Setiap Momen adalah Kamu
Jane Lestari
Entah kalimat apalagi yang bisa dia ucapkan, sekadar membuat sahabatnya itu lebih kuat.
“Aku sudah mengingatkan, kita seharusnya tidak usah menghadiri acara itu. Aku tidak tega melihatmu, kembali terluka, Rakha,” ucap Aditya, kembali bersama kenangan terpahit.
Kalimat Aditya, ternyata tertangkap jelas oleh pendengaran Rakha yang masih terlelap. Air mata itu menetes pelan, membasahi pipinya, yang kian pucat.