Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Your uncle is a better choice, dear ex-husband

Your uncle is a better choice, dear ex-husband

"Let's get a divorce." Renna had said to her treacherous husband, Hayes Campbell, walking in on him with not one of his numerous mistresses that she knew of, but her sister, this time. Renna thought divorcing him would be the end of her misery but what about her father? The vicious man who she grew up to him finding fault in everything she did, she was his prodigal daughter while Nadia, her sister, was his favorite, despite how frequently she strayed. He disowned her right after the divorce and pushed her into the street. Divorced, disowned, and critically ill, Renna passed out on the street of New York. Renna thought she was dead until she opened her eyes in a hospital, and her ex-husband's uncle beside her. "Hey, kitten." He winked. "Don't call me that." Renna spat. "Fine, does Mrs Campbell sound better?" "Not that either," she mumbled. "Hayes and I are getting divorced." He was unusually quiet for a while, and when Renna looked up to his face, he had a smug smirk plastered all over. "Well, I guess that changes everything then." "What does that even..." "Marry me." "What?" "I will offer you a life every single lady on earth will be jealous of, kitten, the world will be at your feet, including your ex-husband, all you have to do is say yes." His name is Landon; Hayes's uncle and biggest threat. No one knew the mystery behind his hatred for Hayes. The business deals that Hayes wanted, he took them; Hayes popularity and influential spot in the country, he took that away, and now he has come for her. But not just as a game.
Romance
10639 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Hari di mana aku pingsan dan didiagnosis menderita kanker stadium akhir di rumah sakit adalah hari ulang tahunku dan kakak kembarku, Nadin, yang ke-22. Aku tidak peduli dengan saran dokter untuk dirawat inap dan langsung pergi, hanya demi merayakan ulang tahun terakhir yang riang bersama keluargaku. Namun ketika aku tiba di pesta ulang tahun, aku justru dihentikan oleh pelayan di depan pintu. Dia berkata bahwa tempat ini telah disewa untuk perayaan ulang tahun putri Keluarga Yanuar, dan orang luar tidak diizinkan masuk. Di balik kaca jendela, Kakak laki-laki memegang kue, Ayah memasangkan topi ulang tahun di kepala Nadin. Bahkan pacarku juga tersenyum sambil menatap Nadin yang memejamkan mata untuk membuat permohonan. Setelah berdiri terpaku selama setengah jam, akhirnya pacarku mengangkat teleponku. "Aku tadi ke rumah sakit, sekarang ...." Ia memotong ucapanku, "Nadia, tubuhmu selalu sehat. Hari ini ulang tahun Nadin, kalau ada apa-apa, bicarakan nanti aja." Bukankah hari ini juga ulang tahunku? Hanya karena Ibu meninggal dunia akibat pendarahan hebat saat melahirkanku. Dan karena dokter mengatakan aku telah "merebut" nutrisi Nadin saat dalam kandungan hingga membuatnya bertubuh lemah sejak kecil. Semua orang pada menganggap, akulah yang seharusnya mengalah pada kakakku yang lahir lima menit lebih dulu itu. Aku meremas hasil diagnosis kanker dan membuangnya ke tempat sampah, memutuskan untuk tidak lagi bersedih karena pilih kasih mereka. Karena sejak awal aku tak pernah mendapatkan kasih sayang mereka, maka aku memilih untuk pergi selamanya.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
131415161718
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status