Chapter: Bab 13Mendengar pembelaan Adrian, Rose langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya sengaja dibuat sedikit bergetar, dia melangkah maju untuk memeluk lengan Magnus dengan mata yang berkaca-kaca. Dengan gerakan perlahan, Rose sengaja memposisikan tangan kanannya yang terbebat perban putih tepat di depan dada Magnus, memastikan sang ayah melihat "pengorbanannya". "Papa... ini semua salah Rose," suaranya bergetar menjadi tangisan lirih yang terdengar sangat menyedihkan. "Harusnya Rose bisa memegang tangan Leo lebih erat semalam. Jangan salahkan Kak Yura. Kakak... dia hanya salah paham, emosinya sedang tidak stabil setelah pergi dari rumah." Rose mengusap sudut matanya yang basah, melirik sekilas lorong koridor yang mengarah ke ruang dokter sebelum melanjutkan hasutannya dengan nada polos. "Kak Yura tidak sengaja membesar-besarkan seolah-olah kami menelantarkan Leo, sampai di dengar oleh dokter, Pa. Kakak pasti masih marah makanya menuduh yang tidak-tidak. Padahal Rose panik, dan
Última actualización: 2026-06-24
Chapter: Bab 12Dokter itu tidak memberi kesempatan Adrian untuk meluapkan arogansinya. Dia langsung berbalik menatap Yura. "Mari, Bu. Ikut ke ruangan saya sekarang." Yura tidak mau membuang waktu lagi. Tanpa melirik sedikit pun pada Adrian yang napasnya memburu, Dia melangkah tegas melewati mantan suaminya. Melangkah menjauh bersama dokter dan perawat. Meninggalkan mereka dalam keheningan koridor yang sarat akan amarah dan kecemasan yang mulai menguasai. Di lantai teratas gedung Volkov Tower, keheningan yang mencekam menyelimuti ruang kerja bernuansa monokrom itu. Killian Volkov berdiri membelakangi meja kerjanya yang luas, menatap lurus ke luar dinding kaca raksasa yang memperlihatkan bangunan distrik bisnis di bawahnya. Tangan kanannya memutar-mutar sebuah pena mahal dengan gerakan santai, sementara pikirannya sedang menyusun langkah lain untuk meruntuhkan Valerius Group di lantai bursa nanti. Tok, tok, tok. "Masuk," sahut Killian tanpa berbalik. Suara baritonnya terdengar berat dan d
Última actualización: 2026-06-22
Chapter: Bab 11Dokter yang berdiri di samping perawat menghela napas panjang. Tatapan matanya yang tajam sempat melirik ke arah Rose yang langsung menundukkan kepala karena takut, sebelum beralih menatap Yura yang berdiri dengan pipi memerah dan mata berkaca-kaca. "Siapa ibu kandung dari pasien anak Leo Valerius?" tanya Dokter itu dengan nada suara yang berat. Yura langsung melangkah maju, mengabaikan tatapan tajam Adrian. "Saya, Dok. Saya ibu kandungnya. Bagaimana keadaan anak saya? Tolong katakan pada saya, Dok..." Suara Yura terdengar parau. Dokter itu menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Mengingat pembicaraannya dengan Killian Volkov sebelumnya, dokter itu tau ada yang tidak beres di antara keluarga ini. "Kondisi pasien saat ini sudah stabil setelah luka di pelipisnya dijahit, Ibu. Namun, karena dia mengalami trauma di kepala dan demam tinggi akibat syok, pasien masih harus diisolasi dan belum bisa dijenguk oleh banyak orang sekaligus," jelas Dokter itu dengan tenang. Mat
Última actualización: 2026-06-20
Chapter: Bab 10Saat tiba di Rumah Sakit, Yura dengan cemas mencari ruang rawat Leo yang diberikan ayahnya melalui pesan singkat. Tak lama, dia melihat beberapa sosok yang dikenalnya sedang berkumpul di ujung koridor. Yura mempercepat langkahnya dengan emosi campur aduk. “Pa, ada apa dengan Leo?” Tanyanya begitu sampai di depan mereka. “Yura, nak. Akhirnya kau sampai juga.” Maria, ibu tiri Yura mendekat dengan wajah prihatin. Wanita itu merentangkan tangannya hendak memeluk tapi Yura yang dikuasai rasa cemas menepis tangan Maria dengan kasar. “Jangan sentuh aku! Dimana Leo?! Kenapa tidak ada yang menjawab?” Yura menatap Adrian dan Rose bergantian, melihat wajah dingin Adrian dan tatapan polos Rose yang dia yakini palsu. Dia melihat mereka semua yang hanya terdiam. “Tenanglah, Nak. Jangan buat keributan di rumah sakit,” hibur Maria. Mencoba meraih lengan Yura tapi tak digubrisnya. “Papa, katakan padaku, apa yang terjadi pada Leo?” Tanyanya dengan mata yang memerah, menuntut penjelasan dari
Última actualización: 2026-06-19
