gue? Minat berbagi nggak?”