LOGINLuna hancur setelah kehilangan bayinya akibat ulah mantan suaminya. Luka batin dan tekanan membuat tubuhnya bereaksi aneh. ASI terus keluar tanpa henti, membuat payudaranya membengkak dan terasa nyeri. Di tengah keputusasaan, Nathan hadir. Bagi Luna, Nathan bagaikan malaikat yang datang di saat paling gelap dalam hidupnya. Dengan kesabaran, Nathan tak hanya berusaha menyembuhkan kondisi fisik Luna, tetapi juga perlahan merajut kembali hatinya yang patah. Di antara rasa sakit dan harapan, hubungan mereka mulai tumbuh, membawa cahaya baru dalam kehidupan Luna.
View MoreNathan menarik lengan Luna lalu menghimpitnya di dinding. Mata kirinya menatap wanita itu dengan tajam, penuh kecemburuan yang sejak tadi berusaha ditekan. Bukannya takut atau merasa bersalah, Luna malah menikmati ekspresi tersebut. Baginya, Nathan yang cemburu jauh lebih menarik dibanding Nathan yang dingin dan tenang. "Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Apa kehadiran pengganggu itu membuatmu sangat senang?" tanya Nathan, suaranya dingin dan tajam. Luna terkekeh pelan, pandangannya tidak lepas sedikit pun dari suaminya. "Kamu benar-benar cemburu. Aku tidak menyangka akan melihat sisi ini darimu." Rahang Nathan mengeras. Tanpa basa-basi dia meraup bibir wanita itu dalam ciuman penuh emosi. Luna terkejut sesaat, kemudian membalasnya sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Nathan. Bibir Nathan memagut dan melum4t bibir Luna dengan brutal, lidahnya menelusup masuk ke dalam mulut wanita itu, memaafkan celah yang Luna berikan. Dan tentu saja itu membuat Luna sangat kuwalahan, mes
Kembang api menghiasi langit malam dan membuat Luna terpaku di tempatnya berdiri. Ledakan cahaya berwarna-warni mekar silih berganti di angkasa, memantulkan kilau merah, emas, biru, dan ungu di permukaan sungai yang mengalir tenang. Di sepanjang tepian sungai, orang-orang berhenti berjalan untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.. "Indah sekali. Rasanya seperti berada di dalam lukisan yang bergerak." ujar Luna sambil tersenyum lebar. Nathan tidak segera menjawab. Pandangannya justru tertuju pada wajah Luna yang diterangi cahaya kembang api. Senyum wanita itu terlihat begitu indah, bahkan lebih indah dari warna warni kembang api hingga sulit baginya mengalihkan perhatian ke tempat lain. "Tidak juga, justru pemandangan yang lebih menarik ada di depanku." sahut Nathan. Luna menoleh dan mendapati Nathan yang sedang menatapnya. Wajahnya memanas seketika, rona merah seketika menghiasi wajah cantiknya. "Sejak kapan kulkas seribu pintu sepertimu pandai menggombal?" "Sejak aku tau jika h
Mobil hitam yang dikendarai Nathan melaju tenang menyusuri jalan yang semakin sepi meninggalkan pusat kota. Luna duduk di kursi penumpang sambil membicarakan hal-hal ringan. Sesekali Nathan menanggapi, tapi sebagian perhatiannya tertuju pada kaca spion yang sejak beberapa menit lalu memperlihatkan sesuatu yang tidak ia sukai. "Jujur saja aku masih bingung menentukan mana yang harus aku pilih, menjadi desainer atau membuka toko bunga." Nathan menatapnya sekilas sebelum pandangannya kembali ke jalan yang membentang di depan. "Kenapa tidak coba keduanya saja, mungkin membuka butik sekaligus florist secara bersamaan bukan ide yang buruk. Apalagi kamu berbakat di dua bidang itu." Luna mengangguk sambil tersenyum kecil. Ia tampak memikirkan kemungkinan tersebut dengan serius. "Kamu benar juga. Kedengarannya jauh lebih menarik daripada memilih salah satunya." Nathan tidak menjawab. Matanya menyipit saat melihat dua kendaraan yang sejak tadi mengikuti mereka mulai mempercepat laju.
Semilir angin musim semi berembus lembut melewati celah jendela yang sedikit terbuka. Tiga jam telah berlalu sejak Nathan memasuki ruang operasi. Luna duduk di dekat jendela sambil memandangi halaman rumah sakit di bawah sana. Beberapa anak berlarian dengan riang ditemani orang tua mereka. Tawa mereka terdengar samar hingga ke dalam ruangan. Pemandangan itu seharusnya menyenangkan, tapi yang terjadi malah sebaliknya, senyum sendu terukir di bibir Luna. Dadanya terasa sesak saat ingatannya kembali pada kejadian beberapa bulan lalu, ketika ia kehilangan janin yang begitu dinantikan. Luka itu memang tidak lagi berdarah, tetapi bekasnya masih tertinggal di dalam hatinya. Suara pintu yang terbuka memecah lamunannya. Nathan masuk ke ruangan dengan langkah tenang. Lalu menghampiri Luna. "Maaf membuatmu menunggu selama ini. Aku tahu waktunya jauh lebih lama dari perkiraanku." ucapnya penuh sesak. Luna menghela napas panjang sambil menoleh ke arahnya. "Kamu tahu, aku hampir lumutan menung
Pagi telah tiba. Cahaya matahari yang hangat menembus celah tirai, memenuhi kamar dengan warna keemasan yang hangat. Luna membuka matanya yang terasa berat. Sekujur tubuhnya sakit semua akibat pergulatannya dengan Nathan semalam. Suaminya itu sangat brutal, padahal dia berjanji akan pelan-pelan.
"Brengsek, lepaskan!" teriak Aldo sambil menahan tangan Nathan yang mencengkram pergelangan tangannya. Cengkraman Nathan pada pergelangan tangan Aldo semakin kuat. Tatapannya dingin, tetapi aura yang keluar dari dirinya jauh lebih mengerikan daripada amarah biasa. Di balik wajah tenang itu, ada se
Aldo tiba di kantor seperti biasa. Namun langkahnya terhenti begitu melihat beberapa kardus besar berisi barang-barangnya tergeletak di depan pintu gedung. Jas, dokumen, foto-foto, hingga barang pribadinya tercampur berantakan di dalam kotak-kotak itu. Kening Aldo berkerut tajam. Dadanya langsung
"Perlu aku temani?" tanya Nathan saat melihat Luna bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya. Luna menggeleng sambil terkekeh. "Aku bukan anak kecil, Nathan. Lagipula jarak rumahku dan rumahmu hanya beberapa meter saja, jadi aku bisa pulang sendiri." "Kalau begitu aku antar sampai depan gerbang. Aku












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews