Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada
Belum lama saya mengucapkan kata-kata itu, saya mendengar suara Reza.
Suara nya serak: “Rania, aku tahu kamu pasti akan mengolok-olokku, tapi ini adalah bunga yang paling kamu sukai, bukan, bunga yang paling kamu inginkan. Aku sudah mengecewakanmu berkali-kali, dan kali ini, aku nggak boleh lagi membuatmu kecewa lagi.”
“Dulu kamu nggak bisa menyentuh bunga karena kondisi kesehatanmu, jadi aku belum pernah memberikannya padamu. Sekarang aku ingin menebusnya, apa kamu merasa kecewa karena aku datang terlambat?”
Sikat na Kabanata