Tukang Pijat Super
Kekuatannya, yang selama ini menjadi andalan dan identitasnya, benar-benar hilang.
Dari speaker tersembunyi di langit-langit, suara Vivi tiba-tiba menggema, dingin dan penuh ironi. “Selamat pagi, kekasihku. Atau aku harus bilang selamat sore? Kau sudah tidur nyenyak selama hampir delapan belas jam.”
Juned mengangkat kepalanya dengan susah payah, mencoba mencari sumber suara.
“Jangan repot-repot mencari,” canda Vivi. “Senang melihatmu akhirnya dalam kondisi yang... layak. Tidak lagi menyombongkan kekuatan supermu itu.”