Chapter: Bab 9"Tuan?" Affan sedikit terkejut. Killian menghentikan rekamannya, layar berhenti pada satu frame. "Simpan rekaman ini." "Baik, Tuan." "Jangan biarkan siapapun tahu kita memiliki ini!" Affan menundukkan kepala. "Saya mengerti, Tuan. " Killian menyandarkan tubuhnya ke kursi, tatapannya masih dingin. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat tipis. "Menarik." Affan tidak bertanya lebih jauh, karena dia tahu satu hal. Setiap kali Killian Volkov seperti ini, ada yang berhasil menarik minat berburunya, targetnya dipastikan akan hancur tanpa sisa. Malam semakin larut saat pintu lift privat di penthouse mewah itu berdenting pelan. Killian melangkah keluar dengan setelan jas yang sudah sedikit berantakan, dua kancing teratas kemejanya terbuka, dasinya juga telah longgar, menberikan kesan seksi yang maskulin. Di tangannya, dia membawa sebuah map tipis berisi dokumen analisis CCTV yang sudah dicetak oleh Affan. Tatapan mata tajamnya tertuju pada ruang tengah. Di sana, di depan di
Última actualización: 2026-06-18
Chapter: Bab 8Di samping Adrian, Rose meremas jemarinya yang mulai berkeringat dingin. Seringai kemenangannya yang tadi sempat muncul karena berhasil mengelabui Adrian seakan hilang tak bersisa. Setiap kata yang keluar dari mulut Killian terasa seperti pisau bedah yang menguliti kebohongannya satu demi satu. Tatapan sekilas pria itu yang sempat menyapu perban di punggung tangan kanannya seperti membaca setiap inci dosa dan kekerasan yang dia sembunyikan. Adrian menarik napas dalam-dalam, mencoba sekuat tenaga menenangkan emosinya yang nyaris meledak. Dia tidak ingin terlihat semakin menyedihkan di hadapan pria yang sudah merebut jalur logistik utaranya. "Jika Anda hanya kebetulan lewat untuk urusan lain, saya harap Anda tidak mencampuri urusan keluarga saya, Tuan Volkov. Perusahaan saya mungkin sedang menghadapi kendala, tapi urusan internal keluarga, mutlak hak saya. Anda tak perlu ikut campur." Killian terkekeh rendah, suara baritonnya yang maskulin bergema halus di dinding koridor. Dia
Última actualización: 2026-06-10
Chapter: Bab 49Derap langkah terdengar tergesa-tergesa, di puncak bukit langkah itu mulai melambat. Dua sosok yang tadinya berlari berhenti sejenak, mereka menoleh ke belakang. Di kejauhan sana kobaran api yang sangat besar melahap nyaris seperti lautan api yang mengamuk. Mereka dapat mendengar suara-suara yang tidak bisa didengar manusia biasa, teriakan kesakitan yang parau, suara desisan kobaran api bahkan teriakan putus asa diantara bunyi desing senjata tajam. “Sialan! mereka benar-benar tidak melepaskan seorangpun.!” Seru salah satu sosok. Napasnya terengah-engah, di sebelahnya sosok lainnya menatap nanar pada tempat kobaran api di bawah sana, di pelukannya sesosok anak kecil menggeliat gelisah dan terbangun dari tidurnya. “Api! Ayah, ibu. Di sana apinya besar sekali.” Si anak berteriak kaget melihat pemandangan itu. Sosok yang di panggil ibu hanya tersenyum tipis, ia mengelus lembut rambut si kecil dengan sayang. “Tidak apa-apa, kita jauh dari api.” Si kecil mengerjapkan matanya bingung,
Última actualización: 2026-05-04
Chapter: Bab 48☆☆☆☆ Untuk menghilangkan rasa pusing karena keanehan ini, Kai keluar untuk menenangkan diri. Ia duduk di bawah sebuah pohon besar namun rindang. Ini titik kesukaannya sejak kecil, pohon ini telah ada sejak ia kecil. Kai melihat sekelilingnya dan tidak menemukan perbedaan sedikitpun sejak pertama kali ia berteduh di bawah pohon saat itu. Ia menghirup udara segar yang dihasilkan Hutan Tua, samar-samar ia mencium bau yang asing namun terasa akrab. Bau yang bukan berasal dari Hutan Tua. Kai mengerutkan keningnya, ia mencoba mencari asal bau namun tidak menemukan apapun. Tiba-tiba Kai teringat mimpi yang dialaminya dimana ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Dengan iseng ia mencoba menguji, ia duduk bersila dengan mata tertutup mencoba menyatu dengan alam, namun bukannya berhasil menarik energi alam, di dalam benaknya muncul sosok pria tua yang pernah dilihatnya di kuil di alam mimpi. “Anak muda! Kau terlalu lemah, kekuatanmu tidak buruk tapi jiwamu sangat rentan, sangat mudah d
Última actualización: 2026-05-02
