Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKUN PALSU CALON SUAMI

AKUN PALSU CALON SUAMI

Gyuu_Rrn
Dinda berpikir, kalau dunianya benar-benar baik-baik saja, semua yang di susun akan berakhir sesuai dengan rencana. Hingga dia lupa, kalau ada Tuhan yang mengatur skenario hidupnya. Hingga pada akhirnya, Dinda harus menerima sebuah fakta pahit, kalau Arkan--calon suaminya justru berkhianat dengan seseorang yang tidak pernah Dinda duga sebelumnya. Ya, Arkan ternyata berkhianat dengan Nadin--salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan Dinda. Bak ditikam panah dari depan dan belakang. Dinda amat sangat terkejut, dunianya hancur berkeping-keping, begitupun dengan harapan yang telah mimpikan selama ini. Namun, Dinda yang tak ingin bila kedua pengkhianatan itu bahagia di atas penderitaannya, langsung menyusun sebuah rencana cantik, agar keduanya bisa mendapatkan balasan yang setimpal. Arkan sendiri tak sungguh-sungguh dalam mencintai Dinda. Pria itu hanya menginginkan harta kekayaan yang keluarga Dinda milikki, karena pada saat bersama Dinda saja, Arkan tak hanya menjalin hubungan dengan satu wanita saja. Begitupun dengan Nadin. Wanita itu tahu, bila Arkan adalah calon suami dari bosnya. Tetapi, dengan sangat keras kepalanya, Nadin tak mengindahkan hal tersebut dan tetap menjalin hubungan secara diam-diam dengan Arkan. Lantas, apa yang akan Dinda dan keluarganya lakukan untuk membalas semua perbuatan Arkan dan Nadin? Akan 'kah semua yang telah Dinda susun kali ini, berjalan dengan lancar atau justru sebaliknya? Atau justru, di sini Arkan dan Nadin yang akan berhasil dalam memb*d*hi Dinda dan keluarganya, hingga berhasil menguasai hartanya?
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai balasan xie xie
Baca
+Pustaka
UNCONTROL CEO DESIRE (INDONESIA)

UNCONTROL CEO DESIRE (INDONESIA)

Di_evil
"Aku menginginkanmu. Setiap inchi tubuhmu menarik perhatianku. Apakah kita tidak akan ada kesempatan tidur bersama?" Kembali, Sarla menggelengkan kepalanya dengan gerakan kuat beberapa kali. "Tidak akan!" "Kau harus ingat jika aku berada di sini bukanlah sebagai pelayanmu dan melakukan apa saja yang kau minta. Termasuk tidur denganmu Mr--" "Kau memang bukan pelayanku. Tapi, kau sudah hidup bersamaku di sini. Kau sudah mendapatkan semua fasilitas mewah di rumahku." "Jadi, apa tidak boleh aku menerima balasan? Minimal kau dapat menyerahkan tubuh indahmu, Miss Sarla." Wilzton menyeringai. "Baiklah. Anggap saja aku membalas budi. Harus berapa kali aku bersedia untuk kau tiduri?" tanya Sarla dengan tenang. Tak menunjukkan kegugupan. "Haha. Selama gairahmu masih menginginkanku untuk memuaskanmu." Sarla membeliak kaget. "Apa katamu?" "Kau suka bukan? Apa pun yang menyenangkan hatimu akan aku lakukan, Sayang." Sarla kian membelalakan mata. Tambah kesal juga akan ucapan Wilzton yang baginya penghinaan. "Cih, kau kira kau bisa memuaskanku begitu saja?" Sarla dominasikan nada mencibir dan jengkel. "Lebih baik kau lihat dulu permainanku. Baru, kau boleh menilai. Aku jamin aku tidak mengecewakan." …………….. Sarla Maykan Parker harus menanggung akibat dari hidup glamour yang sudah melewati batas. Tak bisa ia hindari hukuman ditentukan oleh keluarganya sendiri. Dibuang ke San Fransisco, tinggal di rumah seorang billionaire muda bernama Wilzton Davis tanpa dibekali sepeser pun uang. Tidak hanya hari-hari harus dilewatinya yang berubah drastis. Namun juga, hati dan hasratnya. Wilzton terlalu tampan dengan paras menawan dan tubuh tinggi atletis. Ditambah sentuhan-sentuhan pria itu yang selalu membakar gairahnya. Sarla tak bisa menahan godaan. Perlahan namun pasti, ia mulai terperangkap. Bergantung pada Wilzton hingga memberikan cinta dan tubuhnya untuk pria itu seutuhnya.
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai balasan xie xie
Baca
+Pustaka
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

yeninur099
Andai kamu tahu, aku adalah orang paling bodoh setelah bertemu dengan kamu. Entah sudah berapa ratus kali aku bertemu seseorang, namun nyatanya kamu adalah orang yang tetap aku inginkan. Saat pertama kali aku bertemu denganmu, dan saat itu aku berharap bahwa diriku bisa bersanding denganmu dan mengenalmu dengan lebih baik, dalam hatiku aku berdoa semoga kelak aku yang akan memenangkan dirimu dan mendampingimu hidup diantara orang-orang yang berdiri di sampingmu sekarang. Maafkan aku juga yang telah lancang meminjam namamu atas doaku. Sebuah nama yang menjadi pengulangan atas do’a dan sujudku, entah seberapa hebat dirimu sampai bisa memenangkan hatiku dari sekian banyak manusia dimuka bumi ini, daya tarik apa yang kamu punya sehingga namamu saja kuperjuangkan di hadapan tuhanku yang menjadi candu. Untuk nama yang selalu menjadi pengulangan atas do’a dan ibadahku. Aku berharap ada balasan atas perihal tentang hatiku dan perasaanku kepadamu. Aku sudah tidak mengerti lagi bagaimana caraku merayu semesta agar aku bisa bersamamu, entah sekuat apa pintu hatimu, sampai kamu tidak bisa mendengar sedikit pun ketukan dariku, apakah kamu tuli sampai kamu tidak mendengar jeritan yang selalu menyebut namamu. Entah sampai kapan aku akan menjadi orang yang gigih untuk tetap memperjuangkanmu, sedangkan hujan yang berpetir pun sudah meremehkanku, lihatlah dengan sombongnya iya pamer bahwa langit yang beberapa saat hujan badai kini menampilkan pelangi yang indah untuk, dipamerkan kepada siapa pun yang melihatnya, seolah berkata ia telah berdamai dari waktu kelamnya. Lantas bagaimana dengan diriku yang sampai saat ini masih terombang-ambing badai kehidupan namun tidak kunjung mereda, Sedangkan badai itu sendiri semakin hari semakin kuat untuk membuatku terjatuh. Jikalau aku bisa meminta aku ingin berhenti dan istirahat sejenak, tidak mungkin kalau aku akan baik-baik saja saat ini. Entah berapa ribu luka lagi yang harus aku tutupi, dan seberapa kuat lagi aku bisa bangun setelah ribuan kali jatuh.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai balasan xie xie
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
192021222324
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status