Pacar Kontrak Sang CEO
Ia menambahkan dengan nada santai sambil mulai merapikan minyak terapinya, "Kalau Mbak keberatan, harusnya Mbak jangan tampil terlalu menawan setiap hari. Itu sumber masalahnya."
"Cukup ya! Berhenti sekarang juga!" Pipi Vera sudah semerah buah persik yang matang. Ia memalingkan wajah, menyembunyikan senyum tipis yang tak sengaja muncul. "Aku cuma nanya sedikit, tapi kamu malah ceramah gombal. Kursus di mana kamu..."
"Saya nggak kursus, itu murni testimoni dari hati yang paling dalam," jawab Adrian dengan wajah yang dibuat sangat serius. "Karena pada kenyataannya, Mbak Vera memang—"
Capítulos em Alta