author-banner
Miss Wang
Author

Miss Wangの小説

Dokter, Maukah Jadi Bayi Susuku

Dokter, Maukah Jadi Bayi Susuku

DewasaWanita KuatDokterJandaCinta Sejati
Luna hancur setelah kehilangan bayinya akibat ulah mantan suaminya. Luka batin dan tekanan membuat tubuhnya bereaksi aneh. ASI terus keluar tanpa henti, membuat payudaranya membengkak dan terasa nyeri. Di tengah keputusasaan, Nathan hadir. Bagi Luna, Nathan bagaikan malaikat yang datang di saat paling gelap dalam hidupnya. Dengan kesabaran, Nathan tak hanya berusaha menyembuhkan kondisi fisik Luna, tetapi juga perlahan merajut kembali hatinya yang patah. Di antara rasa sakit dan harapan, hubungan mereka mulai tumbuh, membawa cahaya baru dalam kehidupan Luna.
読む
Chapter: 70: Coba Saja Kalau Berani!
Nathan menarik lengan Luna lalu menghimpitnya di dinding. Mata kirinya menatap wanita itu dengan tajam, penuh kecemburuan yang sejak tadi berusaha ditekan. Bukannya takut atau merasa bersalah, Luna malah menikmati ekspresi tersebut. Baginya, Nathan yang cemburu jauh lebih menarik dibanding Nathan yang dingin dan tenang. "Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Apa kehadiran pengganggu itu membuatmu sangat senang?" tanya Nathan, suaranya dingin dan tajam. Luna terkekeh pelan, pandangannya tidak lepas sedikit pun dari suaminya. "Kamu benar-benar cemburu. Aku tidak menyangka akan melihat sisi ini darimu." Rahang Nathan mengeras. Tanpa basa-basi dia meraup bibir wanita itu dalam ciuman penuh emosi. Luna terkejut sesaat, kemudian membalasnya sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Nathan. Bibir Nathan memagut dan melum4t bibir Luna dengan brutal, lidahnya menelusup masuk ke dalam mulut wanita itu, memaafkan celah yang Luna berikan. Dan tentu saja itu membuat Luna sangat kuwalahan, mes
最終更新日: 2026-06-20
Chapter: 69: Kamu Cemburu?
Kembang api menghiasi langit malam dan membuat Luna terpaku di tempatnya berdiri. Ledakan cahaya berwarna-warni mekar silih berganti di angkasa, memantulkan kilau merah, emas, biru, dan ungu di permukaan sungai yang mengalir tenang. Di sepanjang tepian sungai, orang-orang berhenti berjalan untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.. "Indah sekali. Rasanya seperti berada di dalam lukisan yang bergerak." ujar Luna sambil tersenyum lebar. Nathan tidak segera menjawab. Pandangannya justru tertuju pada wajah Luna yang diterangi cahaya kembang api. Senyum wanita itu terlihat begitu indah, bahkan lebih indah dari warna warni kembang api hingga sulit baginya mengalihkan perhatian ke tempat lain. "Tidak juga, justru pemandangan yang lebih menarik ada di depanku." sahut Nathan. Luna menoleh dan mendapati Nathan yang sedang menatapnya. Wajahnya memanas seketika, rona merah seketika menghiasi wajah cantiknya. "Sejak kapan kulkas seribu pintu sepertimu pandai menggombal?" "Sejak aku tau jika h
最終更新日: 2026-06-19
Chapter: 68: Penyerangan Tiba-tiba
Mobil hitam yang dikendarai Nathan melaju tenang menyusuri jalan yang semakin sepi meninggalkan pusat kota. Luna duduk di kursi penumpang sambil membicarakan hal-hal ringan. Sesekali Nathan menanggapi, tapi sebagian perhatiannya tertuju pada kaca spion yang sejak beberapa menit lalu memperlihatkan sesuatu yang tidak ia sukai. "Jujur saja aku masih bingung menentukan mana yang harus aku pilih, menjadi desainer atau membuka toko bunga." Nathan menatapnya sekilas sebelum pandangannya kembali ke jalan yang membentang di depan. "Kenapa tidak coba keduanya saja, mungkin membuka butik sekaligus florist secara bersamaan bukan ide yang buruk. Apalagi kamu berbakat di dua bidang itu." Luna mengangguk sambil tersenyum kecil. Ia tampak memikirkan kemungkinan tersebut dengan serius. "Kamu benar juga. Kedengarannya jauh lebih menarik daripada memilih salah satunya." Nathan tidak menjawab. Matanya menyipit saat melihat dua kendaraan yang sejak tadi mengikuti mereka mulai mempercepat laju.