Chapter: Bab 47Kai melangkah dengan napas yang terasa berat, perlahan pandangannya mengabur. Di ujung kesadaran ia mendengar suara akrab yang memanggilnya samar dari kejauhan. Suara itu terdengar jauh namun perlahan semakin terdengar jelas dan dekat. “Kai… Kai…” Suara itu kini sangat jelas seolah berbisik di telinganya. “Kai, bangun nak.” Suara seorang wanita yang lembut dan akrab seolah menyadarkan Kai dari kegelapan. Ia menyipitkan mata saat melihat sosok yang menghalaunya dari sinar matahari yang menerpa wajahnya. Wajahnya tidak terlihat, sosoknya samar-samar, Kai mengernyit bingung. “Kai, bangun nak.” Perlahan sosok itu terlihat jelas, Kai membelalak saat mengenali siapa sosok di hadapannya. “Ibu….” Seru Kai dengan suara terbata-bata, matanya memerah menahan tangis, sontak ia bangkit dan memeluk ibunya. “Ibu! ini benar-benar Ibu?” “Tentu saja, kau pikir siapa lagi?” ibunya tersenyum geli melihat tingkah Kai. “Ibu!”rengek Kai. Ia memeluk erat tubuh sosok ibunya. “Ada apa? Kau
Última actualización: 2026-05-01
Chapter: Bab 46Setelah kalimat itu, tanah di bawah kaki mereka seolah bergetar. Penglihatan mereka mengabur dan buram. Saat semua kembali jelas, keadaan di sekitar mereka berubah seakan mereka telah berpindah ke tempat lain. Kai menelisik keadaan sekitar, kiri dan kanan berjejer semak belukar yang tidak terlalu tinggi. Di atas kepala mereka jumbai-jumbai akar bergelantungan, cahaya matahari pagi yang lembut terasa temaram tertutup akar-akar menggantung, suasana terasa hening dan mencekam. Mereka saling pandang dalam diam, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Semua terasa seperti ilusi namun nyata, Luka menarik keluar Bintang Merah-nya dan bersiap dengan posisi siaga. Mereka menyibak akar-akar menggantung dan berjalan perlahan, sesekali Luka menyibak semak dengan pedangnya. Akar-akar itu sangat aneh, tidak tebal namun saat Luka beberapa kali menebasnya akar itu tidak terpotong atau bahkan tergores sedikitpun. “Menyebalkan sekali! Mereka jelas ingin mengurung kita di sini!” Luka me
Última actualización: 2026-04-17
Chapter: Bab 45Pondok-pondok menghilang berganti pepohonan raksasa dan semak belukar yang mencekam. Perlahan di ujung sana sebuah pondok besar terlihat, tempat yang sama saat mereka bertemu dengan Tetua suku ini. Di depannya sekelompok orang terlihat sedang menunggu. Saat mereka tiba, pondok sederhana namun besar itu memiliki aroma yang berbeda. Tidak seperti sebelumnya yang memiliki aroma kayu ulin yang segar, tapi kali ini bau kemenyan hitam yang pekat. Mereka melihat ada beberapa pria tua yang memiliki tato berwarna emas lainnya. Raut wajah mereka sama, melihat ke arah mereka dengan tatapan datar. Luka menyipitkan mata, tiba-tiba sebuah perasaan aneh muncul di benaknya. Ia menoleh ke arah Kai yang memberi tanda diam dengan gelengan kecil. Duk Duk Duk Suara beberapa orang sedang menabuh gendang terdengar nyaring, sontak mereka bertiga menoleh ke arah suara. Di sana mereka melihat beberapa orang sedang menabuh gendang dan lainnya sedang menari, gerakan mereka begitu lincah dan bersemangat. Se
Última actualización: 2026-04-16
Chapter: Bab 44Luka memberanikan diri berbicara, meski nadanya masih terdengar kaku “Maksudmu pria berbaju putih itu? Dia yang menyelamatkan kami.” Mendengar apa yang dikatakan Luka, semua orang yang ada di pondok terdiam. Mata Tetua itu terbelalak, tangannya yang keriput sedikit bergetar. Ia menatap Pria Bertato Enggang sejenak lalu kembali ke arah Kai. “Dia muncul?” tanya Tetua dengan suara yang sangat pelan nyaris tidak terdengar, “Sang Penjaga Akar muncul demi kalian?” lanjutnya. Kai mengangguk pelan. “Dia menahan gadis itu dengan sulur emas dan menyuruh kami berlari ke arah Barat.” Tetua itu menghela napas panjang, senyum tipis muncul di wajahnya yang penuh kerutan. Ia bangkit berdiri dan memberikan tanda pada anggotanya untuk menurunkan senjata mereka. “Jika Sang Penjaga Akar memilih menampakkan diri, maka hutan ini tidak punya alasan untuk menolak kalian.” ujarnya. “Namun hukum rimba tetap berlaku. Kalian harus tetap di sini satu malam untuk memulihkan sukma kalian yang terkiki
Última actualización: 2026-04-16