最終更新日: 2026-06-16
Chapter: 67: Hampir Lumutan
Semilir angin musim semi berembus lembut melewati celah jendela yang sedikit terbuka. Tiga jam telah berlalu sejak Nathan memasuki ruang operasi. Luna duduk di dekat jendela sambil memandangi halaman rumah sakit di bawah sana. Beberapa anak berlarian dengan riang ditemani orang tua mereka. Tawa mereka terdengar samar hingga ke dalam ruangan. Pemandangan itu seharusnya menyenangkan, tapi yang terjadi malah sebaliknya, senyum sendu terukir di bibir Luna. Dadanya terasa sesak saat ingatannya kembali pada kejadian beberapa bulan lalu, ketika ia kehilangan janin yang begitu dinantikan. Luka itu memang tidak lagi berdarah, tetapi bekasnya masih tertinggal di dalam hatinya. Suara pintu yang terbuka memecah lamunannya. Nathan masuk ke ruangan dengan langkah tenang. Lalu menghampiri Luna. "Maaf membuatmu menunggu selama ini. Aku tahu waktunya jauh lebih lama dari perkiraanku." ucapnya penuh sesak. Luna menghela napas panjang sambil menoleh ke arahnya. "Kamu tahu, aku hampir lumutan menung
最終更新日: 2026-06-15
Chapter: 66: Karena Aku Istrinya
Luna duduk santai di kursi kerja Nathan sambil memangku sebuah majalah. Halaman demi halaman terus terbuka di hadapannya, tapi pikirannya malah melayang ke mana-mana. Ruangan dokter itu terasa tenang dan nyaman, berbeda dari hiruk-pikuk lorong rumah sakit yang sesekali terdengar dari balik pintu. Ketukan singkat terdengar dari luar. Sebelum Luna sempat memberikan izin masuk, pintu sudah terbuka dan Sarah melangkah ke dalam ruangan dengan ekspresi datar. Tatapan dokter wanita itu langsung jatuh pada Luna yang sedang duduk di kursi milik Nathan. Udara di dalam ruangan mendadak dingin ketika pandangan mereka bertemu. Luna menutup majalah di pangkuannya dan mengangkat wajahnya. Tidak ada senyum yang muncul di bibirnya. Ia masih mengenali wanita di hadapannya dengan sangat baik. Salah satu wanita yang menyimpan perasaan terhadap Nathan dan tidak pernah benar-benar berhasil menyembunyikannya. Keheningan menyelimuti ruangan selama beberapa detik. Luna menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil
最終更新日: 2026-06-14
Chapter: 65: Hati Nathan
Mobil hitam itu melaju membelah jalanan kota yang dipenuhi kendaraan. Dari jendela yang terbuka, angin musim semi masuk membawa aroma bunga yang tumbuh di sepanjang trotoar. Luna menikmati pemandangan di luar, sementara Nathan fokus pada jalan di depannya.Nathan menoleh padanya. "Aku akan pergi ke rumah sakit. Mau ikut atau pulang?" tanya Nathan menatapnya sekilas."Ikut." Luna menjawab cepat. "Aku bosan kalau di rumah sendirian." lanjutnya. Nathan mengangguk. "Baiklah."Nathan menginjak pedal gas sedikit lebih dalam. Setelah mengambil cuti panjang, hari ini ia kembali bekerja. Semalam pihak rumah sakit menghubunginya karena ada operasi besar yang membutuhkan keahliannya. Sebagai kepala tim bedah, Nathan akan memimpin operasi tersebut pagi ini. ****Rumah sakit tidak pernah benar-benar sepi. Perawat, dokter, dan petugas medis terus berlalu-lalang di lorong. Beberapa keluarga pasien duduk menunggu dengan wajah cemas, sementara sebagian lainnya berbicara pelan di area tunggu.Di deka
最終更新日: 2026-06-14
あなたも気に入るかもしれません
Tukar Suami dengan Pelakor
Tukar Suami dengan Pelakor
Romansa · Chikyciki
5.0K ビュー
My Perfect Husband
My Perfect Husband
Romansa · Listri Amanda Putri
5.0K ビュー
Ranjang Panas Sang Sekretaris
Ranjang Panas Sang Sekretaris
Romansa · Mima Rahyudi
5.0K ビュー
Suamiku [tidak] Sempurna
Suamiku [tidak] Sempurna
Romansa · Destiny Rogers
5.0K ビュー
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status